Anak Tolak Perintah, Ibu Main Pukul

Belakangpadang,ST: Lagi-lagi, seorang anak menjadi pelampiasan kemarahan ibu kandungnya. Gara-garanya pun sepele dan klasik, sang anak enggan disuruh.
Layaknya orang kerasukan setan, Yayuk Rahayu (31), menghajar putra kandungnya sendiri, Muhammad Andreansyah (6), Rabu (25/1) sore.
Akibatnya, bocah laki-laki yang masih duduk di bangku Taman kanak-kanak Bhayangkari Belakang Padang itu, menderita luka memar di mulut, punggung, paha, serta leher. Di bagian belakang kepala bocah yang masih polos itu, juga mengalami luka robek dan bengkak-bengkak.
Hanya tangisan yang keluar dari mulut bocah lugu itu untuk menahan rasa sakitnya. Meski begitu, ikat pinggang dan sapu yang dijadikan senjata alat memukulnya pun, tak juga menjauh. Semakin lantang tangisan bocah itu, semakin keras pula pukulan yang dilayangkan ibunya. Hingga hampir seluruh tubuhnya dipenuhi memar dan luka.
Di ceritakan Kepolsek Belakangpadang melalui Kanit Reskrim, Aipda Hasbi Lubis, sekitar pukul 15.30 WIB, layaknya anak-anak lainnya, Andre (sapaan bocah cilik itu), tampak masih asik bermain. Entah punya keinginan apa, Yayuk, ibundanya, memanggil dan menyuruh Andre melakukan sesuatu.
Namanya bocah yang lagi asik bermain, wajar jika Andre enggan melaksanakan titah wanita yang tinggal di Kampung Rawansari, Belakang Padang itu.
Mendengar anak laki-lakinya itu menolak, wanita asal Madiun, Jawa Timur itu seperti kerasukan setan. Dengan mengambil sebuah ikat pinggang, Andre langsung dihajarnya bertubi-tubi.
Tak puas dengan itu, istri Abdul Ghani itu justru mengambil sapu. Lagi-lagi alat untuk membersihkan lantai itu pun, digunakan menghajar putra kandungnya sendiri.
Teriakan lantang putra pertamanya itu, seolah tak mengetuk iba hati wanita itu. Bahkan, Andre justru dihajarnya layaknya binatang. Nasehat para tetangga untuk menghentikan penganiayaan itu pun, tak juga masuk ke telinga Yayuk.
Akibatnya, bocah lucu itu mengalami luka memar dan bengkak hampir di seluruh tubuhnya. Beruntung penganiaan itu tidak sampai jauh. Pasalnya, tetangga yang tak tega melihat itu, langsung melaporkannya ke Polsek setempat.
Mendengar laporan penganiayaan itu, Tim Reskrim Polsek Belakangpadang, langsung meluncur ke lokasi penganiayaan. “Setelah ada laporan, saat itu juga ibunya langsung kami amankan,” ujar Hasbi bernada kesal.
Masih cerita Hasbi, penganiayaan yang dilakukan Yayuk terhadap putra pertamanya itu bukan pertama kalinya. Penganiayaan itu ternyata dilakukan Yayuk berulangkali. Bahkan, kata Hasbi, Andre juga sering dihajar sambil diikat tangannya. “Kalau dihajar sering. Bahkan tak jarang tangannya sambil diikat,” ungkap Hasbi semakin kesal.
Kekesalan juga diungkapkan AKP Budhi Rayadi, Kapolsek Belakanpdang. “Langsung kami sel ibunya. Jengkel saya mendengar itu,” kata Budhi kesal hingga menyerahkan keterangan kasus tersebut kepada Kanit Reskrim.
Ditambahkan Hasbi, atas kejadian tersebut Yayuk harus bersiap-siap menerima ancaman hukuman 5 tahun penjara. Wanita beranak dua itu akan dijerat Undang-undang Nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga.  “Kita ancam dengan pasal tunggal itu saja,” imbuh Hasbi masih bernada kesal.
Lebih lanjut Hasbi menghimbau, bagi masyarakat umumnya untuk mengetahui bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya dilakukan suami terhadap istrinya. “Kekerasan ibu terhadap anaknya, majikan terhadap pembantunya juga termasuk kekerasan dalam rumah tangga,” imbuh Hasbi serius.
Seringnya penganiayaan yang dilakukan Yayuk terhadap putra kandungnya sendiri, ternyata diketahui Abdul Ghani, suaminya.
Namun, meski tahu putra pertamanya sering dihajar tak manusiawi, Ghani tampaknya sudah angkat tangan. Pasalnya, beberapa kali Ghani menegur, Yayuk tak pernah menggubris. “Suaminya tahu kalau Andre sering dihajar. Tapi, suaminya itu tak berani sama istrinya,” kata Kanit Reskrim Belakangpadang, Aipda Hasbi Lubis, menceritakan.
Ditambahkan Hasbi, Abdul Ghani yang diketahui Warga Negara (WN) Singapura itu, hanya bisa marah-marah ketika mendengar anaknya dihajar tak manusiawi oleh istrinya. Namun, kemarahan yang dilontarkan Ghani, tak pernah menjadi penghalang bagi Yayuk melampiaskan kemarahannya kepada Andre. “Marah-marah suaminya. Tapi ya, hanya sebatas itu saja,” tukas Hasbi bernada sedikit kecewa.
Penganiayaan terhadap bocah laki-laki yang masih lucu itu, tampaknya mengundang perhatian khusus Kapolsek maupun Kanit Reskrim Polsek Belakangpadang.
Sikap tersebut terlihat dari keprihatinan yang amat dalam atas peristiwa yang menimpa bocah tak berdosa itu. “Saya jengkel dengar informasi itu. Makanya langsung kami masukkan sel ibunya,” tukas Budhi Rayadi.
“Kami kasihan nengoknya. Masak bocah masih kecil dihajar seperti itu,” ujar Hasbi Lubis senada dengan Kapolsek.(cr6/cr12/pmbatam)

3 Responses to Anak Tolak Perintah, Ibu Main Pukul

  1. farida says:

    Oh, ada juga ya website tentang perdagangan perempuan? Memang mas webmaster, lelaki itu kurang ajar!!! Kurang ajar!!!! SETUJU!!!!!!!!!!!!!!

  2. BELLA KIRANA says:

    gila tuh ibu>>>>>>>>>>>>>

    aku juga pernah di gituin sama ibu aku?

    tpi aku mengangap ibu aku tuh sayang sama aku,tpi ibu aku tuh keterlaluan, dia pernah bilang aku bukan manusia melainkan

    ANJING!!!!!!!!!

  3. aq hera,kox ada ya ibu sekejam itu ma anak kandungnya sendiri,apa ia gx pernah merasa melahirkannya.gx abis fikir,ibu macam apa itu gx punya perasaan sama sekali.aq sebagai seorang anak juga bisa merasakan bagaimana sakitnya menjadi seorang anak yg tax mendptkan kasih sayang dari ortu apalagi ampe di aniaya.benar2gx abis pikir….!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: