ABG Dijual Kenalan Prianya

18K-foto hal 1 (tersangka traficking)(f-ria)2.JPGKarimun,ST: Tak ada kata mundur, meski kulit disengat sinar mentari. Begitulah upaya Muslim (30) mencari anak perempuannya, sebut saja Bunga (17) yang hilang sejak 23 Januari 2006 lalu. Semangatnya dan rasa percaya dirinya bahwa putrinya masih di Karimun hingga membuat Muslim terus mencari Bunga tampa pernah mengeluh.

Tak terasa 45 sudah pencarian itu dilakukannya dengan jalan kaki. ”Saya saat itu hampir tak mampu bertahan lagi mendapatkan putri saya tak ketemu juga meski saya sudah berusaha mencarinya keseluruh pelosok di Pulau Karimun ini,” jelas Muslin yang saat itu tak tahu kalau anaknya menjadi korban trafiking di Batam. Namun itulah takdir masih menbantunya, tak hayal pada saat itu, Minggu (20/2) lalu kabar baik didapati Muslim yang sudah kecewa karena tak satupun sudut kota yang menunjukan keberadaan putrinya itu. Seorang gadis yang bernama Nina (teman Bunga-red) mengabarinya bahwa Bunga berada di Batam. Ketika itu Bunga menghubungi Nina lewat ponselnya dan mengatakan bahwa dirinya ingin pulang namun tidak diperbolehkan, kecuali memberi uang sebesar Rp4 juta. Kemudian Muslim mencoba menghubungi nomor Hp tersebut namun tak ada nada jawaban dari Bunga. Ternyata belakangan bukan Bunga yang menghubungi Nina melainkan Rosi yang mempekerjakan Bunga di lokasi 1001 malam Bukit Sintai, Tanjung Uncang. Sadar anaknya telah dijadikan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Batam, pria yang beralamatkan di Lubuk Semut, Kecamatan Karimun Tanjungbalai Karimun ini akhirnya melaporkan kasus penjualan putrinya ke Polsek Balai. Bukan hanya keliling pulau Karimun ini saja, namun dari satu hotel ke hotel yang lain yang ada di sepanjang jalan di Karimun juga dilakukan Muslim namun tetap sama jawaban yang didapatinya, hanya sebuah kekecewaan saja. ”Hampir setiap hotel yang ada sudah saya masuki namun tak ada wajah Bunga disana, saya mencarinya dari siang hingga malam hari,” jelas Muslim. Penderitaan Muslin bertambah saat itu, bukan hanya keadaan ekonomi yang menjadi masalah hari-harinya, Muslim hanya merupakan pekerja bangunan biasa, untuk makan saja sulit didapatinya dimana ia harus menghidupi tiga anaknya dan satu istri, kini anak pertamanya itu harus menjadi korban oknum yang tak bertanggung jawab. ”Saya sangat tidak terima itu, saya minta kepada polisi untuk menghukum pelaku seberat mungkin sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya kepada Polisi. Pengakuan Korban Nasib tragis yang diderita Bunga (17) tak pernah hilang dibenaknya, hanya rasa dendam dan merasa tertipu oleh teman yang dikenalnya di Karimun. Gara-gara Bambang (20) itulah, pria Meral, Kabupaten Karimun, hingga Bunga harus menjual tubuhnya di Batam. ”Saya kecewa sekali akibat perbuatan Bambang yang saya sudah kenal cukup lama, saya kira benar ia akan memberikan pekerjaan kepada saya dengan gaji Rp600 ribu disebuah diskotik di Batam hanya sekedar menjadi waitres, namun saya malah disuruh ngelayani pria di ranjang,” jelas Bunga kepada wartawan. Dikatakannya lagi, sebelum berangkat dikatakan Bunga, Bambang sangat serius mengatakan kalau dirinya ingin mengajak Bungan untuk bekerja di Batam, tawaran ini bahkan berkali-kali dikatakan kepada Bunga saat masih di Karimun. Ternyata lobian Bambang luar biasa, pasalnya Bunga akhirnya tergiur ajakan Bambang untuk berangkat ke Batam. ”Lantaran dia serius mencarikan kerja buat saya, akhirnya saya berangkat juga, tampa memberitahukan kepad orantua saya saya berangkat bersama Bambang, pada 23 Januari lalu,” terang gadis berambut pendek ini. Selain itu yang membuat Bunga tergiur seluruh biaya perjalanan atau transportasi laut dari Karimun ke Batama dan nginap di salah satu hotel di Batam sebelum sampai di lokasi 1001 malam, semuanya ditanggung Bambang. Dikatakannya juga bahwa gaji yang diterimannya selama menjadi anak buah mami Rosi hingga kini tidak diterimannya, namun semua uang yang didapatinya diambil mami Rosi. Menurut mami Rosi uang itu akan diberikan setelah genap satu bulan itu bekerja. ”Tapi sampai sekarang saya tak dikasih uang itu dikatakannya uang bokingan sebanyak Rp250 ribu dimana Rp200 ribu merupakan haknya dan Rp50 ribu uang sewa kamarnya, namun semua uangnya disimpan mami Rosi,” terang Bunga. Didapati dihitung-hitung uang yang terkumpul berkisar Rp3 juta lebih namun semuanya berada di tangan mami Rosi, namun malah Bunga saat meminta pulang malah dimintai uang sebanyak Rp4 juta yang dikatakan untuk bayar utangnya pada mami Rosi. Namun saat dikonfirmasi, mami Rosi mengatakan uang bokingan yang didapati Bunga sudah diberikan kepadanya sebesar Rp200 ribu, sementara ia hanya menerima Rp50 ribu saja. ”Seperti perjanjian saya hanya ambil Rp50 ribu dari Rp250 uang bokingan setiap kalinya,” jelas wanita yang mengaku berasal dari Tanjungpinang ini.(ria)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: