TKW Dirayu Mau Ditiduri

Tanjungpinang,ST:Dua wanita calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang dijanjikan bekerja di restauran di Malaysia kabur. Seorang mengaku pernah akan ditiduri pria yang menyeponsori keberangkatannya.
Keduanya, Asmawati (17) asal Dompu, Nusa Tenggara Barat, dan Sartika (17) asal Lombok kepada koran ini di Satreskrim Polresta Tanjungpinang Senin (6/3) siang kemarin, mengaku kabur dari tempat penampungannya lantaran merasa ditipu oleh orang yang membawanya dari kampung.
“Saya tak tahu tempatnya. Setahu saya lebih dari batu sebelas sana,” katanya.
Diceritakan Asma, panggilan Asmawati, pada sekitar bulan November tahun lalu, ia ditawari oleh seorang wanita yang ia kenal bernama Evi untuk bekerja sebagai pelayan restauran yang ada di Malaysia. Oleh Evi, bersama Sartika yang asal Sumbawa, ia kemudian dibawa ke Lombok. Di sana mereka menginap di salah satu rumah selama dua bulan, dan baru berangkat ke Tanjungpinang.
“Tadinya dia janji cuma satu minggu,” kata Asma.
Di Tanjungpinang mereka kemudian ditempatkan pada sebuah rumah yang didalamnya ada tujuh pria. Ketujuh pria itu, dikatakan Asma juga posisinya sama seperti dirinya. Mereka juga dijanjikan pekerjaan di Malaysia.
“Tapi mereka sudah berangkat ke Malaysia pakai uang sendiri,” ujar Asma lagi. Dilanjutkannya, ketujuh pria tersebut ia ketahui sudah menyetor uang sebesar Rp5 juta tiap orangnya. Namun, lanjut Asma, meski sudah menyetor sejumlah uang tersebut, mereka belum juga diberangkatkan.
“Tapi tujuh laki-laki itu sekarang sudah berangkat ke Malaysia. Sedang si Idris tak tahu lagi kemana. Ia takut dipukul tujuh orang yang ditipunya itu,” kata Asma.
Siapa Idris? Menurut Asma, Idris adalah pria yang menyeponsori dan menampung mereka di tempat itu. Dijelaskan Asma, Idris jugalah yang pernah mencoba meniduri temannya Sartika.
Perihal tersebut diiyakan Sartika. Dikatakan Sartika, Idris meminta ia tidur bersamanya. Tapi hal itu tak sempat terjadi lantaran ia dengan tegas menolak hal tersebut.
Merasa tak ada kejelasan akan diberangkatkan ke Malaysia, pada pertengahan Februari lalu, Asma dan Sartika kabur dari tempat mereka ditampung. “Kami lari ke hutan,” kata Asma. Dihutan tersebut, ia mengatakan ditolong oleh seseorang yang tinggal di Batu 11. Sejak itu, Asma dan Kartika tinggal bersama orang yang menolongnya tersebut.
Senin (6/3) kemarin, mereka melaporkan penipuan yang dialami ke Mapolresta Tanjungpinang. Keduanya telah dimintai keterangannya di Satreskrim Polresta Tanjungpinang, dengan didampingi oleh dua perwakilan dari Komunitas Independen SBY (Komid SBY) Tanjungpinang.
“Setelah urusan mereka selesai, kami akan mengembalikan mereka ke kampung halamannya,” kata perwakilan Komid SBY yang mengaku bernama Lelita Fitri itu.(ame/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: