Dipaksa Jual Tubuh Tanpa Bayaran

Pinang,ST:Lain yang diharap, lain yang terjadi. Itu biasa sebagai dilema hidup. Tapi kalau yang terjadi dipaksa dijual diri, tentu takkan terima. Karena itulah wanita asal Semarang-Jawa Tengah, Sabtu (17/12) kemarin mendatangi kantor polisi untuk melaporkan yang dia alami.
Katakanlah wanita itu bernama Lara (23). Seperti yang disampaikannya kepada polisi, ia mengaku datang ke Tanjungpinang, karena dibawa seseorang berinisial Si yang menjanjikannya bekerja sebagai pelayan di kafe, pada pertengahan September lalu.
Memang benar apa yang di janjikan Si kepada Lara. Sehari setelah berada di Kota Gurindam ini, ia kemudian diantar ke seorang wanita pemilik kafe yang terletak di Bintan Plaza, berinisial Ri.
Yang dirasa janggal oleh Lara, waktu menyerahkan itu Si menerima uang senilai Rp1,8 juta dari Ri. Untuk membuang jauh pikiran macam-macam waktu itu, Lara beranggapan kalau uang itu sebagai uang jasa karena telah mencarikan pekerja di kafe milik Ri.
Keesokan harinya Si segera bekerja. Tapi pekerjaan yang diterima Lara dirasa jauh dari anggapannya semula. Bukan hanya melayani pesanan yang diminta tamu, ia juga dipaksa majikan barunya untuk memberikan “servis ranjang” kepada si tamu yang bersedia membokingnya.
Awalnya menolak. Lantaran dipaksa, Lara akhirnya manut juga. Ia pun akhirnya melayani setiap tamu yang akan memboking dirinya.
Hari-hari beriikutnya dijalankan sama seperti yang dikerjakan Lara pada awalnya. Melayani pesanan makan atau minuman, juga melayani bokingan. Tapi loyalitas Lara tak seimbang dengan apa yang diberikan majikannya bekerja. Setiap memberikan “servis luar”, sepeserpun uang diterima Lara sebagai hasil lelahnya.
Lara tak terima. Siang kemarin, ia nekad melaporkan apa yang dialaminya ke Polresta Tanjungpinang. Kini kasus tersebut tengah ditangai polisi dengan menjadikan kasus yang dialami Lara sebagai kasus perdagangan manusia, dan menjadikan Si dan Ri sebagai tersangkanya.
Sementara itu Ri yang dijumpai tadi malam di Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang tampak terduduk lemas di temani sejumlah koleganya, wanita yang diduga menjual Lara membatah atas tuduhan polisi yang dialamatkan padanya. Wanita berambut pendek dan bertubuh kecil ini mengaku semua itu sudah di sampaikan sebelumnya pada Lara tentang pekerjaan apa yang akan di gelutinya di cafe tersebut.
”Saya sudah kasih tau dia tentang kerjanya dan dia mau bersedia kok,” ujar wanita ini sambil beranjak pergi sambil menyembunyikan wajahnya dari sorotan kamera.
Kapolresta Tanjungpinang AKBP Drs Arief Sulistiyanto Msi melalui Kaur Binops Polresta Tanjungpinang Iptu Asmur membenarkan adanya laporan tersebut, dan saat ini pihaknya masih memintai keterangan dari beberapa saksi termasuk Ri, pemeriksaan sendiri terlihat maraton hingga pukul 01.00 WIB beberapa saksi masih dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib (ame/oni/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: