ABG Ditiduri Nelayan 7 Kali

pencabul.jpgKarimun,ST: Seorang pria berumur 30 tahun mengaku warga Serampang, Kuala Kampar ditangkap polisi lantaran telah melakukan hubungan badan dengan remaja putri, sebut saja Mawar (16) sebanyak tujuh kali selama sembilan bulan.
”Saya kaget ketika saya ditangkap polisi, apalagi setelah mendengar saya dituduh mencabuli pacar saya, kami memang melakukan hubungan badan namun itu kami lakukan atas dasar suka sama suka,” jelas Mustad (30), pria beranak dua dengan wajah tertunduk.
Namun itulah kenyataan yang digadapi, Mustad harus meringkuk di hotel ”prodeo” Polsek Balai. Meski dilaporkan telah melakukan perbuatan tersebut, nelayan yang selalu menyinggahi Karimun ini tetap membantah perbuatan yang dilakukannya sebanyak tujuh kali ini didasarkan atas cinta yang bersemi sejak awal.
Cinta mereka, aku Mustad, bersemi saat pertemuan sembilan bulan lalu di Hotel Star 88, Tebing. Saat itu ia sedang menemui temannya, tiba-tiba datang Mawar yang menemui temannya untuk mengantarkan obat untuk mengobati luka di kaki temannya tadi.
”Saat itulah kami berkenalan dan dari situlah hubungan saya dan Mawar menjadi lebih akrab bahkan melakukan hubungan layaknya suami istri yang sah, tapi saya jujur kalau kami melakukannya atas dasar suka sama suka,” jelas Mustad tetap terus membantah telah memaksa Mawar.
Aapapun alasan yang dicurahkan Mustad, perbuatannya telah mencoreng nama keluarga Mawar. Orangtua Mawar sendiri melapor Selasa (21/3) pukul 03.00 WIB.
Mendapatakan laporan itu, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap Mustad. Tidak lebih satu jam Mustad berhasil diamankan di Hotel Al-Ikhsan.
Pernyataan tersebut dibenarkan Kapolres Karimun, AKBP Drs H Nughi melalui Kapolsek Balai, Iptu Iwan Irmawan saat dikonfirmasi POSMETRO siang harinya.
”Hal ini terungkap dari tingkah laku korban yang berbeda beberapa hari sebelum dilaporkan, melihat tingkah laku anaknya menjadi pendiam, sering menangis membuat curiga keluarga korban, hingga akhirnya korban dipaksa untuk bicara di situlah kejadian itu terbongkar,” jelas Iwan.
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka ternyata perbuatannya itu telah dilakukannya sebanyak tujuh kali, di dua hotel yang ada di Karimun, yaitu Hotel Marina dan Star 88 namun kapan saja waktunya Mustad tidak mengingatnya.
Sementara dari keterangan korban yang sudah diperiksa polisi korban mengatakan ia melakukan itu lantaran akan dijanjikan bakal dinikahi dan berbagai janji seperti akan dibelikan rumah, motor dan disekolahkan hingga jadi sarjana.
Hal ini dibenarkan Mustad saat dikonfirmasi POSMETRO di ruangan Kapolsek. Dirinya benar menjanjikan untuk menikahi Mawar namun tidak dapat dipastikan kapan waktunya. Yang pasti ia melakukan itu tidak ada unsur paksaan.
”Saya memang menjanjikan itu, namun kalau sudah menikah, sementara saat ini kami belum menikah. Untuk diketahui bahwa saya sudah pernah mengadakan silaturami ke rumah Mawar, bahkan menjemputnya untuk jalan-jalan,” terang Mustad.
Dikatakannya lagi, orangtua Mawar juga pernah mengatakan agar dapat mempertimbangkan bahwa Mustad adalah laki orang. Namun Mawar tetap ingin menjalin cinta dengannya.
”Bahkan pacar saya sanggup untuk berhenti sekolah dan jika diajak lari bersama saja ia mau,” terang Mustad. Lantaran korban masih di bawah umur, Mustad dijerat dengan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak pasal 88 dengan ancaman maksimal 13 tahun penjara, minimail 5 tahun penjara dan denda Rp 300 juta paling sedikit Rp60 juta. (ria/pmkarimun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: