Pelayan Kafe Dibunuh dan Diperkosa

Bintan,ST:Dua pelayan kafe Puja Ria, Wacopek, Kijang mengalami nasib menyedihkan. Eti (25) ditemukan tewas dengan punggung bekas tusukan dan tubuh nyaris telanjang, sedangkan temannya, Niken (23) diperkosa dengan tangan terikat.
Warga pun geger. Apalagi Eti tengah hamil lima bulan. Kejadian ini diketahui sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (29/11). Data yang berhasil dihimpun di lapangan sore itu sekitar pukul 15.30 WIB empat orang pria dengan menggunakan dua motor singgah di cafe Puja Ria KM 20 Kijang. Selain beralasan berteduh karena hujan yang cukup lebat keempat pria tersebut memesan minuman pada Eti yang kebetulan saat itu berada di ruang depan. Karena cafe belum buka salah seorang pria dari empat pria tersebut masuk ke dapur bermaksud meminta air putih pada Niken yang saat itu berada di kamar yang sedang tidur-tiduran.
Sedangkan Eti terlibat pembicaraan serius dengan ketiga pria di ruang depan cafe tersebut. Niken yang saat itu tidur-tiduran di dalam kamarnya terkejut saat salah seorang pria tersebut menyelinap masuk ke dalam kamarnya. Niken ingin berteriak namun pria yang masuk ke dalam kamarnya langsung menyekap dan menutup mulut Niken hingga wanita yang berambut panjang dan berkulit putih ini lemas dan tak bertenaga lagi.
Niken yang dijumpai malam itu mengaku tak mendengar apa-apa kecuali hanya rintihan Eti yang meminta agar dirinya tidak disiksa ketiga pria yang berada di ruang depan.
”Saya tak tahu apakah Eti dipukul atau tidak yang saya dengar dia hanya memohon untuk tidak disakiti karena sedang hamil lima bulan,” ujar Niken dengan nada sedih.
Di dalam kamar yang berukuran tidak terlalu besar tersebut Niken mengaku mulutnya disumpal dan tangannya diikat oleh pria yang berada di dalam kamar tersebut, tanpa bisa berbuat sesuatu kecuali hanya pasrah Niken mengaku di perkosa salah seorang pria yang menyelinap di dalam kamarnya sebanyak dua kali.
”Saya tak bisa memberikan perlawanan orang itu tenaganya sangat kuat,” ujar Niken sambil mengingat ciri-ciri pria yang memperkosanya sore itu.
Pria yang berada di dalam kamar bersama Niken langsung keluar kamar begitu mendengar teriakan dari tiga temannya yang berada di ruang depan. Niken, dalam posisi terikat tangannya dan nyaris telanjang mencari bantuan.
”Saya sempat lihat Eti bersimpah darah dan nyaris telanjang, tapi saya tak bisa apa-apa saya langsung lari cari bantuan,” tambah Niken.
Warga yang tinggal di Jalan Wacopek KM 20- Kijang berusaha memberikan pertolongan pada Eti yang mengalami pendarahan serius, namun calon ibu yang sudah mengadung lima bulan ini akhirnya menghembuskan nafasnya, saat tim medis berusaha memberikan pertolongan. Kini jenazah Eti masih berada di Rumah Sakit Atam Kijang, sementara itu Niken yang berhasil menyelamatkan diri langsung dimintai keterangan oleh polisi.
Kapolsek Bintan Timur Iptu H Butar-Butar saat dijumpai di ruang kerjanya malam itu membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut dan korban sedang di visum di rumah sakit. ”Kami masih menunggu hasil visum dokter, namun ada dugaan calon ibu tersebut sempat diperkosa sebelum ditusuk punggungnya dengan alat tajam menyerupai pisau pada pungggungnya,” tambah pria ini.
Namun Kapolsek membantah kalau Eti dan Niken adalah korban perampokan sebab berdasarkan penyidikan dan olah TKP, Polisi tidak menemukan adanya barang-barang yang dirusak maupun yang hilang. Dugaan polisi sementara ada motif lain dibalik kasus pembunuhan yang dilakukan di oleh empat orang tersebut terhadap calon ibu yang kini sudah mengandung lima bulan tersebut apalagi pembunuhan dilakukan siang bolong dan cafe dalam keadaan sepi.
Hingga pukul 01.00 WIB jajaran Polsek Bintan Timur masih memeriksa sejumlah saksi termasuk Niken yang berada di tempat kejadian, sementara itu beberapa anggota polisi masih melakukan pengejaran terhadap beberapa orang yang dicurigai sebagai pelaku pembunuhan tersebut yang langsung dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur Bripka Hadi Waloyo.(oni/pmbintan)

One Response to Pelayan Kafe Dibunuh dan Diperkosa

  1. yakob says:

    pembunuhnya tak pernah punya istri hamil, tak punya otak, tak punya kata hati. hukum mati saja pak polisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: