Mengapa Harus Tikus?

Kalau boleh jujur, mungkin tikus adalah hewan yang belakangan ini begitu tersiksa. Seandainya saja mereka bisa menulis, pasti kolom opini marak oleh tulisan mahluk berbulu ini.

Kita pasti masih ingat, saat zaman penjajahan dulu. Para petani sibuk mengempos lobang tikus agar si tikus yang terkena asap racun mati. Bila kedapatan mati ya syukur, tetapi bila tiba-tiba melompat keluar lobangnya lalu lari, akan dikejar beramai-ramai. Akhirnya ya mati juga.

Terus ada lagi lagunya Iwan Fals yang seperti ini: tikus tikus tak kenal kenyang, rakus-rakus bukan kepalang, otak tikus memang bukan otak udang, kucing datang tikus menghilang dst… Yakinlah, embahnya tikus pasti mengumpat begini, “Memang edan! Memangnya kita koruptor yang tiada kenyang makan duit negara hingga perutnya buncit?” Kenyataannya, makan sepotong roti saja sudah kenyang. Apalagi kalau tikusnya sekecil Jerry, baru makan secuil roti sudah kenyang lantaran melihat kumis Tom yang sangar itu.

Koruptor? Nah, ini juga. Entah dapat ide dari mana kok wartawan juga sering menyebut para penilep duit dengan tikus negara. Memang sedih kayaknya menjadi tikus. Belum lagi musim hujan, sarangnya tergenang. Lengkapkah semua derita itu?

Belum, lha kok masih ada juga kemelut bakso tikus! Hayo, untungnya tikus cuma hewan kecil yang ketakutan melihat kita, manusia. Begitu baiknya, sudah dipakai namanya tanpa izin (atau ada yang izin?), masih menyingkir melihat manusia yang suka makan duit rakyat. Atau karena ada tikus rumahan yang diam-diam menyelinap ke koper duit pejabat yang suka korupsi lalu menarik beberapa lembar duit tadi sebagai bahan sarang untuk anak-anaknya? Kalaupun benar, tentu jumlahnya tak sebanding dengan manusia jahat tadi. Tak percaya? Duit hasil korupsi yang digunakan untuk membeli mobil mewah jika dibuat sarang tikus mungkin lapangan Pragola penuh sarang tikus.

Memang sial nasib tikus!

2 Responses to Mengapa Harus Tikus?

  1. alib says:

    Ada ada saja memang penulisnya, tetapi benar juga ya. Mengapa bukan kodok atau belut yang suka lumpur kotor? Sial benar jadi tikus ya, Mas…

  2. Hyuuga Neji says:

    kasian jerry and mickey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: