Penjual Bayi Ditangkap Polisi

Piang,ST:Riska merasa senang ada yang membantu memberi tumpangan dan membiayai persalinan anaknya. Namun ia tak mau ketika diminta membayar kebaikan itu dengan menyerahkan anak yang baru dilahirkannya.
Riska hanya salah satu dari beberapa ibu hamil yang dibantu pasangan Margi dan Rumbaidah. Suami istri ini diduga hendak menjual bayi-bayi wanita yang dibantu persalinannya. Kemarin, Jumat (11/11) jajaran Polresta Tanjungpinang berhasil mengagalkan upaya tersebut dari tempat penampungan mereka di jalan RH Fisabililah.
Kapolresta Tanjungpinang AKBP Drs Arief Sulistiyanto Msi melalui Kasat Reskrim Polresta Tanjungpinang AKP Herry Herjawan Sik membenarkan adanya penangkapan terhadap Margi dan istrinya yang bernama Rumbaidah oleh jajarannya, suami istri ini ditangkap karena diduga akan menjual para bayi-bayi tersebut.
Menurut Herry terungkapnya kasus ini setelah pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat lewat telepon buser on line kalau ada empat bayi yang akan dijual di penampungan tersebut. Mendapat pengaduan masyarakat tersebut anggota Opsnal Polresta Tanjungpinang langsung bergerak dan berhasil mengamankan pasangan suami istri ini bersama empat bayi yang masih mungil-mungil di penampungan tersebut.
Ditambahkan Kasat modus yang dilakukan oleh Margi dan istrinya adalah dengan cara berpura-pura membantu para TKW yang dideportasi dari Malaysia mulai bulan Agustus dan Oktober lalu. Para TKW hamil tua yang ditampung di BLK KM 8 lalu dibawa ke rumah Margi dan di sinilah pria ini membiayai semua biaya persalinan dan kebutuhan bayi tersebut.
”Kepada orangtua si bayi juga dijanjikan akan dibantu mengurus semua paspor dan semua surat-surat untuk masuk Malaysia kembali namun dengan catatan harus menyerahkan anaknya terlebih dahulu pada Margi,” tambah Herry.
Sementara itu Margi yang dijumpai membantah kalau dirinya akan menjual bayi-bayi tersebut menurut pria ini dirinya hanya bermaksud membantu para wanita-wanita tersebut apalagi mereka ingin kembali masuk ke Malaysia.” Bayi-bayi itu mau saya ambil anak, saya membantu saja,” ujar pria ini dengan serius.
Salah seorang orang tua si bayi Riska (21) mengaku dirinya sangat terkekang selama berada di rumah Margi hal ini karena Margi dan istrinya selalu melarang untuk keluar dari rumah semenjak anaknya lahir dan kalau Riska mau keluar rumah harus seizin istri Margi.
”Saya tak boleh kemana-mana hanya berada di dalam rumah saja sambil ngendong anak saya,” tutur wanita ini.
Riska makin bingung saat Margi menawari dirinya untuk berangkat ke Malaysia, Riska sebenarnya sudah setuju apalagi kalau di Malaysia nanti dirinya bisa bertemu dengan sang suami lagi namun tiba-tiba saja Riska mengurungkan niatnya karena Margi berjanji akan memberikan bantuan Riska ke Malaysia asalkan anaknya diserahkan pada Margi.
”Didalam surat tersebut tertulis kalau anak yang saya lahirkan bukan lagi anak saya melainkan anak pak Margi,” tambah wanita ini.
Kini Margi dan istrinya masih diamankan di Mapolresta Tanjungpinang dan menjalani pemeriksaan dari pihak yang berwajib, atas perbuatannya tersebut pasangan suami istri ini diancam pasal 83, 79 UU no 23 Thn 2002 tentang perlindungan anak.(oni/ron/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: