Tersangka Mucikari Ditangkap

Pinang,ST:Rini, seorang mucikari, resmi ditahan polisi. Wanita yang juga diketahui pemilik kafe di kawasan Bintan Plaza ini dituduh telah melakukan pemaksaan terhadap seorang wanita untuk melayani birahi pria langganannya. Sementara, salah seorang lagi, bernama Sri, saat ini masih diburu petugas.
Kapolresta Tanjungpinang AKBP Drs Arief Sulistiyanto Msi, kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Minggu (18/12) kemarin menjelaskan penahanan terhadap Sri.
Menurut Kapolresta, terbongkarnya kasus perdangan wanita ini berkat penyidikan yang dilakukan oleh anggota intel Polresta Tanjungpinang. Berawal dari situ, polisi akhinya berhasil mendapatkan Lara (23), sebagai korban perdagangan wanita yang terpaksa harus merelakan tubuhnya dinikmati pria hidung belang yang menginginkannya. Selain berhasil mendapatkan Lara, polisi juga berhasil menangkap Rini yang diduga kerap memperjualbelikan wanita untuk dikerjakan sebagai Pekerja Sek Komersial (PSK).
Ditambahkan Arief, dalam melancarkan aksinya, Rini menggunakan cara memberikan hutang dan tanggungan kepada korban Lara dengan tujuan agar apa yang dikendaki Rini terlaksana, yaitu berusaha melunasi hutang dengan cara melayani tamu dengan cara berhubungan badan.
Namun, uang hasil kerja Lara tersebut, tidak diterimanya. Melainkan diserahkan kepada Rini yang dianggap sebagai pembayaran hutang. Meski sering kali melakukan hubungan badan, ternyata hutang-hutang Lara belum dianggap Rini lunas juga, hingga mengakibat Lara tertekan dan terpaksa melakukan pekerjaan tersebut hingga berulang-ulang.
Menurut Kapolresta lagi, dari hasil penyidikan yang dilakukan polisi, selama bekerja sebagai PSK, Lara mengaku tidak pernah menerima uang dari hasil jerih payahnya tersebut. Bahkan, menurut keterangan Lara lagi, masih ada beberapa temannya yang saat ini berada di Singapura yang kesemuanya bekerja seperti dirinya, juga atas perintah dari Rini.
Atas perbuatan tersebut, Rini akan dihadapkan dengan pasal 378 dan atau Pasal 297 dan pasal 296 KUH Pidana tentang Penipuan dan atau memperdangangkan perempuan atau mucikari dengan ancaman hukuman 5 tahun ke atas.

Kemauannya Sendiri
Sementara itu Rini yang dijumpai di Sat Reskrim Polresta Tanjungpinang, mengatakan dirinya tidak memperdagangkan perempuan. Menurut Rini, Lara bekerja pada dirinya sekitar bulan September 2005. Dan saat itu Lara sudah mengetahui kalau dirinya akan dipekerjakan sebagai pelayan kafe plus pelayan tamu di atas ranjang.
Rini juga membatah kalau dirinya memaksa Lara untuk bekerja sebagai wanita penghibur atau melayani tamu di atas ranjang, karena paksaan dirinya. Ditambahkannya pula, semua yang dilakukan oleh Lara adalah kehendak Lara sendiri, untuk membayar hutang pada dirinya yang totalnya mencapai Rp 3,5 juta lebih.
Rini mengakui kalau sekitar bulan September lalu, Lara yang sudah lebih dari 10 kali menerima bokingan dari tamu pengunjung kafe tersebut berangkat ke Singapura. Keberangkatan Lara ke Singapura adalah untuk bekerja sebagai PSK. Dan Rini juga membenarkan semua administrasi dan perlengkapan keberangkatan Lara atas bantuan dirinya.
“Saya nembak Paspornya di Imigrasi Tanjungpinang. Pengurusannya selama tiga hari, dan saya harus bayar Rp 1,5 juta untuk itu, tanpa KTP paspor bisa keluar,” katanya.(oni/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: