Pati Kantong Perekrutan TKI

Surakarta, ST: Tenaga kerja wanita yang akan berangkat ke luar negeri berisiko tinggi mengalami trafficking (perdagangan manusia). Sebab, menurut Ir Retno Setyowati Gito MS, mereka biasanya menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan janji perekrutnya.
”Sebelum berangkat biasanya TKW dijanjikan mendapat gaji besar, tapi kemudian uangnya tak diberikan dengan alasan untuk biaya perjalanan, pembuatan paspor dan lain-lain. Pengelabuhan atau penipuan itu sudah termasuk unsur trafficking,” kata Technical Advisor Child in Need Special Protection (CNSP) UNICEF itu, Minggu (5/2).
Dia yang juga Ketua Pusat Penelitian Kependudukan Universitas Sebelas Maret Surakarta menjelaskan, trafficking bukan selalu menyangkut pelacuran. Namun perdagangan manusia itu mencakup berbagai unsur, seperti penipuan atau pengelabuhan, penempatan yang tidak sesuai janji, pemaksaan, dan tidak ada persetujuan dari orang bersangkutan.
”Selain itu, ada beberapa kasus pengiriman TKW ke luar negeri yang menyangkut pemalsuan umur. Misalnya, untuk menjadi pembantu rumah tangga di Malaysia umurnya minimal 21 tahun. Maka untuk menyiasati, bagi calon TKW yang umurnya belum memenuhi, lalu dituakan. Ini kan sangat rawan,” tandasnya.
Padahal, lanjut dia, di Jawa Tengah ada sembilan kota/kabupaten yang menjadi kantong perekrutan dan pengiriman TKW. Kota/kabupaten itu di antaranya Cilacap, Brebes, Pati, Grobogan, Solo dan Semarang. Guna menangani persoalan-persoalan trafficking, termasuk kerentanan bagi TKW yang akan ke luar negeri, Pemprov Jateng didukung Unicef telah membentuk Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak. Menurut Retno, komisi yang terdiri atas unsur pemerintah, LSM dan perguruan tinggi tersebut bersekretariat di Kantor Bapeda Jateng.

Jaringan
Setelah rencana strategis komisi tersebut rampung dibahas yang targetnya akhir Februari nanti, selanjutnya KPPA akan mengadakan sosialisasi dan advokasi ke seluruh kota/kabupaten di Jateng. Sejalan hal itu, sekaligus akan dibuat jaringan KPPA di 35 kota/kabupaten.
”Pelaksanaanya ditargetkan akan jalan tahun 2006 ini juga. Berkait anggaran, rencananya dimintakan alokasi dari APBD setempat dan bantuan dari lembaga donor seperti Unicef, ILO atau donor lain,” tuturnya.
Dia mengemukakan, saat ini pihaknya melakukan pendataan terhadap kelompok-kelompok masyarakat yang berisiko menghadapi trafficking. Selanjutnya, dengan data itu KPPA melakukan pendekatan demi meningkatkan pemahaman terhadap anak-anak dan keluarganya mengenai bahaya trafficking.
”Kita akan melakukan pendampingan kepada anak-anak drop out, anak-anak dari keluarga miskin dan keluarga bermasalah atau broken home. Harapannya, tentu saja agar tindakan trafficking bisa ditekan,” ujarnya.

sumber:suara merdeka

One Response to Pati Kantong Perekrutan TKI

  1. afian says:

    Wah, ini situs bagus kalau konsisten mengupdatenya. Kayaknya, Kepri itu kok ngeri amat ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: