NATUNA, SK :Sebut saja Delima (17) hanya dapat pasrah saat harus menyerahkan mahkotnya pada pria hidung belang gara-gara tidak mampu membayar hutang Rp 3 juta pada orang yang mengajaknya bekerja.”Saat ini kami sudah mengamankan salah seorang tersangka yang diduga sebagai mucikarinya.”terang Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Rudi S Idris Rabu (23/5).
Dijelaskan AKP Rudi, kasus perdagangan wanita berhasil di bongkar setelah aparat mendapatkan informasi dari masyarakat tentang adanya korban dugaan perdangan wanita. Menurut Rudi modus yang dilakukan oleh
tersangka Asniar Alisa alias Amok (39) yaitu pura-pura menawarkan pekerjaan terhadap korbanya, Delima yang sudah beranjak dewasa ini percaya dengan janji-janji yang di berikan oleh Amok.
Dengan di ketahui dan seizin orang tuanya Delima akhirnya berangkat ke Ranai meninggalkan kampung halamanya di Kalimantan Barat. Namun selama satu minggu bekerja di cafe Jafalenon-Ranai, Delima bukanya
mendapatkan uang, wanita ini malah memiliki hutang Rp 3juta pada Amok.”Semula Amok menjanjikan pada Delima untuk bekerja sebagai pelayan cafe dengan gaji yang lumanyan besar namun semua hanya janji-janji belaka.”tambah AKP Rudi.
Amok kemudian mendesak agar Delima secepatnya menyelesaikan masalah hutang-hutangnya, tak ada pilihan lain, Delima akhirnya merelakan keperawananya untuk dapat membayar hutang pada Amok, kurang lebih selama
satu minggu di Ranai, Delima sudah melayani tiga orang laki-laki namun Delima tidak mendapatkan uang.”Korban kesal karena dia sama sekali tidak mendapatkan uang , semua uang hasil jeri payahnya di ambil oleh Amok dengan dalih Delima punya hutang.”tambah AKP Rudi.
Hingga akhirnya kasus perdagangan wanita ini berhasil di bongkar oleh aparat kepolisian, Amok dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang no 23 tahun 2002 tentang Undang-undang perlindungan anak yo Pasal 297 KUHP tentang perdangan wanita dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. (oni)

October 6, 2007 at 7:16 pm
[...] rendah gadis-gadis yang sudah tidak perawan lagi, karena dianggap level-nya tidak lebih dari penjual diri meskipun dengan berbagai alasan penyebab-nya. Menurut mereka, itu sama saja kalau si gadis tidak [...]