Pemerkosa Dituntut Lima Tahun

Tanjungbalai Karimun,ST: Markus, warga Paya Sunan Kecamatan Tebing akhirnya dituntut JPU Rusmawar Dewi SH hukuman penjara selama lima tahun. Pria berusia setengah abad lebih ini didakwa telah melakukan tindak kejahatan kekerasan dalam rumah tangga.

  Tuntutan tersebut dibacakan Rusmawar Dewi dalam persidangan yang digelar pada Senin (9/1) kemarin. Dalam persidangan dengan agenda tunggal, pembacaan tuntutan JPU tersebut, Markus sempat membingungkan Kayat SH serta Kadarwoko SH dan Sri Rejeki Marsinta SH MHum, dua hakim yang mendampinginya, pasalnya saat ditanya apakah ia menyesali perbuatannya, Markus sempat menjawab, “Biasa saja lah Pak”, kontan saja jawaban ini membuat majelis hakim keki. ”Saudara mengerti ndak dengan tuntutan jaksa?” tanya Kayat lagi. Setelah ditanya berulangkali, barulah Markus mengerti dan menyatakan penyesalannya.
  Namun, jawaban Markus yang terkesan terpaksa itu membuat Mawar (nama samaran-red), anak kandung yang jadi korban kekerasan Markus yang duduk di kursi pengunjung sidang bagian belakang terpancing emosi, ”Hukum berat saja dia pak” seru Mawar. Bahkan saat disebut Markus dituntut lima tahun, Mawar malah nyeletuk, “Sepuluh tahun saja sekalian, Pak” serunya lagi.   Kembali pada pertanyaan Kayat pada Markus, ”Kalau berbuat lagi bagaimana?” tanya Kayat, Markus kembali terdiam, setelah ditanya lagi, tetap saja diam, sampai Mawar kembali berseru dari belakang, ”Hukum mati saja, Pak” seru Mawar lagi. Ungkapan Mawar yang emosional itu tentu membuat Kayat terganggu konsentrasinya, ia lantas menegur Mawar agar tetap tenang dan tidak mengganggu jalannya persidangan.
  Sementara itu, JPU Rusmawar Dewi dalam tuntutannya mengatakan kalau terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga, dan itu sesuai Pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2001 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Di mana penganiayaan yang dilakukan terdakwa terhadap korban Mawar telah terbukti dalam persidangan sesuai keterangan saksi-saksi dan fakta yang terungkap di persidangan. Dalam tuntutannya itu, Rusmawar juga meminta majelis hakim agar menyita barang bukti berupa sebilah clurit untuk dimusnahkan, serta mewajibkan terdakwa membayar biaya perkara sebesar seribu rupiah.
  Usai pembacaan tuntutan dan menanyakan kepada terdakwa apakah ada pembelaan, sidang ini akhirnya ditunda pekan depan dengan agenda pembacaan putusan.
  Seperti pernah dirilis koran ini sebelumnya, Markus adalah pria yang sempat dituduh telah memperkosa Mawar dan Bunga, dua bersaudara yang merupakan anak kandungnya sendiri, pemerkosaan terhadap Bunga dinyatakan tidak bisa disidik karena telah lewat 15 tahun, batas waktu penyidikan kasus tersebut. Sedangkan dugaan perkosaan terhadap Mawar belum bisa diproses lantaran laporan polisinya yang sudah terlalu lama dan belum ditemukan, sehingga yang bisa diadili di muka persidangan baru tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.(rdi/posmetrokarimun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: