Irma Kabur dari Penampungan

Pinang,ST:Irma (19) TKW asal Bayuwangi nekad kabur dari penampunganya PT Atris Insan Madani, Jalan Kendal Sari Gg Kemang Sari I nomor 38 RT I RW IX Kelurahan Sungai Jang, Kecamatan Bukit Bestari karena merasa ditekan oleh pemilik penampungan. Dengan menggunakan kain-kain yang dililit seperti tali, gadis muda ini terjun dari tembok yang tingginya sekitar 6 meter Kamis (9/10) sekitar pukul 03.00 WIB.
Tak ada yang dapat dilakukan oleh Irma kecuali hanya merintih kesakitan dan sesekali memanggil-manggil adik sepupunya yang masih berada di penampungan tersebut. Dsengan langkah kaki yang gontai dan tubuh penuh dengan luka, Irma yang malam tadi mengunakan jilbab warna coklat berusaha mencari bantuan ke beberapa rumah warga yang tak jauh dari penampungannya. Beberapa pengurus Yayasan Panti Asuhan Umi Al-Fitrah yang malam itu melaksanakan salat Tahajud terkejut saat melihat wanita berbaju merah ini tampak lemas tak berdaya.
Karena luka-luka yang dideritanya usai lompat dari penampungan yang dikelilingi dengan tembok setinggi 6 meter yang penuh dengan pecahan kaca pada pagar tembok, Irma langsung pingsan tak sadarkan di musala Panti Asuhan Umi Al-Fitrah tersebut.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan Ketua Yayasan Umi Al-Fitrah Hj Wahyu Adrajakti dan Ustad Khomarudin Sag langsung menghubungi pihak yang berwajib.”Kami takut terjadi apa-apa, apalagi asal usul wanita ini kami tak tahu, ya kami lapor polisi,”ujar Hj Wahyu Adrajakti atau yang lebih di kenal dengan nama Umi Ayu.
Anggota Opsnal Polresta Tanjungpinang yang mendapat laporan tersebut langsung mendatangi Panti Asuhan. Irma yang sadar dari pingsanya langsung menceritakan apa yang dialaminya pada polisi. Tanpa banyak bicara anggota Opsnal langsung bergerak menuju rumah cat kuning no 38, di rumah tersebut polisi mendapatkan kurang lebih wanita 20 orang TKW yang terkurung di rumah tersebut. Melihat kehadiran polisi beberapa TKW langsung meminta tolong dikeluarkan dari rumah tersebut.
”Saya juga mau lari saja, saya sudah tak betah lagi tolong kami pak polisi,”ujar beberapa wanita tersebut.
Saat di lakukan penggeledahan FR sang pemilik penampungan sedang tidak berada di tempat, menurut wanita yang mengaku sebagai istri FR, suaminya sedang tidak ada di rumah.
”Suami saya ada di Jakarta kantor TKW ini di sana, di sini rumahnya saja,”ujar wanita yang enggan menyebutkan namanya. Oleh polisi wanita tersebut langsung diamankan di Mapolresta untuk dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib.
Dari Kantong celana Irma, Polisi menemukan surat yang akan ditujukan pada orang tuanya yang berada di kampung. Dalam surat tersebut di jelaskan kalau kehidupan di penampunngan tersebut sangat sengsara tidak seperti penampungan Irma sebelumnya, dan yang lebih mengagetkan dalam surat tersebut dijelaskan kalau di kebun-kebun karet yang tak jauh dari penampungan tersebut terdapat sebuah kuburan TKW.
”Ada kuburan TKW yang meninggal dan langsung dikubur di kebun-kebun” begitu salah satu bagian lain isi suratnya. Hal ini di benarkan oleh para TKW yang lain yang ada di penampungan tersebut. Ttim Opsnal Polresta Tanjungpinang akan melakukan pengecekan di kebun karet samping penampungan tersebut.(oni/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: