Hanya Nafas Tersisa

Batam,ST:Lagi-lagi puluhan tenaga kerja wanita (TKW) disiksa di negara jiran Malaysia. Ada yang dipaksa makan daging babi, disiram air pa-nas, atau dipaksa bekerja sampai larut malam. Sebanyak 20 wanita itu memilih kabur dan kini ditampung di Dinas Sosial Kota Batam. Seorang stres.
Wajah wanita itu kuyu dan lelah. Namun, sebersit harapan muncul setelah mereka berada di Batam. Kini, mereka menunggu dipulangkan ke kampung halaman, atau dijemput keluarganya. Diperlakukan tak manusiawi, sebanyak 20 orang TKW ini memilih kabur dari majikannya di Malaysia.
“Ketika melarikan diri, semua tubuh saya hancur. Hanya nafas saya yang tersisa,” cerita Imas (20), salah seorang TKW asal Ciamis, Jawa Barat, yang lari dari majikannya di Malaysia, tempat ia bekerja. Cewek berkulit kuning itu mengaku sering disiksa oleh majikannya. Wajahnya disiram dengan air sisa babi yang baru saja dimasak.
Menurut wanita berambut pendek itu, ia sudah bekerja hampir tiga bulan tanpa gaji. Ia bekerja di negeri jiran itu lantaran ajakan pamannya sendiri. Imas mengaku kerap mendapat perlakuan yang sangat tak manusiawi dari majikannya. Setiap hari ia dipaksa memakan daging babi. Padahal, majikannya tahu cewek asal Ciamis, Jabar itu beragama Islam. “Setiap kali saya menolak, saya disiram air bekas memasak babi yang masih panas,” katanya kepada POSMETRO, Sabtu (19/11) sambil meneteskan air mata.
Tak tahan diperlakukan seperti itu saban hari, ia memutuskan lari dari rumah majikannya. Malam hari, ia lompat dari pagar begitu ada kesempatan. Alhasil, kaki kanannya keseleo dan bengkak-bengkak. Tangannya mengalami lecet karena gesekan tembok. Setelah berhasil kabur kemudian ia mencari kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) yang berada di Malaysia. “Saat saya lari, muka saya masih hancur. Kaki dan tangan saya pun bengkak karena lompat dari tembok,” katanya lagi dengan nada tersendat-sendat menahan tangis.
Hal yang sama juga dialami Sumiati (42), wanita asal Lumajang, Jawa Timur. Ia menceritakan, dirinya terpaksa lari dari rumah majikannya di Malaysia, karena hingga sembilan bulan bekerja, belum juga mendapat gaji. Setiap hari ia juga mengaku mendapat siksaan. Tamparan, tendangan dan pukulan sang majikan sering mendarat di wajah dan tubuhnya. Saat di temui di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, wanita itu masih terlihat trauma. “Saya berkali-kali dihantam oleh majikan,” katanya, memelas.
Retno (25), cewek asal Cilacap, Jawa Tengah yang juga bekerja di negeri seberang tersebut membenarkan cerita temannya. Cewek berambut lurus itu menceritakan, ia terpaksa kabur dari rumah majikannya karena mendapat siksaan. Ia juga harus bekerja hingga 19 jam setiap hari. Pagi harinya ia harus bekerja di sebuah restoran, malam harinya ia harus membereskan dua rumah milik majikannya. “Kerja dari jam tiga pagi sampai jam sebelas malam,” ceritanya
Dari ke-20 TKW itu tiba di Dinsos sejak Jumat (18/11) malam. Hingga berita ini diturunkan, hanya tinggal dua belas orang yang masih menunggu kepulangan. Sementara delapan wanita lainnya sudah dijemput masing-masing keluarganya. “Yang tersisa tinggal dua belas orang. Sisanya sudah dijemput kok,” kata Zukfikar, salah seorang pegawai kantor Dinsos Kota Batam. (cr6/cr4/f-cr6/pmbatam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: