Calo TKW Divonis 3 Tahun

Karimun,ST:Bahrum bin Makmur, seakan tak percaya saat mendengar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun. Pasalnya, ia diganjar hukuman kurungan selama 3 tahun dan denda Rp5 milyar subsidair 2 bulan kurungan. Hukuman tersebut harus dijalaninya lantaran ulahnya yang mencoba memperdagangkan wanita yang salah seorangnya masih di bawah umur jadi TKW di Malaysia.
”Saya keberatan Pak Hakim” kata Bahrum seusai hakim ketua Supeno SH MH membacakan amar putusannya dalam sidang yang digelar Kamis lalu. Supeno yang didampingi Khairil Anwar SH dan Santosa SH tersebut menjerat terdakwa dengan Undang-undang No 29 tahun 2004 tentang ketenagakerjaan. Putusan majelis hakim tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan JPU Ferdin Cahyadi SH yang menuntut terdakwa 5 tahun penjara dan denda Rp5 milyar subsidair 30 bulan kurungan.
”Keberatan pak,” jawab Bahrum lagi saat kembali ditanya Supeno, majelis sempat bingung dengan jawaban terdakwa, pasalnya saat ditanya apakah ia akan banding, pikir-pikir atau menerima, Bahrum malah berulang-ulang mengucapkan kalimat “keberatan”. Setelah dijelaskan, bahwa kalau memang ia keberatan, maka ada dua pilihan, banding atau pikir-pikir, ”Jadi kamu pilih yang mana?” tanya Supeno lagi. ”Pikir-pikir Pak Hakim,” jawabnya mantap.
Bahrum merupakan tersangka yang ditangkap polisi pada 29 Juli 2005 lalu terkait terkuaknya kasus empat Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dibawanya dari Kerinci Jambi untuk dipekerjakan di Malaysia, dalam hal ini Bahrum bertindak sebagai calo TKW, sehingga majelis hakim dalam amar putusannya, menyebutkan kalau perbuatan terdakwa menjadi perantara para TKW tersebut dan dipindahkan ke tangan orang lain, adalah perbuatan melanggar hukum dan harus diganjar dengan hukuman kurungan.
Karena itu, sesuai Undang-Undang No 29 tahun 2004 tersebut, maka terdakwa harus dihukum 2 tahun penjara, selain itu terdakwa juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp5 milyar, jika denda tersebut tidak dibayar, maka wajib diganti dengan kurungan selama 2 bulan. Selain itu, terdakwa juga dibebankan biaya perkara sebesar Rp1000.
Seperti dirilis Koran ini beberapa waktu lalu, empat TKW yang akan dipekerjakan di Malaysia tersebut, masing-masing Delini umur 15 tahun namun dimanipulasi jadi umur 26 tahun Suhaida (35), Leviarna (26) dan Enita. Keempatnya merupakan warga Kerinci dan memiliki paspor Imigrasi Jambi. Jelang keberangkatan mereka ke Malaysia, Bahrum kebagian tugas membawa keempat TKW tersebut dari Jambi ke Tanjungbalai Karimun. Bahrum sendiri dibayar sebesar Rp600 ribu perkepalanya, jika berhasil mengangkut para TKW tersebut.(rdi/pmkarimun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: