<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Stop Kekerasan Perempuan</title>
	<atom:link href="http://ilalang.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ilalang.wordpress.com</link>
	<description>kalau bukan kita, siapa peduli?</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Oct 2008 04:17:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ilalang.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d06a9049a3aa1bfb069ba2fb7dce0556?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Stop Kekerasan Perempuan</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Perspektif Jender dalam Islam (1)</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/perspektif-jender-dalam-islam-1/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/perspektif-jender-dalam-islam-1/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 04:17:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=436</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Kuni Khairunnisa



Diskursus gender dalam agenda feminisme kontemporer banyak   memfokuskan pada persamaan hak, partisipasi perempuan   dalam kerja, pendidikan, kebebasan seksual maupun hak   reproduksi. Sejak abad 17 hingga 21 perjuangan feminis telah   mencapai pasang surut dan mengalami perluasan wilayah   tuntutan dan agenda perjuangan yang jauh lebih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=436&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span style="font-family:arial;color:#990066;"><strong></strong></span><span style="font-family:georgia,garamound,arial;font-size:small;"><strong>Oleh Kuni Khairunnisa</strong></p>
<table style="height:1390px;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="695">
<tbody>
<tr>
<td valign="top">Diskursus gender dalam agenda feminisme kontemporer banyak   memfokuskan pada persamaan hak, partisipasi perempuan   dalam kerja, pendidikan, kebebasan seksual maupun hak   reproduksi. Sejak abad 17 hingga 21 perjuangan feminis telah   mencapai pasang surut dan mengalami perluasan wilayah   tuntutan dan agenda perjuangan yang jauh lebih rumit   bahkan menuntut satu studi khusus terhadap wacana ini.</p>
<p>Dari kubu pro dan kontra feminisme, dari kritikan dan   kecaman yang terlontar, Islam diantaranya yang paling   mendapat banyak sorotan dalam kaitannya terhadap status   dan aturan yang diberikan agama ini terhadap kaum perempuan.   Hegemoni Islam terhadap perempuan muslim di negara-negara   Islam terlihat jelas dalam dalam praktek keseharian di   panggung kehidupan, dimana kaum perempuan mendapat   kesulitan dalam bergaul, mengekpresikan kebebasan   individunya, terkungkung oleh aturan yang sangat   membatasi ruang kerja dan gerak dinamisnya, bahkan   suaranyapun tidak berarti layaknya seorang warga negara   atau anggota masyarakat atau hak seorang inddividu.</p>
<p>Fenomena ini terlihat jelas di negara-negara ketiga   (baca: berkembang) yang notabenenya adalah negara Islam.   Namun benarkah demikian? atau justru Islam yang menginspirasikan   munculnya gerakan feminisme masa lalu dan menyuarakan   persamaan hak antar laki-laki dan perempuan yang hidup   dalam kondisi kronis pada masa itu?<span id="more-436"></span></p>
<p>Mendiskusikan kaitan feminisme dan Islam tak akan kita   lepaskan dari kehadiran Qur�an sebagai buku petunjuk   samawi yang secara komprehensif dan lugas memaparkan hak   asasi perempuan dan laki-laki yang sama, hak itu meliputi   hak dalam beribadah, keyakinan, pendidikan, potensi   spiritual, hak sebagai manusia, dan eksistensi menyeluruh    pada hampir semua sektor kehidupan.</p>
<p>Di antara 114 surat yang terkandung di dalamnya terdapat   satu surat yang didedikasikan untuk perempuan secara khusus   memuat dengan lengkap hak asasi perempuan dan aturan-aturan   yang mengatur bagaimana seharusnya perempuan berlaku di dalam   lembaga pernikahan, keluarga dan sektor kehidupan. Surat ini   dikenal dengan surat An-nisa�, dan tidak satupun surat   secara khusus ditujukan kepada kaum laki-laki. Lebih jauh   lagi, Islam datang sebagai revolusi yang mengeliminasi diskriminasi   kaum Jahiliyah atas perempuan dengan pemberian hak warisan,   menegaskan persamaan status dan hak dengan laki-laki, pelarangan   nikah tanpa jaminan hukum bagi perempuan dan mengeluarkan   aturan pernikahan yang mengangkat derajat perempuan masa   itu dan perceraian yang manusiawi.</p>
<p>Maka bergantilah era represif masa pra-Islam berlalu dengan   kedatangan agama nabi Muhammad saw. yang mengembalikan perempuan   sebagai manusia  utuh setelah mengalami hidup dalam kondisi   yang mengenaskan tanpa kredibilitas apapun dan hanya sebagai   komoditi tanpa nilai. Penghargaan Islam atas eksistensi   perempuan ditauladankan dalam sisi-sisi kehidupan nabi   Muhammad saw. terhadap istri-istri beliau, anak maupuan   hubungan beliau dengan perempuan di masyarakatnya.</p>
<p>Kondisi dinamis perempuan masa risalah tercermin dalam   kajian-kajian yang dipimpin langsung Rasulullah yang   melibatkan para sahabat dan perempuan dalam satu majlis.   Terlihat jelas bagaimana perempuan masa itu mendapatkan   hak untuk menimba ilmu, mengkritik, bersuara, berpendapat   dan atas permintaan muslimah sendiri meminta Rasul satu   majlis terpisah untuk mendapat kesempatan lebih banyak   berdialog dan berdiskusi dengan Rasulullah.</p>
<p>Terlihat juga dari geliat aktifitas perempuan sahabat   rasullullah dalam panggung bisnis, politik, pendidikan,   keagamaan dan sosial, dan ikut serta dalam peperangan   dengan sektor yang mereka mampu melakukan. Sirah kehidupan   istri-istri Rasul pun mengindikasikan aktifitas aktif   dimana Ummul mukminin Khadijah ra. adalah salah satu   kampiun bisnis pada masa itu, Aisyah ra. adalah perawi   hadis dan banyak memberikan fatwa karena kecerdasannya.   Bahkan hawa feminispun telah terdengar dari suara-suara   protes dan pertanyaan yang diajukan Ummu Salamah ra. atas   eksistensi perempuan.</p>
<p>Dari sini terlihat bahwa era risalah telah mengubur masa   penetrasi kaum laki-laki atas wanita dan mengganti dengan   masa  yang lebih segar bagi perjalanan hidup perempuan   selanjutnya. Sejarah awal Islam telah memaparkan kenyatan   bahwa Islam justru mendorong dan mengangkat kemuliaan   perempuan yang belum pernah diberikan sebelumnya oleh   suku bangsa manapun sebelumnya dan peradaban tua sebelum Islam.</p>
<p>Meski demikian hal di atas tidak membebaskan Islam dari   stereotip Barat tentang perlakuan institusi ini terhadap   perempuan. Dimana perempuan dikebiri hak asasinya untuk   maju dan berkembang, melakukan aktifitas di luar rumah,   mengaktualisasikan kemampuannya dan terhalangi oleh   aturan-aturan kaku Islam yang justru mendorong perempuan   untuk terjerat dalam mata rantai tugas-tugas domistik   dari dapur, sumur, kasur, mengurus anak dan hal-hal   yang jauh dari penghargaan. Terjadinya kasus tindak   kekerasan yang minimpa kaum wanita, tidak adanya   perlindungan kerja dan kecilnya peluang pertisipasi   perempuan di sektor politik, pelayanan publik dan fasilitas   khusus untuk perempuan dalam pendidikan, kesehatan, dan sosial.  Ditambah lagi dengan himpitan kenyataan nasib kaum perempuan   di banyak negara yang secara representatif mewakili   dunia Islam seperti Saudi Arabia, Sudan, Pakistan,   Bangladesh, Afghanistan, Iran dan lain sebagainya.</p>
<p>Stereotip ini terus menguat dengan penerbitan-penerbitan   novel dan kisah tragis perempuan di negara-negara   tersebut yang diperlakukan muslim dengan semena-mena   yang menjamur di pasaran seperti <em>The Princess, Daughter   of Arabia, Beyond The Veil, Without Mercy</em> dan masih banyak lagi.</p>
<p>Terhadap hal ini, telah terjadi kerancuan dalam   memandang Islam itu sendiri karena pada saat   diskursus perempuan dilontarkan maka masalah    yang munculpun bermuara pada hal-hal esensial   berkaitan dengan perempuan yaitu pernikahan,   keluarga, perceraian, pakaian, hak waris, hak   persaksian di pengadilan, dan pendidikan. Maka <em>frame</em> menuju titik krusial tersebut harus dispesifikasikan pada   tatanan Islam dan dari mana perpektif yang dibawa dalam   melihat bangunan tersebut. Apakah  Islam dilihat secara   holistik atau sekedar parsial dengan mengedepankan fenomena   yang terjadi di negara-negara Islam, atau dengan Islam sebagai   <em>way of live</em> atau Islam dengan kualitas  implementasi   risalah yang belum sempurna.</p>
<p>Hingga yang terjadi bukan justifikasi pendzaliman Islam atas   perempuan dengan menilik kenyataan <em>&#8220;male dominated&#8221;</em> sebagaimana terjadi di negara-negara Islam tersebut. Dan pada   perjalanan selanjutnya, terhadap aturan dan status yang diberikan   Islam  kepada perempuan terdapat fungsi dan ekses-ekses yang   positif di masyarakat dimana poin-poin di atas dalam prespektif   Islam mempunyai tafsiran yang tentu perlu kejelian dalam   mengartikan dan meginterpretasikan hal-hal yang tidak sesuai   dengan nilai matematis suatu nominal. Dus, Barat selayaknya   lebih dalam mengkaji bangunan Islam dan menjauhkan tendensi   negatif dalam memandang aturan ini, apalagi jika tesis-tesis   dan kritikan tersebut berangkat dari <em>frame</em> ketidakfahaman   dan keengganan mencari kebenaran.</p>
<p>Tapi umat Islam pun tidak bisa menutup mata bahwa kenyataan   yang ada akan melahirkan stereotip-stereotip negatif, karena   <em>nonsens</em> bila keagungan aturan tidak dibarengi dengan   implementasi yang riil dari para penganutnya. Dan bila yang   terjadi adalah kesalahan dalam membaca bahasa agama, dengan   menginterpretasikan suatu aturan secara subjektif, menghilangkan   pesan yang dibawa dan justru menyembunyikan keotentikan  pesan   dengan  manipulasi ajaran diganti dengan kultur-kultur yang   merugikan kaum perempuan  maka umat Islam pun perlu meri-orientasikan  langkah-langkahnya tanpa mengedepankan sikap reaksioner menghalau   perspektif negatif Barat terhadap Islam.</p>
<p>Namun, justru mereintrepretasi  dan mengakui dengan terbuka bahwa   umat Islam belum mampu membaca  pesan agama  dan mempunyai   komitmen yang utuh terhadap ajarannya, yang terbukti dengan   mencampuradukan kultur hegemoni atas perempuan dengan meminjam nama agama.</p>
<p>Telah dipaparkan diatas bagaimana sejarah Islam dan aturan yang   dibawa ingin memberikan hak dan kemerdekaan perempuan, mendorong   perempuan untuk  maju, berkarya  mendapat perlindungan. Tentu hal   ini tidak berbeda dengan deklarasi dan tuntutan yang diajukan   feminisme atau pejuang hak asasi perempuan  di berbagai belahan   manapun dan masa kapanpun jika bentuk tuntutan itu adalah persamaan   hak yang mengedepankan pengertian dan kesadaran bahwa perempuan dan   laki-laki adalah sama hak dan kewajibannya, hanya seksis, biologis   dan rerpoduktiflah yang membedakan keduanya.</p>
<p>Bila demikian tinggal bagaimana umat Islam benar-benar ingin tampil   elegan dan menepis stereotip yang ada dengan sikap proaktif atau   tidak? Lalu mengapa muslimah enggan maju? Masih adakah kungkungan   psikologis dan kultur yang menghalangi? Bukankah Islam telah   menancapkan kakinya sebagai suporter terbesar dan backing gerakan   feminisme dari era risalah hingga masa kini. Tentunya, kita perlu   upaya dan karya riil terhadap permasalahan ini.</p>
<p>sumber: <a href="http://www.pesantrenvirtual.com/jender/001.shtml" target="_blank">pesantren virtual</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/436/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/436/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/436/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=436&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/perspektif-jender-dalam-islam-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menyibak Dunia Perempuan</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/menyibak-dunia-perempuan/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/menyibak-dunia-perempuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 04:10:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=434</guid>
		<description><![CDATA[
“Jikalau anda ingin melihat kesewenang-wenangan, ketidakadilan, diskriminasi, penghinaan, penyiksaan, kekejaman, kelaliman, kekerasan, dan lain semacamnya, tengok sajalah dunia perempuan”. (Fatima Mernisi  dalam wawancara dengan Ahdas Al Maghribiah, 17 september 2002)
Mernisi tidak sedang menyuarakan pro blema bangsa sendiri. Pernyataannya diatas merupakan fenomena global dunia perempuan tingkat internasional. Perempuan bagaimanapun belum “dimanusiakan” oleh lawan jenisnya; perempuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=434&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div></div>
<div><em>“Jikalau anda ingin melihat kesewenang-wenangan, ketidakadilan, diskriminasi, penghinaan, penyiksaan, kekejaman, kelaliman, kekerasan, dan lain semacamnya, tengok sajalah dunia perempuan”.</em> (Fatima Mernisi  dalam wawancara dengan Ahdas Al Maghribiah, 17 september 2002)</p>
<p>Mernisi tidak sedang menyuarakan pro blema bangsa sendiri. Pernyataannya diatas merupakan fenomena global dunia perempuan tingkat internasional. Perempuan bagaimanapun belum “dimanusiakan” oleh lawan jenisnya; perempuan makhluk kedua setelah laki-laki; dan atas nama perempuan, semua hak, kebebasan dan kemerdekaannya bisa saja dikebiri, dibatasi, atau bahkan dihapuskan sama sekali, mulai dari ruang lingkup terkecil keluarga, sampai pada urusan pelayanan umum.</p></div>
<div>
Sejak PBB menetapkan UU persamaan hak laki-laki dan perempuan (1955), dan konvensi Wina menyepakati perlindungan terhadap sukarelawan yang bergerak di bidang ini, praktis isyu perempuan menyeruak sebagai isyu senter kedua setelah HAM. Lebih jauh, isyu tersebut menjadi momok demokratisasi yang menusuk ‘jantung’ tradisi kehidupan keluarga Arab dan Islam, yang umumnya hidup dalam corak masyarakat patrimonial.<span id="more-434"></span></div>
<div>
Muncullah kemudian tokoh-tokoh feminis atau pejuang hak asasi perempuan. Di Pakistan ada Ali Asghar Angineer dan Rifat Hassan, di Indonesia ada Nursyahbani Kartjasungkana, di Mesir ada Nawal Sa’dawi dan di Maroko ada Fatima Mernisi. Mereka bukan hanya tampil dalam kapasitas sebagai pribadi, melainkan umumnya hadir sebagai lembaga yang diperkuat oleh tink-tank pusat-pusat kajian serius dan profesional. Keberadaannya pun bersifat internasional dengan tingkat loby dan jaringan yang global pula.</div>
<div>
Maroko menjadi menarik, karena disinilah perkembangan dunia perempuan Arab mendapatkan tempat yang paling mengesankan. Di Maroko pula, muncul sederet tokoh feminisme Arab (lapis I, II, III, dst) yang siap go Internasional. Bahkan —menurut penelitian Dr. Badran—pusat-pusat kajian yang terdapat di Maroko bukan saja resmi, melainkan terinstitusikan sebagai yayasan atau menjadi pilihan jurusan pada universitas tertentu. Lebih dari itu —menurut pengakuan Mernisi—penguatannya bukan hanya dilakukan dari bawah, melainkan juga respon dari atas (kerajaan/negara). Dan terakhir, baik kerajaan maupun kalangan terpelajar, memandang kemajuan-kemajuan ahwal syahsyiah (aturan keluarga :khususnya tentang perempuan) sebagai bagian dari sebuah strategi kebudayaan.</div>
<div>
Menjadi tampak logis kemudian, jika tantangan penguatan hak asasi perempuan yang paling mendasar di Maroko (ruang lingkup keluarga), berjalan mulus dan terlampaui dengan tanpa banyak hambatan. Berbeda dengan kasus yang terjadi di Mesir ataupun Pakistan. Sebaliknya, Maroko tinggal menunggu pencerahan asumsi sebagian kaum terpelajar dan masyarakat tradisionalnya, karena pangkal persoalan dunia perempuan lebih banyak berhubungan dengan masalah publik, sebagaimana yang terjadi di Indonesia pada batas-batas tertentu.</div>
<div>
Pantas jikalau emansipasi kaum perempuan di Maroko sudah berjalan secara diam-diam sejak 20 tahun lalu. Dan tidak mengherankan pula jika kritik yang diarahkan pada gerakan penguatan hak perempuan tertuju kepada sosok pelaku dan jarang sekali menohok materi bahasan. Ini tentu disebabkan oleh latar belakang sosok pejuang perempuan yang umumnya kapabel dan memenuhi kapasitas sebagai ilmuwan Islam dan dunia internasional. Maroko dengan demikian menjadi produsen basis reinterpretasi persoalan perempuan dalam strategi penguatan hak asasi perempuan di tingkat global dan internasional.</div>
<p>Sehubungan dengan hal tersebut, paling tidak terdapat dua strategi utama yang mengantarkan kemajuan Maroko dalam penguatan hak perempuan. Pertama, reinterpretasi teks-teks hadis yang dipandang misoginis (merendahkan martabat perempuan). Masuk dalam strategi ini identifikasi penulis perempuan zaman keemasan Islam yang kontra pemikiran feminisme. Kedua, gerakan masuk kedalam berbagai lembaga taktis dan startegis yang membuat dan menentukan arah kebijakan perundang-undangan dan politik. Sementara aksi terjun lapangan, dan pendirian shelter, lebih berfungsi sebagai strategi lanjutan dari pada penguatan basis lapangan. (ditulis olehM Haryadi).</p>
<p>sumber: <a href="http://lamediterrane.blogspot.com/2002/12/menyibak-dunia-perempuan.html" target="_blank">La Mediterrane</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/434/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/434/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/434/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=434&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/menyibak-dunia-perempuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Prof Dr Saparinah Sadli</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/prof-dr-saparinah-sadli/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/prof-dr-saparinah-sadli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 04:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[sosok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[Pejuang Keadilan untuk Perempuan
Perjalanan untuk tiba usia 80 tahun adalah perjalanan panjang dalam  		hitungan waktu yang umum. Pada Saparinah Sadli, perjalanan itu sangat  		penuh. Sejarah mencatat ketokohannya dalam berbagai peristiwa penting  		bagi perjuangan keadilan untuk perempuan dan bagi kehidupan bersama yang  		bebas dari segala bentuk kekerasan.
&#8220;Di tengah kita, Ibu Sadli adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=429&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Pejuang Keadilan untuk Perempuan</strong></p>
<p><a href="http://ilalang.files.wordpress.com/2008/10/saparinah_sadli.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-430" style="border:6px solid white;" title="saparinah_sadli" src="http://ilalang.files.wordpress.com/2008/10/saparinah_sadli.jpg?w=74&#038;h=96" alt="" width="74" height="96" /></a>Perjalanan untuk tiba usia 80 tahun adalah perjalanan panjang dalam  		hitungan waktu yang umum. Pada Saparinah Sadli, perjalanan itu sangat  		penuh. Sejarah mencatat ketokohannya dalam berbagai peristiwa penting  		bagi perjuangan keadilan untuk perempuan dan bagi kehidupan bersama yang  		bebas dari segala bentuk kekerasan.</p>
<p>&#8220;Di tengah kita, Ibu Sadli adalah pembawa pelita. Kadang berjalan di  		belakang untuk menerangi, kadang di depan untuk membuka jalan, kadang di  		tengah untuk menghangatkan.</p>
<p>&#8220;Ketika ada yang terluka, Ibu menjadi tempat bersandar yang kokoh,  		nyaman dan terpercaya, sambil kita mencari jalan untuk memulihkan diri.  		Dalam keraguan, Ibu Sadli memberi ketegasan: sekali tidak, tetap tidak.  		Jangan coba-coba mengubah hatinya!&#8221;<span id="more-429"></span></p>
<p>Potongan dari catatan Kamala Chandrakirana, Ketua Komisi Nasional Anti  		Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), untuk Bu Sap�begitu  		Saparinah disapa�yang belum sempat dikirim itu menyiratkan peran Bu Sap  		bagi Kamala dan bagi aktivis gerakan perempuan di Indonesia.</p>
<p>Beberapa bagian dari perjalanan Bu Sap adalah perjalanan melawan badai.  		Ia berada di depan pada saat-saat kritis bangsa ini. Dia adalah tokoh  		yang bersama dengan sekelompok tokoh dan aktivis perempuan menghadap  		Presiden Habibie untuk mendesak agar pemerintah mengakui dan meminta  		maaf atas terjadinya pemerkosaan terhadap sejumlah perempuan etnis  		Tionghoa dalam kerusuhan Mei tahun 1998.</p>
<p>Atas desakan itu, pemerintah akhirnya membentuk Tim Gabungan Pencari  		Fakta untuk menyelidiki peristiwa kerusuhan Mei, kekerasan seksual  		menjadi bagian yang integral.</p>
<p>Dan yang sangat penting bagi perjuangan perempuan Indonesia adalah  		dibentuknya Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan sebagai  		komisi nasional yang independen. Dia kemudian memimpinnya sampai paruh  		pertama tahun 2004.</p>
<p>Kegigihannya menolak berbagai tindak kekerasan terhadap perempuan dan  		kelompok terpinggirkan adalah warisan yang harus dilanjutkan.</p>
<p>Ia terus memberi dorongan bagi kaum muda bertindak, seraya memuji  		perjuangan keras dan berbahaya demi keadilan, pemberdayaan, dan  		perbaikan kondisi perempuan yang dilakukan perempuan di akar rumput.  		Seperti Aleta Ba�un dari Timor Barat dan Mutmainah Korona dari Palu,  		penerima Penghargaan Saparinah Sadli tahun 2007.</p>
<p>&#8220;Mereka sungguh luar biasa,&#8221; ujar Bu Sap.</p>
<p>Acara pemberian penghargaan yang diselenggarakan para sahabat tepat pada  		hari ulang tahunnya tanggal 24 Agustus 2007 di Jakarta itu tidak ia  		hadiri. Absennya Bu Sap berbeda dibandingkan dengan acara sama saat  		Anugerah Saparinah Sadli pertama, tahun 2004, diberikan kepada Maria  		Ulfah dari Fatayat NU.</p>
<p>Bu Sap hadir sebentar pada diskusi informal &#8220;Perempuan Pejuang  		Menitipkan Pesan Bagaimana Mengisi Kemerdekaan&#8221; tanggal 28 Agustus 2007,  		untuk menghormati kemerdekaan RI dan ulang tahunnya ke-80.</p>
<p>Sudah lebih dari dua minggu ia menginap di rumah sakit, menunggui  		suaminya, Prof Mohamad Sadli (85), yang belakangan tidak lagi mengenali  		siapa pun yang datang, termasuk istrinya.</p>
<p>Ketika ditemui suatu siang pekan lalu, Bu Sap sedang membaca buku  		pemberian Kamala, The Year of Magical Thinking karya Joan Didion.</p>
<p>Kebersamaan</p>
<p>Bu Sap bukan tipe yang sentimental, meski hampir tak bisa dimungkiri,  		pikirannya tersita untuk kondisi kesehatan pasangan hidupnya itu.</p>
<p>Pasangan itu unik. Begitu banyak perbedaan yang mewarnai sikap dan  		pandangan mereka. Misalnya, ketika Bank Dunia bersidang di satu negara  		di Eropa untuk mengevaluasi penggunaan pinjaman di Indonesia, pasangan  		itu berada di posisi berpunggungan. Bu Sap pada posisi kritis bersama  		kelompok organisasi nonpemerintah, sementara Prof Sadli berada di pihak  		pemerintah.</p>
<p>Kehidupan perkawinan mereka yang dimulai 26 April 1954 tampak seperti  		yang digambarkan filsuf Lebanon, Kahlil Gibran, sebagai pasangan yang  		makan bersama dengan dua piring di satu meja makan. Keduanya memiliki  		konvensi sendiri-sendiri; juga tidak selalu runtang-runtung. Misalnya,  		Pak Sadli baru tahu Bu Sap dicalonkan menjadi anggota Komisi Nasional  		Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) tahun 1990-an dari telepon teman, tetapi  		keduanya saling menghormati perbedaan pandangan di antara mereka.</p>
<p>Itu, barangkali, yang membuat ikatan batin keduanya sangat kuat. Bagi Bu  		Sap, Pak Sadli adalah pasangan dan sahabat jiwa, soulmate.</p>
<p>&#8220;Mula-mula sih flu biasa,&#8221; jelas Bu Sap tentang kondisi kesehatan Pak  		Sadli, yang rentan terhadap flu, tetapi sulit diajak berobat ke dokter.  		&#8220;Kami masih makan di luar sebelum Pak Sadli masuk rumah sakit,&#8221; ia  		melanjutkan.</p>
<p>Semua upaya mengatasi penyakit Pak Sadli harus mempertimbangkan kondisi  		ginjalnya yang sejak setahun lalu harus dirawat dengan dialisis tanpa  		mesin dengan metode CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis),  		empat kali sehari. Di rumah, Bu Sap melakukannya sendiri. Hanya sesekali  		saja dibantu pekerja rumah tangga.</p>
<p>&#8220;Banyak faktor kerentanan karena usianya sudah tua,&#8221; kata Bu Sap.</p>
<p>Kesehatan usia lanjut adalah masalah rumit. Usia harapan hidup yang  		meningkat, membawa persoalan besar terkait dengan populasi yang  		bertambah, tetapi tidak diikuti fasilitas yang menunjang. &#8220;Media tidak  		memberi cukup perhatian pada persoalan ini,&#8221; ia melanjutkan.</p>
<p>Ia sendiri merasa bersyukur karena melewati usia 80 tahun dengan  		kesehatan yang baik. &#8220;Sehat bagi usia lanjut merupakan faktor yang  		sangat penting,&#8221; tuturnya. &#8220;Yang terpenting bagi saya sekarang adalah  		menjadi tetap sehat.&#8221;</p>
<p>Bu Sap mengaku tidak menjalani check-up kesehatan secara rutin. Dalam  		soal makan, ia tak ketat berpantang. Ia juga tidak terlalu rajin  		olahraga; juga tidak minum jamu. Waktu usianya lebih muda ia suka  		berkebun. Setiap hari ia bangun pagi untuk shalat. Setahun terakhir ia  		ikut senam osteoporosis di Wisma Oktrooi Kemang, Jakarta Selatan. &#8220;Setiap  		Sabtu jam 08.00. Saya paling tua di situ,&#8221; katanya.</p>
<p>Kalau tidak ada yang dijaga secara khusus, bagaimana ia memiliki energi  		yang sedemikian berlimpah?</p>
<p>Tahun 2002, ia masih menemui pejuang hak asasi perempuan, Mama Yosefa,  		di Timika, Papua, yang membekaskan kesan sangat dalam. &#8220;Ketika melihat  		tanah yang dieksplorasi Freeport menganga seperti kawah, Mama Yosefa  		berteriak histeris, �Mana Ibu saya�. Mana Ibu saya�.� Bumi adalah Ibu  		baginya,&#8221; Bu Sap Mengenang. Ia berada di Aceh cukup lama setelah  		tsunami.</p>
<p>Sampai hari ini ia masih mengajar dan membimbing disertasi. Bahan  		mengajarnya selalu diperbarui dan berkonteks, membuat ia harus rajin  		membaca dan berdiskusi. Kegiatannya di luar masih banyak, dan ia selalu  		siap kalau dibutuhkan, khususnya oleh Komnas Perempuan.</p>
<p>Bersama kaum muda</p>
<p>Mungkin ritme hidup seperti air mengalir itu resepnya. Akan tetapi, ada  		yang lebih penting. &#8220;Saya bekerja dengan anak muda,&#8221; katanya. Ini  		mengingatkan pada ungkapan senada dari sastrawan, aktivis, dan feminis  		Mesir, Nawal El Saadawi.</p>
<p>Hampir seluruh kegiatannya dilakukan dengan mereka yang usianya jauh  		lebih muda; beberapa pernah menjadi muridnya. Penampilannya pun lebih  		menyerupai para aktivis. Busananya selalu chic. Wajahnya selalu segar  		dengan rias tipis. Ia suka perhiasan etnik, yang sering harus direlakan  		bila diminta.</p>
<p>Di kalangan aktivis, Bu Sap dikenal sangat demokratis. &#8220;Saya sulit untuk  		mengemukakan pendapat dengan jujur, kecuali dengan Bu Sap,&#8221; ujar Dr  		Kristi Purwandari, Ketua Program S-2 Studi Kajian Wanita Universitas  		Indonesia, generasi ketiga yang memimpin program itu, setelah dibidani  		dan dipimpin Bu Sap selama 10 tahun sejak program itu dibuka, 17 tahun  		lalu.</p>
<p>Bu Sap menjadi &#8220;orang besar&#8221; karena mau mengakui keterbatasannya. &#8220;Dia  		terbuka untuk menerima masukan,&#8221; Kristi menyambung, &#8220;saya banyak  		mendapatkan ide dari diskusi dengannya. Ia sosok yang selalu memberi  		inspirasi pada kami.&#8221;</p>
<p>Banyak orang kagum kepadanya. Seperti Ny Sinta Nuriyah Wahid yang pernah  		menjadi muridnya di Kajian Wanita UI. &#8220;Beliau mendukung penuh saat kami  		berjuang untuk perdamaian melalui Suara Perempuan untuk Perdamaian tahun  		1999,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dukungan juga diberikan Bu Sap dengan menjadi staf ahli pada Puan Amal  		Hayati, lembaga yang didirikan Sinta Nuriyah untuk melakukan kajian  		Kitab Kuning dengan perspektif yang lebih adil untuk perempuan.</p>
<p>Saparinah berasal dari keluarga priayi Jawa yang ketat dengan tradisi,  		tetapi memberi kebebasan kepada anak-anak perempuannya untuk memilih  		sekolahnya.</p>
<p>Setelah lulus Sekolah Asisten Apoteker di Yogyakarta, ia sempat bekerja  		di apotek di Yogya dan Jakarta, lalu tahun 1954 ikut tes di Jurusan  		Psikometri, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia�cikal bakal  		Fakultas Psikologi UI�karena bosan bekerja di laboratorium. &#8220;Saya buat  		obat, tetapi tak kenal yang mengonsumsi.&#8221;</p>
<p>Setelah menikah pada tahun 1954 juga, dia mengikuti suaminya belajar ke  		AS selama tiga tahun. &#8220;Ya belajar anatomi segala. Jadi, awalnya memang  		sangat klinis. Tiga tahun di Amerika, kembali ke Jakarta, saya kuliah  		lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Saparinah muda kagum pada ketekunan Madame Curie, penemu radioaktif dan  		penerima Nobel bidang fisika tahun 1903. Namun, Janet Hyde melalui  		bukunya, Half of Human Experience, Psychology of Women tahun 1974,  		adalah salah satu yang membawanya tiba pada point of no return bagi  		perjuangan untuk hak-hak asasi perempuan.</p>
<p>sumber: Maria Hartiningsih &amp; Ninuk  		Mardiana Pambudy, Persona Kompas 2 September 2007</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/429/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/429/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/429/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=429&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/prof-dr-saparinah-sadli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ilalang.files.wordpress.com/2008/10/saparinah_sadli.jpg?w=74" medium="image">
			<media:title type="html">saparinah_sadli</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri Dijual Rp2 Juta jadi PSK</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/istri-dijual-rp2-juta-jadi-psk/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/istri-dijual-rp2-juta-jadi-psk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Oct 2008 03:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[Batam, ST: Demi uang Rp2 juta seorang suami rela mempekerjakan istrinya sebagai pelacur. Buku nikah jadi jaminan. Minggu (29/6) lalu polisi berhasil mengungkap kasus tersebut.
&#8220;Suaminya pengelola tempat pijat, dan sudah kita amankan. Dua lagi masih kita cari,&#8221; jelas Kapolsekta Batuampar AKP Didik Erfianto SIK, Rabu (2/7) kepada wartawan di ruang kerjanya. Sementara RT (21) masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=427&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Batam, ST: Demi uang Rp2 juta seorang suami rela mempekerjakan istrinya sebagai pelacur. Buku nikah jadi jaminan. Minggu (29/6) lalu polisi berhasil mengungkap kasus tersebut.</p>
<p>&#8220;Suaminya pengelola tempat pijat, dan sudah kita amankan. Dua lagi masih kita cari,&#8221; jelas Kapolsekta Batuampar AKP Didik Erfianto SIK, Rabu (2/7) kepada wartawan di ruang kerjanya. Sementara RT (21) masih dimintai keterangan oleh penyidik. Dua pelakunya, BH (32)-suami korban dan JY (30) sudah dijebloskan ke dalam sel.</p>
<p>Terungkapnya kasus penjualan istri sebagai PSK ini, berawal minggu lalu. Saat itu, mobil Polsekta Batuampar sedang menjalankan tugas. &#8220;Kita temukan orban dan suaminya sedang bertengkar,&#8221; Kapolsek merunut konologi pengungkapan itu.<span id="more-427"></span></p>
<p>Karena curiga, petugas pun menghampiri. Saat itulah, awal penjualan istri ini mulai diusut. &#8220;Alsannya tak pernah lapor karena takut,&#8221; imbuh Kapolsek. Penyidikan dan penyelidikan dimulai. Kepada polisi, RT mengaku telah dijual suaminya sebesar Rp2 juta.</p>
<p>Awalnya sang suami mengatakan, hendak mempekerjakan istrinya sebagai waiter di tempat pijat Monalisa, Nagoya. Tapi kenyataanya, sang istri harus melayani pria hidung belang saban hari.</p>
<p>Semua sudah terjadi. RT tak kuasa lagi untuk menolaknya. Jika tidak melayani tamu, ia harus membayar kepada bosnya Rp200 ribu. Kontrak kerja pun sudah ditandatangani. &#8220;Kita punya bukti kuat, ada kontrak kerja dan juga buku nikah yang jadi jaminan,&#8221; papar Didik.</p>
<p>Dalam kontrak kerja tertulis masa kerjanya selama enam bulan. Hasil dari melayani tamu, harus dibagi dua dengan pengelola tempat pijat itu. Perbulan pun RT harus membayar biaya tempat tinggal sebesar Rp400 ribu.</p>
<p>Ulah bejat sang suami tak berhenti sampai di situ. Bahkan, ia masih kerap datang meminta uang pada istrinya untuk mencukupi hidup. Hingga akhirnya sampai buan kedua RT bekerja di sana, ia pun nekad kabur. &#8220;Saya pura-pura mau buang sampah,&#8221; ujar wanita asal Medan itu.</p>
<p>Dengan keberaniaan yang tersisa, RT pun melarikan diri dari tempat pijat tersebut menuju Medan, tempat asalnya. &#8220;Di Medan masih dikejar suaminya, akhirnya kembali ke Batam,&#8221; jelas Didik.</p>
<p>Ulah BH ternyata tak kunjung reda. Saban ketemu sang istri ia masih terus meminta uang agar mencukupi kebutuhannya. Selama di Batam BH sudah tiga kali menjumpai RT, selain hape uang perhiasan pun diembat. &#8220;Bahkan terakhir, tanggal 28 korban disekap,&#8221; ujar Didik lagi.</p>
<p>Akibat perbuatannya ini ia pun harus meringkuk di balik jeruji besi. &#8220;Suaminya kita jerat pasal penjualan manusia, dan JY kita jerat dengan pasal mucikari,&#8221; papar Kapolsek. Sementara itu, dua nama lagi, Cecep sebagai tukang parkir yang menjadi perantara masih diburu. Dan tak ketinggalan, Sammy, bos Monalisa itu pun masih dicari polisi.</p>
<p>Sehari Layani Dua Tamu</p>
<p>Di hadapan penyidik RT cuma tertunduk sambil menguraikan rambutnya. Sesekali ia menjawab pertanyaan tentang kasus yang menimpanya. Sejak pacaran dengan BH, suaminya, hingga menjadi pemuas hidung belang akibat ulah suaminya. &#8220;Kami pacaran enam bulan, terus nikah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Hingga 21 Agustus tahun 2007, peristiwa naas itu dialaminya. Bersama seorang teman suaminya, Cecep, RT diantar menuju tempat pijat di kawasan Nagoya, Monalisa. &#8220;Katanya saya mau dicarikan kerja sebagai waiter,&#8221; RT memulai ceritannya.</p>
<p>Pekerjaan waiter itu apa, RT mengaku tak tahu. Ia cuma dapat penjelasan, hanya melayani minum para tamu saja. Di kantor tempat pijat itu pun mereka menandatangani kontrak kerja. RT menandantangani dua kali dalam kertas kontrak itu. &#8220;Di atas matrei,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara sang suami juga ikut menandatangani kontrak itu. Satu lagi, pihak pengelola tempat pijat tersebut, berinisial JY. Selesailah sudah persetujuan kerja tersebut.</p>
<p>Hari pertama, RT hanya mengaku cuma duduk-duduk melayani minum para tamu. Tapi hari kedua, dia terkejut karena dipaksa melayani tamu. Tak kuasa menolak, dengan berbagai tekanan dan ancaman, RT pun harus melayani nafsu pria hidung belang. &#8220;Sehari bisa dua tamu, booking enam ratus. Hasilnya dibagi dua dengan pengelola,&#8221; tutur RT.</p>
<p>Tapi pengakuan RT ini dibantah sang suami. BH mengaku tak pernah merasa menjual istrinya. &#8220;Saya cuma terima uang delapan ratus, saya tak tahu kalau istri saya dipekerjakan seperti ini,&#8221; paparnya. Bahkan, BH mengaku dialah yang membawa kabur istrinya dari tempat kelam itu. &#8220;saya tak lapor polisi karena diancam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Soal tanda tangan kontrak, BH pun mengaku tidak membacanya. Ia cuma menandatangi dan menerima uang imbalan karena telah memasukkan istrinya kerja sebesar Rp800 ribu tadi.</p>
<p>Sementara JY mengakui, soal kontrak kerja itu jelas-jelas ditulis, untuk dipekerjakan sebagai PSK. &#8220;Saya sudah kasih tahu dan menyuruh untuk membaca kontrak itu,&#8221; ujarnya. Dalam kontrak disebutkan, kontrak selama enam bulan, dan jelas ditulis sebagai PSK. &#8220;Dan diwajibkan bayar empat ratus ribu tiap bulan untuk cas tempat tinggal,&#8221; lanjut JY.(sya)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/427/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/427/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/427/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=427&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/10/06/istri-dijual-rp2-juta-jadi-psk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berduaan di Kamar, Muda-mudi Diarak Warga</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/berduaan-di-kamar-muda-mudi-diarak-warga/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/berduaan-di-kamar-muda-mudi-diarak-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 09:55:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Batam, ST: Susan (25) warga Perum FANINDO Blok S RT/03/06 Kecamatan Batuaji hanya mampu tertunduk malu. Pasalnya, siang itu Rabu (2/7) ia kedapatan memasukan seorang pria bernama Tio (25) ke dalam kamar kos. Melihat ada tamu yang masuk ke dalam kamar, pasangan muda-mudi ini langsung diarak warga.
Ceritanya, siang itu Susan yang bekerja dikawasan industri Batamindo [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=425&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Batam, ST: Susan (25) warga Perum FANINDO Blok S RT/03/06 Kecamatan Batuaji hanya mampu tertunduk malu. Pasalnya, siang itu Rabu (2/7) ia kedapatan memasukan seorang pria bernama Tio (25) ke dalam kamar kos. Melihat ada tamu yang masuk ke dalam kamar, pasangan muda-mudi ini langsung diarak warga.</p>
<p>Ceritanya, siang itu Susan yang bekerja dikawasan industri Batamindo Mukakuning hanya bekerja setengah hari. Rupanya hari itu ia kedatangan seorang tamu pria dari Tanjungpinang. Setelah menjemput Susan ditempat kerja, Susan dan Tio menuju tempat kosnya Susan dan mampir dulu membeli nasi bungkus.<span id="more-425"></span></p>
<p>Setelah tiba ditempat kos, Susan membawa Tio ke kamarnya dan langsung mengunci kamarnya. Nah, tak lama berselang, Bulhadi pengelola tempat kos itu datang mengetok kamar kos susan dengan tujuan untuk meminta uang kos. Tiba-tiba dari dalam kamar Susan terdengar suara, cepa-cepat pakai baju.</p>
<p>&#8220;Kejadiannya sekitar jam 12 siang. Ketika saya mengetok pintu kamar Susan terdengar suara Susan cepat-cepat pakai baju. Setelah pintu terbuka, Susan keluar yang cowok ada dibalik pintu dengan tidak memakai baju. Saya langsung heran, kenapa ada tamu cowok didalam kamar, dan kamar terkunci pula,&#8221; ucap Bulhadi yang juga Ketua Pemuda di Perum FANINDO.</p>
<p>Selanjutnya kedua pasangan muda-mudi yang bukan Muhrim diserahkan ke Pos Keamanan dan setelah itu dibawa ke Masjid As-Salam. &#8220;Aturan tempat kos ini sudah jelas, tidak boleh membawa tamu ke dalam kamar kos, apalagi itu cowok. Dan tamu harus melapor RT dalam 1X24 jam. Ditempat kos ini, sudah ada ruang tamu dan ruang makan, kenapa harus makan didalam kamar,&#8221; bebernya sambil mengatakan akibat kasus ini Susan akan dikeluarkan dari tempat kos.</p>
<p>Muda-mudi ini mengaku hanya teman biasa, dan dulu pernah 1  Pete bekerja. &#8220;Saya baru datang dari Tanjungpinang, setelah itu saya menjemput Susan dan mampir ke tempat kosnya. Kenapa kami makan didalam kamar, saya segan kalau makan dilihat orang, dan saya  memang buka baju, karena panas,&#8221; dalih Susan dan Tio.</p>
<p>Tak Mau Dinikahkan</p>
<p>Ketika dibawa ke masjid, dua pasangan muda-mudi ini rencananya akan dinikahkan, namun keduanya menolak karena mengaku hanya teman biasa saja. Imam Masjid As-Salam Atim sangat menyayangkan perbuatan dua pasangan muda-mudi ini. &#8220;Rencananya akan saya nikahkan saja, tapi mereka berdua menolak. Untuk saat ini, mereka berdua masih saya tahan di Masjid sambil menunggu keluarga mereka untuk menyelesaikan masalah ini,&#8221; sambung Atim.(hai)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/425/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/425/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/425/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/425/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/425/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=425&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/berduaan-di-kamar-muda-mudi-diarak-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janda Nyaris Diperkosa Pegawai Bank</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/janda-nyaris-diperkosa-pegawai-bank/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/janda-nyaris-diperkosa-pegawai-bank/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 09:52:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/janda-nyaris-diperkosa-pegawai-bank/</guid>
		<description><![CDATA[Batam, ST: Hidup sebagai pembantu, bukan berarti Rahma (nama samaran) mau meladeni setiap kemauan majikan prianya. Perempuan 35 tahun asal Bandung ini lebih memilih kabur saat majikannya itu hendak memperkosanya.
Tiga bulan silam, janda dua anak ini memutuskan untuk mengais rezeki ke Malaysia. Di negeri jiran itu, Rahma diterima sebagai pembantu rumah tangga. &#8220;Majikan saya katanya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=423&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Batam, ST: Hidup sebagai pembantu, bukan berarti Rahma (nama samaran) mau meladeni setiap kemauan majikan prianya. Perempuan 35 tahun asal Bandung ini lebih memilih kabur saat majikannya itu hendak memperkosanya.</p>
<p>Tiga bulan silam, janda dua anak ini memutuskan untuk mengais rezeki ke Malaysia. Di negeri jiran itu, Rahma diterima sebagai pembantu rumah tangga. &#8220;Majikan saya katanya kerja di bank,&#8221; kata Rahma kemarin saat dipulangkan Konsulat Jenderal RI (KJRI) ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) dan Permakaman Kota Batam di Sekupang.<span id="more-423"></span></p>
<p>Ironis, Rahma sendiri tak tahu nama majikannya itu. &#8220;Dia sudah punya dua anak, istrinya masih muda kok,&#8221; jelas Rahma lagi. Nah, selama tiga bulan kerja, korban sering menerima perlakukan tak senonoh sang majikan. &#8220;Dia sering curi-curi kesempatan, kadang dia juga ngusap rambat saya nih,&#8221; kata Rahma.</p>
<p>Tentu saja aksi ini tanpa sepengetahuan majikan perempuannya. Dapur, salah satu tempat yang sering dijadikan ajang pelecehan seksual itu. Kadang, kata Rahma, jika majikannya itu sedang nafsu, tak pelak leher Rahma jadi sosoran sang majikan.</p>
<p>&#8220;Saya selalu mengelak,&#8221; aku korban. Nah, ketika korban melakukan perlawanan, pria berkulit putih itu pun mengurungkan niatnya menjamah korban. Terakhir, di awal pekan lalu, sang majikan kembali berniat hendak memperkosa korban.</p>
<p>Pukul 03.00 waktu setempat, pintu kamar korban digedor seseorang. Gedoran itu diikuti permintaan seorang pria agar pintu dibukakan. Suara tersebut sangat dikenal korban. &#8220;Itu majikan saya,&#8221; kata korban. Panik, akhirnya korban berhasil kabur. &#8220;Jiran (tetangga) bilang, pembantu sebelumnya juga pernah diperkosa sampai hamil,&#8221; jelas korban. Walhasil, korban memilih melarikan diri ke KJRI.<br />
Kemarin, 14 TKW dan seorang TKI tiba di Dinsos. Para devisa negara ini mengaku tak tahan kerja lantaran sering dikasari majikannya. Selain itu, gaji pun tak dibayar. Hal ini juga dialami Nia (35), TKW yang akhirnya memilih kabur.(izo)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/423/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/423/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/423/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/423/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/423/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=423&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/janda-nyaris-diperkosa-pegawai-bank/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Payudara Diremas dan Dicupangi</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/payudara-diremas-dan-dicupangi/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/payudara-diremas-dan-dicupangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 09:47:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/payudara-diremas-dan-dicupangi/</guid>
		<description><![CDATA[Batam, ST: Pelecehan seksual dialami Murni (19/nama samaran), karyawati yang sedang menjalani masa trainning di salah satu resort di Sekupang.
Ketika berada di Chiler, Murni didatangi pria berinisial Js yang langsung menarik dan membalikkan badannya sehingga wajah berhadapan dengan Js. Lalu, Js memaksa membuka baju Murni dan meremas payudaranya.
Murni kelojotan, tapi birahi Js makin menggebu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=420&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Batam, ST: Pelecehan seksual dialami Murni (19/nama samaran), karyawati yang sedang menjalani masa trainning di salah satu resort di Sekupang.</p>
<p>Ketika berada di Chiler, Murni didatangi pria berinisial Js yang langsung menarik dan membalikkan badannya sehingga wajah berhadapan dengan Js. Lalu, Js memaksa membuka baju Murni dan meremas payudaranya.<span id="more-420"></span></p>
<p>Murni kelojotan, tapi birahi Js makin menggebu dengan menciumi bagian atas buah dada Murni. Sangking kuatnya cipokan Js yang disertai gigitan, bagian kulit mulus pada dua bulatan segar di atas puting itu pun jadi memerah atau biasa disebut cupang.</p>
<p>Nafsu Js makin memuncak, namun upaya keras Murni akhirnya berhasil lolos dari cengkeraman Js yang kian merangsek.<br />
Lepas dari dekapan membuat Js murka, sebelum kabur Js sempat mengancam agar Murni jangan membeberkan peristiwa itu.</p>
<p>Bila Murni nekad membongkar kejadian itu dengan menceritakan kepada orang lain, Murni diancam tidak akan diluluskan dalam trainning bekerja di hotel itu. Usaiperistiwa itu, Murni merasa tertekan dan trauma.</p>
<p>Bayang-bayang kejadian itu masih menghantuinya. Nah, pungkasnya, Sabtu (14/6) siang, Murni melaporkan dugaan percobaan perkosaan disertai pengancaman yang dialaminya, Sabtu (7/6) sekitar pukul 22.00 WIB lalu itu ke polisi.(kau)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/420/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/420/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/420/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/420/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/420/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=420&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/payudara-diremas-dan-dicupangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diancam, Dua Perempuan Dicabuli</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/diancam-dua-perempuan-dicabuli/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/diancam-dua-perempuan-dicabuli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 09:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=352</guid>
		<description><![CDATA[Batam, ST: Dua orang wanita menjadi korban kekerasan seksual. Bahkan salah seorang korban diancam dibunuh jika tidak mau menuruti keinginan pelaku. Kasus pertama dialami Kuntum (16, nama disamarkan). Ceritanya, korban baru kenalan dengan pelaku, Mu (23). Hari itu, Rabu (2/1) ada SMS masuk ke HP korban. &#8220;Dek, kalau bisa jalan, entar jam 18.30 WIB ketemuan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=352&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Batam, ST: Dua orang wanita menjadi korban kekerasan seksual. Bahkan salah seorang korban diancam dibunuh jika tidak mau menuruti keinginan pelaku. Kasus pertama dialami Kuntum (16, nama disamarkan). Ceritanya, korban baru kenalan dengan pelaku, Mu (23). Hari itu, Rabu (2/1) ada SMS masuk ke HP korban. &#8220;Dek, kalau bisa jalan, entar jam 18.30 WIB ketemuan di simpang Kabil,&#8221; itulah isi pesan singkat yang masuk ke hape Kuntum. Ajakan untuk berjumpa itu diturutinya. Setelah bertemu mereka pergi ke sebuah rumah di Tiban, Sekupang.<span id="more-352"></span></p>
<p>Rabu (2/1) sekitar pukul 20.30 WIB itu, korban diajak tidur di kamar pelaku. Menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.00 WIB, tiba-tiba Mu merayu dan mengajak Kuntum untuk melakukan hubungan layaknya suami istri. Tapi Kuntum menolak. Mu terus memaksa dan dua kali memasukkan jari tangannya ke alat intim Kuntum.</p>
<p>Kesal dengan perbuatan Mu, Kuntum yang diketahui masih pelajar dan menetap di Bengkong Abadi itu lalu melaporkan kasus pencabulan tersebut ke piket Mapoltabes Barelang.</p>
<p>Sementara, kasus pelecehan seksual juga dialami Mekar (21, bukan nama sebenarnya). Wanita warga Komplek Bukit Mas, Lubukbaja itu mengadu ke piket pelayanan Mapolsekta Batuampar. Menurutnya, Kamis (3/1) sekitar pukul 03.00 WIB, dirinya telah diperlakukan tak senonoh oleh pria berinisial JM (24) di areal parkir sebuah diskotek di kawasan Jodoh.</p>
<p>Malam itu JM membawanya dengan mobil. Di dalam mobil JM memaksa Mekar untuk membuka celana. JM kemudian memasukkan jari tangannya ke dalam celana Mekar sembari memaksa agar Mekar menghisap kemaluannya. Hal itu dilakukan JM seraya memaksa dan mengancam akan membunuh jika Mekar tak menurutinya.</p>
<p>Sementara itu sumber di kepolisian, Jumat (4/1) pagi, menyebutkan kalau JM kini telah diamankan di Mapolsekta Batuampar dan masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.<strong>(kau) </strong></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/352/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/352/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/352/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/352/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/352/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=352&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/08/23/diancam-dua-perempuan-dicabuli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaminan Utang, Wanita Disekap!</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/jaminan-utang-wanita-disekap/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/jaminan-utang-wanita-disekap/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 05:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=406</guid>
		<description><![CDATA[BATAM, ST: Setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit, Narti (32, bukan nama sebenarnya) akhirnya mengadukan peristiwa yang dialaminya ke polisi.
Menurut wanita warga Mukakuning Indah ini, dirinya disekap wanita berinisial Su, karena dianggap punya utang. Kejadian berawal Kamis (19/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Narti mau pulang ke kampungnya di Padang, Sumatera Barat.
Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=406&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>BATAM, ST: Setelah dua hari menjalani perawatan di rumah sakit, Narti (32, bukan nama sebenarnya) akhirnya mengadukan peristiwa yang dialaminya ke polisi.</p>
<p>Menurut wanita warga Mukakuning Indah ini, dirinya disekap wanita berinisial Su, karena dianggap punya utang. Kejadian berawal Kamis (19/6) sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Narti mau pulang ke kampungnya di Padang, Sumatera Barat.<span id="more-406"></span></p>
<p>Namun sesampainya di Bandara Hang Nadim, tiba-tiba ia ditahan oknum petugas Direktorat Pengamanan (Ditpam) Otorita Batam yang konon atas perintah Su. Lalu, dari tangan oknum Ditpam itu Narti diserahkan kepada Su, dan dibawa ke rumah Su di Komplek Rindang Garden.</p>
<p>Kemudian adik Narti datang untuk membebaskannya, tapi ditolak oleh Su. &#8220;Saudara kamu kubebaskan asalkan bisa bayar utangnya!&#8221; sergah Su kepada adiknya Narti.</p>
<p>Setelah beberapa hari merasa terkurung dalam rumah itu, barulah Senin (23/6) sekitar pukul 07.00 WIB, Narti berhasil kabur saat Su masih tertidur. Kini, perkaranya telah ditangani aparat Poltabes Barelang.(kau)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/406/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/406/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=406&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/jaminan-utang-wanita-disekap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Istri Diseret Motor</title>
		<link>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/istri-diseret-motor/</link>
		<comments>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/istri-diseret-motor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 05:04:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ilalang</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ilalang.wordpress.com/?p=404</guid>
		<description><![CDATA[BATAM, ST: Naas dialami Rahma (29, nama samaran), ibu rumah tangga itu mengalami luka-luka di tangan dan kaki, setelah terseret di jalan saat suaminya, sebut saja namanya Bejo, tiba-tiba menggeber motor yang ditungganginya. Sialnya, bukannya menolong korban, Bejo malah langsung kabur!
Kejadian, Rabu (25/6) sekitar pukul 09.30 WIB itu bermula saat Rahma menjumpai Bejo di rumah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=404&subd=ilalang&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>BATAM, ST: Naas dialami Rahma (29, nama samaran), ibu rumah tangga itu mengalami luka-luka di tangan dan kaki, setelah terseret di jalan saat suaminya, sebut saja namanya Bejo, tiba-tiba menggeber motor yang ditungganginya. Sialnya, bukannya menolong korban, Bejo malah langsung kabur!</p>
<p>Kejadian, Rabu (25/6) sekitar pukul 09.30 WIB itu bermula saat Rahma menjumpai Bejo di rumah istri keduanya, di Bengkong Dalam. Begitu sampai, Rahma buru-buru mendekati Bejo. &#8220;Tunggu, saya mau bicara dulu,&#8221; sergah Rahma seraya mengejar langkah suaminya mau pergi.<span id="more-404"></span></p>
<p>&#8220;Kenapa lagi kamu datang ke sini,&#8221; elak Bejo seperti ditirukan Rahma saat melapor ke polisi. Nah, saat itulah tangan Rahma meraih tangan Bejo yang sudah ngeloyor menaiki sepeda motor. Tak peduli Rahma memeganginya, Bejo nekad tancap gas. Akibatnya, Rahma pun terseret hingga radius sepuluh meter.(kau)</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ilalang.wordpress.com/404/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ilalang.wordpress.com/404/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ilalang.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ilalang.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ilalang.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ilalang.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ilalang.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ilalang.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ilalang.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ilalang.wordpress.com/404/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ilalang.wordpress.com/404/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ilalang.wordpress.com/404/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ilalang.wordpress.com&blog=77698&post=404&subd=ilalang&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ilalang.wordpress.com/2008/07/29/istri-diseret-motor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/aaf5c467ffae33ab90d53b9f689cf776?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ilalang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>