3 Wanita Dipaksa Melacur, Sehari Layani 10 Pria

Tanjungpinang,ST:Menjadi pelayan hotel di Malaysia bagi tiga perempuan yang berangkat dari Tanjungpinang dua bulan lalu, hanya lamunan belaka. Selama itu mereka disekap dan dipaksa melayani para pria hidung belang.
Ketiga wanita tersebut masing-masing Pi (23), Ra (28), dan Ag (28). Sabtu (3/12) sore kemarin, ketiganya mendatangi Polresta Tanjungpinang, untuk mengadukan nasib mereka.
Seperti yang dikatakan Pi, awal keberangkatan mereka diprakarsai seseorang yang mereka akui berinisial Ai. Oleh Ai, mereka dilengkapi paspor dan dikatakan akan dipekerjakan sebagai pelayan di salah satu pelayan yang ada di Johor Malaysia.
Atas dasar itu lah ketiga wanita yang mengaku berasal dari Sumatera Barat dan Pulau Jawa yang sempat bekerja di Tanjungpinang itu, menyetujui tawaran tersebut.
Pada tanggal 13 Oktober, dua bulan lalu, jadilah ketiganya berangkat dari Plaza 21 Sukaberenang. Sampai di Malaysia mereka dijemput oleh pria warga Malaysia keturunan Tionghoa dan ditempatkan di perumahan yang letaknya terpencil.
Tapi janji bekerja di hotel ternyata bahan untuk mengelabuhi saja. Di rumah itu mereka disekap dan dipaksa untuk melayani pria hidung belang. Sementara itu, pasport dan Hp yang dibawa mereka dari Tanjungpinang, ditahan. Alasannya, mungkin untuk menghindari ketiga wanita ini menghubungi keluarganya dan melaporkan kejadian yang dialami mereka.
“Tadinya kami dijanjikan bekerja hanya satu bulan,” ujar Pi.
Tapi, setelah datang waktu yang dijanjikan, tepatnya beberapa hari sebelum lebaran, janji itu tak dipenuhi. Malah, penampung mereka disana mengatakan telah berbicara dengan orang yang mengirimnya di Tanjungpinang, untuk memperpanjang kontrak hingga satu bulan ke depan.
Mereka pun sempat mempertanyakan hal tersebut. Tapi, mereka tampaknya harus menerima. Jika melawan, mereka diancam akan dipukul dan tak diberi makan. Kembali bekerja melayani pria hidung belang harus dilakoni, tanpa menerima uang sepeser pun.
Sampailah pada saat satu bulan berikutnya tiba. Saat meminta kembali dipulangkan, alasan kembali dilontarkan penampung dengan alasan yang sama.
“Kalian kerja baik-baiklah. Kalau kalian baik-baik, saya pulangkan juga dengan baik-baik,” kata penampung yang dipanggil mereka dengan panggilan Koko itu.
Berkat seorang pria yang sepertinya juga bekerja di tempat itu, mereka ditolong kabur. “Daripada kalian dijual lagi, mendingan kalian saya pulangkan,” kata pria tersebut, ditirukan Pi.
Sekitar dua minggu lalu, mereka pun akhirnya dikembalikan ke Indonesia, melalui Batam, dan sehari setelahnya tiba di Tanjungpinang.
“Kami takut-takut. Makanya baru melapor sekarang,” ujar Pi.
Hingga kemarin malam, ketiga wanita tersebut masih berada di Polresta Tanjungpinang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut.

Layani 10 Tamu
Sejak disekap di perumahan milik warga Malaysia itu, baik Pi, Ra, dan Ag tak dapat berbuat banyak. Jangankan bisa keluar rumah, untuk melihat matahari pun mereka mengaku tak bisa.
“Disana kami didekap dalam kamar. Hari-hari dihabisin cuma buat melayani tamu,” ujar Pi menceritakan.
Setiap hari, tak tentu jumlah pria hidung belang yang mereka layani. Bisa enam, bisa juga hingga sepuluh orang tamu. Waktunya tak tentu, bisa pagi, siang, atau juga malam. Pernah juga, Pi mengaku melayani tamu sejak pagi kembali ke pagi lagi. Terkadang, mereka yang sedang terlelap tidur dibangunkan dan dipaksa untuk melayani tamu.
“Uang bayarannya tak dikasih ke kami. Dia yang pegang,” tutur Pi lagi.
Dijelaskan Pi, uang bayaran yang dipatok secara variatif, masing-masing 60 Riinggit Malaysia (RM) untuk dirinya, 50 RM untuk Ra dan 40 Rm untuk Ag, diterima oleh penampung yang lebih tepat jika dikatakan germo.
Awalnya diketahui Pi kalau di rumah itu, hanya ada mereka bertiga. Satu bulan berselang, ada empat wanita lagi datang dan juga melakukan hal yang sama dengan mereka.
“Saya tak tahu mereka dari mana. Yang jelas orang Indonesia,” katanya. Pi dan dua temannya sempat menolak untuk melayani tamu. Tapi mereka malah dipukul oleh si germo itu. Ra, wanita asal Jawa Tengah itu, mengaku mengalaminya.
Tak hanya perlakuan kasar yang mereka terima. Untuk makan pun mereka mengaku hanya sekali. Itu pun malam, sekitar jam sepuluh, dan makan dengan lauk mie.(ame/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: