ABG Cabuli Istri Sepupu 4 Kali

Pinang,ST:Entah setan apa yang merasuki pikiran Za (15). Remaja tanggung ini nekad mencabuli tetangga yang masih terbilang istri sepupunya. Tak hanya sekali, perbuatan itu sudah empat kali ia lakukan sejak setahun silam.
Selasa (6/12) sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, Ry (23), tengah berbaring di dalam kamar tempat tinggalnya di Jalan Kampung Dompak Lama, Desa Dompak Kecamatan Bukit Bestari, bersama anaknya yang masih berumur 11 bulan.
Dalam keadaan setengah tertidur, seketika Ry dikejutkan oleh adanya dekapan seseorang yang langsung menindih tubunya. Pria itu sangat ia kenal. Dia adalah Za, tetangga sekaligus sepupu dari suaminya.
Dengan sekuat tenaga Ry melakukan perlawanan. Namun, Za tak memperdulikan.
Tubuhnya turun naik terus menindih tubuh Ry. Bahkan, sambil terus mendekap itu, ia juga berusaha menggerayangi celana pendek yang Ry kenakan. Ry berusaha meronta menggagalkan usaha itu. Setelah sekitar satu menit adegan berlangsung, Ry yang kalah tenaga seakan tak kuasa menghalau perbuatan Za yang terus mendekap, menindih dan berusaha terus membuka celananya. Ia berteriak sejadi-jadinya meminta tolong.
Sampai teriakan itu didengar Sn (63), ibu mertua Ry. Sn kemudian tergopoh mendatangi asal suara. Alangkah terkejutnya ia menyaksikan pemandangan yang ada dihadapannya waktu itu.
Dengan cepat, ia kemudian langsung menjambak rambut pria yang notabane sebagai keponakannya. “Apalah yang kau lakukan. Itu masih saudaramu,” sergah Sn. Za langsung kabur melarikan diri.
Tak membutuhkan waktu lama kejadian itu dikatahui warga sekitar. Za berhaasil dibekuk, kemudian diserahkan ke Polsekta Bukit Bestari.
Dari keterangan yang diberikan Ry kepada polisi, perbuatan tersebut merupakan kali ke empat yang ia alami. Semuanya dilakukan Za. Dijelaskannya, pertama perbuatan tersebut ia alami pada awal Oktober 2004. Saat itu ia dalam keadaan hamil tujuh bulan. Kedua pada akhir Pebruari 2005, ketiga bulan September, dan terakhir yang dialaminya kemarin.
Kesemua perlakuan cabul Za itu dialaminya saar Ry berada di dalam kamar. Demikian juga waktunya. Dari keempat perbuatan tersebut, Za selalu memilih waktu siang. Dimana saat An, suami Ry, sedang tidak berada di rumah.
Dikatakan Ry, dalam melakukan perbuatan Za tak melakukan pengancaman terhadap dirinya. Hanya saja, diakui Ry, mulutnya pernah didekap agar tak berteriak pada saat ia mengalami perbuatan cabul yang ketiga kalinya.
Rupanya, perlakuan Za itu pada dasarnya sudah diketahui bahkan dipergoki oleh penghuni rumah tempat Ry tinggal. Mungkin atas dasar pertimbangan masih memiliki hubungan keluarga, pihak keluarga lebih memilih memendam dan menutupi kejadian yang dianggap aib itu. Tapi tampaknya perbuatan Za itu tak dapat ditolerir lagi. Pemuda yang bekerja di Kelong yang ada di daerah tersebut, dengan terpaksa diserahkan penanganannya ke pihak kepolisian.
Kapolsek Bukit Bestari Iptu Yayan Koko S, melalui Kanit Reskrimnya Bripka Dulatif mengatakan, Za hingga tadi malam masih diamankan. “Tersangka diamankan untuk dimintai keterangannya,” kata Dulatif tadi malam.

Saya Menyukainya
Mengenakan kaos biru dipadu celana bola putih, Za (15), remaja yang hanya mengenyam pendidikan sebatas tingkat sekolah dasar itu tampak termenung di dalam sel tahanan Polsekta Bukit Bestari. Rambutnya pendek, wajahnya cukup tampan meski tampak ditumbuhi jerawat.
Tadi malam, dari balik jeruji besi, anak kelima dari 11 orang saudara ini mengakui telah berbuat cabul. Dia juga mengaku kenal dekat dengan Ry. Bahkan, ia katakan kalau wanita yang dicabulinya itu adalah istri dari sepupunya sendiri.
Kepada wartawan koran ini Za bersedia diwawancarai. Berikut petikan wawancaranya:

Anda Kenal dengan Ry?
Kenal. Dia istri anak paman saya.

Benar kalau Anda telah mencabuli Ry?
Iya.

Berapa kali? Kapan?
Empat. Waktunya Saya tak ingat lagi. Semuanya siang. Yang terakhir siang tadi (Selasa 6/12, sekitar pukul 11.00 WIB, red)
Anda mengaku telah empat kali melakukannya. Dimana?
Semua di kamar dia.

Bisa diceritakan bagaimana Anda melakukan yang terakhir kali?
Waktu itu Saya di Kelong. Saya Menghayal. (Lalu terdiam)

Menghayal Apa?
Menghayal sama dia (Ry, red).

Lalu?
Saya tak tahu apa dipikiran saya waktu itu. Saya lalu mendatangi dia. Waktu itu rumah sepi. Saya lalu masuk kamar. Saya liat lagi tidur. Posisinya miring. Kemudian saya dekap.

Dia melawan?
Iya. Dia juga teriak. Lalu datang bibi. Saya lari.

Waktu Anda melakukan itu. Apakah Anda punya niat lebih. (Maaf), maksudnya melakukan perbuatan sampai menggaulinya?
Tidak. Tak tahu lah. (kemudian tertunduk).

Anda punya pacar?
Tak ada.

Ada rasa suka atau ketertarikan dengan Dia?
(Terdiam sejenak, kemudian mengangguk) Iya.

Wawancara diakhiri. Selain mengungkapkan jawaban tersebut. Za mengaku menyesal atas perbuatannya. Remaja itu juga mengaku tak tahu apa yang ada dipikirannya hingga melakukan perbuatan tersebut.(ame/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: