Pria Nyaris Perkosa Gadis 15 Tahun

Bintan,ST: Seorang pria bernama Suratman (33), terpaksa harus berhadapan dengan polisi. Senin (20/2) sore kemarin, ia ditangkap warga Kampung Mekar Baru KM 8 atas lantaran ulahnya yang nyeleneh, mempertonotonkan kemaluannya kepada seorang gadis, berinisial Fi (15), yang masih duduk di bangku kelas I sekolah menengah yang ada di Tanjungpinang. Menurut pengakuannya, dia ingin menikmati gairah perawan.

Ceritanya, sekitar pukul 14.30 WIB kemarin, diperjalanan menuju ke rumah usai sekolah, Fi dikejutkan dengan keberadaan seorang pria yang menghadang perjalanannya. Dari jarak yang cukup jauh, nampak oleh Fi ada sesuatu yang aneh dari pria tersebut. Setelah dekat, astaghfirullah… ternyata pria itu tak mengenakan celana. Yang menjijikkan lagi, pria yang belakangan diketahui bernama Suratman itu, dengan wajah mesumnya meraba-raba kemaluannya.

Spontan Fi menjerit ketakutan. “Celananya turun sampai ke bawah (tumit). Saya tak melihatnya. Tapi yang jelas, ‘barangnya’ kelihatan,” kata Fi dengan mimik serius ketika berada di Polresta Tanjungpinang.

Melihat pemandangan yang menjijikkan itu, lekas-lekas Fi menjauh. Namun, masih dalam keadaan tak bercelana, Suratman terus mengejar berusaha mengejar Fi. Untunglah di jalan sepi dekat di Jalan pembakaran mayat itu lewat sebuah sepeda motor yang mengendaranya dikenal Fi. Ia kemudian minta tolong lalu dibawa pulang ke tempat tinggalnya.

“Sampai di rumah saya ngadu ke Ibu. Tadinya ayah tak tahu. Ayah tahu setelah diceritakan ibu,” kata Fi menjelaskan.

Seketika, kabar mengenai apa yang dialami Fi merebak di sekitar tempat tinggalnya. Sampai akhirnya, salah seorang warga yang juga sebagai petugas keamanan di SMK I Tanjungpinang itu, berinisiatif untuk melacak pelaku yang cirinya ia kenal.

Tak lama melakukan pelacakan, Suratman kemudian ia dapati berada di dekat SMP 4 Jalan Basuki Rahmat dan dibekuk tanpa melakukan perlawanan.

“Waktu itu ia sedang hitung-hitung duit,” kata warga yang bernama Supriyanto (46) itu.

Untuk memastikan apakah orang yang dibekuknya itu benar, Suratman kemudian dibawa ke Kampung Mekar Baru untuk dipertemukan dengan Fi. Setelah dihadapkan, ternyata orang yang ditangkap benar. Warga kemudian memberitahukannya ke pihak Polresta Tanjungpinang.
Suratman kemudian dijemput petugas Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) dan anggota Buser Polresta Tanjungpinang, dan langsung menggelandangnya ke Mapolresta Tanjungpinang.

Diperjalanan menuju polresta, Suratman menunjukkan prilaku aneh. Ia mengaku stres dan berlagak macam orang stres. Bahkan, ia juga sempat membuka borgol yang dipasangkan di kedua jempol tangannya.

“Sekarang aja dia berlagak stres. Tadi waktu dibawa ke sana (Kampung Mekar Baru, red), dia bersikap biasa-biasa saja dan mengakui kesalahannya,” kata warga lainnya yang ikut mengantar korban ke Polresta.

Kini, polisi telah memintai keterangan korban dan saksi. Sementara, apakah Suratman betul-betul stres, mungkin baru bisa dipastikan setelah hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi. Yang jelas, pria yang kesehariannya mengojek itu, akan mendekam di tahanan Polresta Tanjungpinang.

Penuturan Tersangka: Ingin Merasakan Perawan

Mengenakan kemeja garis-garis ditutip rompi yang dipadu dengan celana kain warna abu-abu, Suratman sepertinya tak bersalah dengan apa yang telah ia diperbuat. Sesekali ia cengengesan saat memberikan keterangan kepada polisi.

“Saya jangan dipukul ya om. Kalau saya masuk penjara, kasih saya makan yang enak,” katanya kepada polisi yang menanyainya.

Tak beda dengan apa yang ditunjukkannya kepada polisi, kepada POSMETRO pun, pria yang mengaku bertempat tinggal di Km 13 Jalan Kijang itu juga menunjukkan hal serupa.
“Asyik difoto. Saya jadi orang terkenal,” katanya, saat kamera POSMETRO dan wartawan elektronik mengarah kepadanya.

Berlagak layaknya orang bloon, Suratman mengakui perbuatannya telah menunjukkan kemaluannya kepada Fi. Katanya, perbuatannya itu bukan untuk memperkosa Fi, melainkan hanya mempertontonkan saja.

“Saya memang suka pegang kemaluan saya,” ujarnya.

Ditanya mengapa ia melakukan hal tersebut, seketika Suratman diam. Diakuinya, ia mengalami stres lantaran istrinya hamil dan tak harmonis lagi melayaninya di ranjang.
Berapa bulan istrinya hamil? Mendengar pertanyaan itu, Suratman malah menangis. “Saya itu ngawini wanita yang lagi hamil. Orang yang ngehamili, malah saya yang menanggung,” katanya.

Diceritakan Suratman, entah apakah bisa dipercaya kebenarannya, suatu ketika dalam perjalanan ia ngojek, ia berjumpa dengan seorang wanita yang dalam keadaan hamil. Tadinya wanita itu dikira Suratman anak sekolah. Wanita itu kemudian diajaknya ke rumah. Oleh orang tuanya, wanita itu kemudian dinikahkan dengannya. Kini, kata Suratman, wanita yang katanya telah ia nikahi itu telah melahirkan 10 bulan lalu.

Karena itulah Suratman mengaku stres. Ia tak merasa tak begitu bergairah untuk meniduri istrinya. “Tidak mesra lagi. Saya ingin merasakan gairah dari seorang perawan,” katanya sambil berbisik ke telinga wartawan koran ini.

Ketika ditanyai maksud dari perbuatannya itu, dengan tanpa ragu Suratman mengaku menyukai Fi. “Saya suka sama dia. Dia kan masih sekolah. Pasti pinter,” katanya.

Pengakuan Korban: Benci

Dilihat dari cara Fi memandang Suratman, sepertinya pelajar kelas I sekolah menengah yang ada di Tanjungpinang ini menunjukkan kebencian yang begitu mendalam. Ia juga mengaku merasa jijik dan trauma dengan apa yang telah diperbuat Suratman kepadanya.

Kepada POSMETRO ketika berada di Mapolresta Tanjungpinang, remaja bertubuh mungil dan berambut hitam panjang lurus itu mengaku tak begitu mengenal Suratman.

Hanya saja, Suratman sering tampak olehnya mangkal di sekitar sekolahnya untuk mencari penumpang.

“Kawan saya pernah bilang. Jangan naik ojek sama orang itu (suratman-red). Kata kawan saya, dia orangnya agak kurang waras. Saya pun tak pernah numpang ojek dia” kata Fi.

Diceritakan Fi, sebelum menerima perlakuan tidak senonoh yang diterimanya, ia telah mengenal Suratman sejak sekitar enam bulan lalu.

Waktu itu, tak ubah seperti apa yang dialaminya barusan, tanpa ada rasa kenal sedikitpun, di atas sepeda motor yang dikendarainya, Suratman berusaha mencium Fi. “Untung waktu itu saya tak sempat dicium dia,” kata Fi jijik.

Sejak saat itu, rupanya Suratman masih mengincar Fi. Ujung-ujungnya, Fi yang akan kembali ke tempat tinggalnya dengan berjalan kaki, dihadang Suratman yang dalam keadaan setengah bugil mempertontonkan kemaluannya.

“Tadinya saya saya lihat dia lewat nganter bapak itu (Supriyanto, satpam SMK I), tak tahunya, dia menghadang saya. Untung ada orang yang lewat dan bantuin saya pulang ke rumah,” ujar Fi lagi.(ame/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: