5 TKW Kabur dari Majikan

Batam,ST:”Setiap hari disuruh masak dan makan babi. Belum lagi, makian dan tamparan kami terima setiap hari,” kenang Nur Hasanah (25), TKW yang lari dari majikannya di Johor, Malaysia.
Nur Hasanah menceritakan ikhwal penderitaan yang dialaminya selama di Malaysia, di ruang penampungan Dinas Sosial (Dinsos) Sekupang, Selasa (24/1) siang. Nur Hasnah merupakan satu dari lima TKW yang terpaksa kabur, dan tiba di Dinsos, Senin (23/1) sekitar pukul 14.30 WIB.
Diceritakannya, belum genap tiga bulan bekerja, ia sudah merasakan penderitaan, dianiaya majikannya setiap hari. Ia mengaku dipekerjakan di sebuah kedai tanpa batas waktu. Bahkan, tak jarang harus bekerja dari pagi hingga dini hari. “Kerjanya non stop,” kata wanita berkulit sawo matang itu polos.
Makian dan perlakuan kasar tersebut ia terima sejak awal bekerja di kedai tersebut. Ceritanya, saat itu ia diperintah untuk mematikan kipas angin. Karena di dalam kedai itu terdapat banyak saklar lampu dan kipas angin. Karena bingung, ia salah memijit sakelar. Akibatnya, yang mati justru salah satu lampu. “Dia menyuruh saya matikan kipas. Saya keliru mijit lampu, langsung ditonjok berkali-kali,” tukas Nur Hasanah.
Meski setiap hari wanita beranak satu itu mengaku dihajar majikan, namun ia masih bersyukur. Pasalnya, beberapa temannya yang sama-sama bekerja di kedai itu, merasakan penderitaan yang lebih mengenaskan.
Masih cerita wanita berambut lurus itu, setiap hari, beberapa temannya juga tak lepas dari siksaan sang majikan. Bahkan, pemukulan yang dilakukan tehadap beberapa temannya tak jarang memakai kayu dan besi. “Pernah teman saya dipukul pakai sapu besi sampai sapunya bengkok,” tukas wanita yang mengaku kapok tak mau lagi bekerja di negeri orang itu.
Perlakuan tak manusiawi sang majikan, juga dialami Ida (24), wanita asal Subang, Jawa Barat yang dipekerjakan di salah satu panti jompo di Johor. Ia mengaku disuruh masak dan makan babi. Padahal, seumur-umur ia tak pernah memakannya, karena dilarang agama.
Karena dalam agamanya daging tersebut haram, Ida menolak. Namun majikannya terus memaksa. Sampai Ida diancam bakal dipukul jika tidak mau menuruti keinginan majikannya. Akhirnya, dengan terpaksa ia memakan daging babi tersebut.
“Memang biadab mereka. Setiap hari saya juga diperintah seperti binatang,” sahut wanita berkulit kuning langsat itu kesal.
Sejak awal, ia mengaku kaget dengan pekerjaan yang digelutinya. Pasalnya, PJTKI yang memberangkatkannya, semula menawarkan pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga pada majikan yang beragama Islam. “Tahunya saya dipekerjakan sama orang tak ber-Tuhan,” katanya dengan mata mulai berkaca-kaca.
“Memang (maaf) bangsat..bangsat..!” hardiknya berkali-kali dengan wajah memerah.
Dengan nada lirih, wanita beranak dua itu menambahkan, karena merasa tak kuat, ia memutuskan kabur. Pagi buta, ia keluar dari rumah majikan, untuk melarikan diri. “Waktu itu Subuh dan sepi. Saat itulah saya kabur,” ujar Ida, kali ini menunduk.
Dari lima TKW yang kini berada di Dinsos, Sekupang, kini tinggal tiga orang saja yang masih di sana. Sedangkan dua wanita lainnya, sudah dijemput keluarga dekatnya. “Yang dua orang sudah dijemput keluarganya. Ketiga orang lainnya, akan dipulangkan besok,” terang salah seorang pegawai Dinsos. (pmbatam)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: