Tujuh Wanita Malam Digaruk

Karimun, ST: Sepertinya jajaran Badan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Karimun tidak mau ketinggalan dengan polisi. Kalau sebelumnya polisi menggelar razia narkoba di Diskotek Bravo dan Santana. Kali ini mereka malah menggelar razia prostitusi. 7 orang terjaring dalam razia yang digelar Sabtu (21/1) lalu ini, 3 di antaranya diduga sebagai wanita penjaja seks komersial (PSK).
  Dengan menggunakan mobil partroli Satpol-PP, puluhan Polisi Pamong Praja itu melakukan razia keliling di pusat-pusat keramaian, terutama di jalan-jalan protokol, sambil jalan para anggota Satpol-PP menatap ke kiri kanan jalan, hasilnya, mereka berhasil menjaring 3 wanita penjaja seks komersial dekat Restoran Longbeach, di antara mereka ada yang sedang bersama seorang apek-apek yang diduga bokingannya. Tanpa tedeng aling-aling mereka langsung digaruk dan dinaikkan ke mobil patroli.
  Selain itu, di dekat Hotel Satria, Satpol-PP kembali menjaring satu orang cewek berdandan menor dan berpakaian seksi di sana, cewek inipun turut digaruk dan dinaikkan ke mobil patroli. Dan terakhir, di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di mulut gang menuju Diskotek Bravo, empat cewek yang juga berpakaian seksi berada di sana, petugas Satpol-PP
yang langsung dipimpin Kepala Badan Satpol-PP Karimun, Yan Indra SSos MSi langsung menggaruk ketika cewek tersebut dan langsung dibawa ke Kantor Satpol-PP, PN Tebing.
  Hasilnya, tujuh orang berhasil dijaring dalam razia tersebut, Yan Indra saat ditemui Koran mengatakan, razia prostitusi ini dilakukannya bertujuan untuk menegakkan Perda No 6 Tahun 2002 tentang Kesusilaan. ”Razia ini akan kita lakukan secara rutin, tujuannya menegakkan Perda Kesusilaan, terutama mencegah cewek-cewek berdandan seksi dan menor berkeliaran di tempat-tempat keramaian, karena hal itu melanggar norma-norma kesusilaan seperti diatur dalam Perda No 6 tahun 2002,” ujar Yan Indra.
  Dikatakannya, dari proses pemeriksaan yang dilakukannya langsung malam itu, dari tujuh orang yang tergaruk, tiga di antaranya terbukti sebagai PSK, sedangkan empat lainnya belum ada bukti kuat kalau mereka wanita penjaja cinta, ”Keempat cewek yang belum ada bukti itu mengaku sebagai pembantu rumah tangga, namun tingkah mereka yang keluar malam dengan pakaian seksi jelas membuat anggota harus membawa mereka ke kantor,” terang Yan.
  Selain itu, lanjut Yan, ketujuh cewek yang rata-rata masih berusia muda itu ternyata tidak memiliki identitas diri seperti KTP, namun lantaran belum ada program penertiban para warga tanpa identitas dari Dinas Kependudukan, maka mereka tidak diproses terkait hal itu. ”Sedangkan terkait Perda No 6 tahun 2002 tentang Kesusilaan, untuk tahap pertama ini masih bersifat peringatan, mereka kita ambil datanya dan kita suruh menandatangani surat pernyataan kalau mereka tidak berbuat lagi di masa datang,” urainya panjang lebar.
  Jika nanti, masih Yan Indra, mereka kedapatan lagi berkeliaran dengan pakaian seksi dan dandanan menor, maka pihaknya akan memprosesnya sesuai ketentuan yang berlaku dengan diserahkan ke penyidik baik polisi ataupun jaksa, ”Makanya, identitas mereka kita catat, dan wajah mereka kita foto untuk dokumen, jika kedapatan lagi, maka akan kita serahkan pada penyidik kepolisian maupun jaksa,” paparnya.
  Ditanya, apa solusi yang diberikan terkait keberadaan para PSK yang terjaring dalam razia tersebut, Yan Indra mengungkapkan, sampai saat ini proses penyidikannya masih diserahkan polisi dan jaksa jika mereka tertangkap lagi, pasalnya pihak Satpol-PP belum memiliki Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), ”Sebenarnya solusi dari razia ini adalah pemulangan para PSK yang terjaring, namun karena program ini belum ada maka mereka kita berikan peringatan dulu,” tandasnya.
  Pantauan Koran ini, ketujuh cewek yang terjaring dalam razia tersebut masing-masing Rina, Santi dan Yanti, ketiganya merupakan para wanita PSK dari komplek villa di Kapling. Sedangkan yang empat orang lagi yang belum terbukti sebagai PSK masing-masing Ami, Ana, Eni dan Farida, keempat cewek yang mengaku tinggal di Meral ini belum diperbolehkan untuk pulang hingga pukul 00.00 malam itu, pasalnya pihak keluarga mereka belum ada yang datang untuk menjamin dan memastikan status mereka yang mengaku sebagai pembantu rumah tangga. Sedangkan, tiga cewek vila akhirnya diperbolehkan pulang setelah para pengurus mereka datang menjamin.(rdi/pmkarimun)

One Response to Tujuh Wanita Malam Digaruk

  1. riyadi says:

    Wah, benar-benar peduli kasus trafficking kayaknya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: