Bocah 5 Tahun Diperkosa

Karimun, ST:Lelaki ini memang keterlaluan. Kuntum (5) nama samaran, nekad diperkosanya.
Kini ia baru tahu akibatnya dan meringkuk di tahanan kantor polisi untuk mempertanggungjawabkan ulahnya. Informasinya Mr (25) memperkosa Kuntum 5 yang sedang asik tidur di rumahnya pada Rabu (22/3) sekitar pukul 01.00 WIB siang.
Kejadian itu berawal saat Mr yang baru tinggal di Karimun dua minggu ini tinggal di rumah rekannya di daerah Tebing. Sebelumnya ia pesta minuman arak bersama rekan yang baru dikenalnya. Lantaran terlalu banyak minum, akhirnya Mr tak kuat pulang dan numpang tidur di rumah orang tua korban.
Dari situlah kejadian itu bermula. Saat itu, Mr yang bagun kesiangan, melihat kuntum yang tertidur pulas di sebelahnya.
Ternyata pengaruh minuman Marion belum hilang juga. Melihat ada bocah yang tidur di sebelahnya, pria ini langsung menggendong Kuntum hingga terbangung lantas diletakan di tubuhnya yang jauh lebih besar.
Saat itu juga, Mr langsung membuka celana dalam Kuntum yang ada di atas perutnya, keberhasilannya itu membuatnya terus melaksanakan aksinya yang hina itu. Akhirnya kuntum dinodai oleh pria yang mengaku sudah berkeluarga ini.
Tapi, saat ditanya wartawan koran ini, di Polsek Tebing, Mr tidak perbuatannya itu. Mr hanya mengaku kalau ia hanya membuka celana kuntum saja.
”Saat itu, Saya sedang mabuk, lantas saya kenakan lagi celana dalamnya,” ucap Mr.
Ketika itu, menurut Mr, ia hanya onani dan tidak pernah memperkosa Kuntum.
Peristiwa pencabulan terhadap anak kecil ini benarkan oleh Kapolres Karimun, AKB Drs H Nughi melalui Kapolsek Tebing, AKP Rudi SY Idris di ruang kerjanya.
Menurut Rudi perbutan Marion terbongkar dari kedatangan Een (25) yang merupakan tante. Saat kejadian Een sedang pergi ke RSUD untuk menjengguk saudaranya yang sakit.
”Sepulangnya dari RSUD, Een tidak melihat Kuntum di rumah, hanya Mr yang dilihatnya. Dengan penuh tanda tanya, Een bergegas mencari Kuntum yang akhirnya ditemukan di rumah tetangganya. Saat itu Kuntum sedang nangis,” ujar Rudi.
Tentu saja En menanyakan kenapa keponakannya itu menangis. Alangkah terkejutnya Een setelah mengetahui kalau anak kakaknya ini telah menjadi pelampiasan nasuf bejat Mr yang menumpang tidur di rumahnya. Mendapatkan laporan itu, Een langusng mencari Mr. Namun Mr saat itu sudah kabur dari rumahnya.
”Saat itu juga Een menceritakan hal itu kepada kakaknya yang merupakan orang tua dari Kuntum. Hampir saja malam itu Marion menjadi korban keganasan warga, pasalnya seluruh warga melakukan pencarian Mr, tapi Mr tidak ditemukan, hingga mereka melaporkan kejadian ini ke Polsek Tebing,” jelas Rudi.
Mendapatkan laporan tersebut, polisi langsung bergegas melakukan penyidikan dan membawa Kuntum untuk divisum. Dari hasil visum dokter, ditemukan luka lecet bekas perkosaan terhadap Kuntum, dengan melihat luka robek selaput perawan Kuntun dengan menunjukan angka 12.
”Kemudian kita melakukan pengejaran terhadap Mr, dengan mencari informasi di mana ia biasa nongkrong bersama teman-temannya. Dan dalam waktu singkat ternyata ada salah seorang temannya yang menunjukan bahwa Mr masuk ke dalam salah satu penginapan di Kecamatan Karimun, dan setelah kita cek ternyata benar, saat kita tangkap Mr sedang asik tidur-tiduran di salah satu kamar penginapan tersebut,” terang Rudi.
Atas perbuatanya tersangka dijerat dengan pasa 81 undang-undang nomor 22 tahun 2003 tentang perlindungan anak dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. Dari kejadian ini polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti berupa celana dalam dan celana luar Kuntum yang terdapat bercak darah dan bercak sperma tersangka.

Keluarga Korban Minta TSK Dihukum Mati

KARIMUN, PM: Kejadian pemerkosaan yang dilakuan Mr terhadap Kuntum bocah berusia lima tahun ini ternyata membuat keluarga korban tak sanggup menahan aib ini.
Seperti yang terjadi saat kunjungan POSMETRO ke rumah korban. Di lokasi kejadian, Een menerangkan kejadian tersebut, dan dinyatakan benar bahwa Mr telah memperkosa Kuntum saat itu. Dengan wajah kesal dan bercucuran air mata tanda kepedihan derita yang didapatinya, Een mengatakan meminta hukuman setimpal untuk Mr.
”Kita minta kepada polisi untuk menghukum mati saja dia, jangan biarkan dia berkeliaran di dunia ini lagi, kalau polisi yang tak ingin menghukum mati, biar kami saja yang menghukum mati dia,” pinta Een menaruh dendam atas apa yang sudah dilakukan Mr tersebut.
Ia mengatakan rencananya sebelum berhasil diamankan polisi, Mr yang merupakan pendatang baru di wilayah itu nyaris jadi amukan warga yang marah setelah mengetahui kejadian itu.
”kami minta pak polisi agar memberikan hukuman yang berat untuk Mr, Saya tak terima atas perbuatannya itu, lagi pula jika ia bebas atau tidak setimpal hukuman yang diberikannya, kami yang akan memberinya hukuman tersebut,” jelas Een.
Bukan hanya itu saja, suasana murung dan sedih terasa di lokasi itu, selain kehidupan mereka yang sulit, kini harus mendapatkan derita yang tak akan pernah dilupakannya ini.
Namun ada yang disesalkan Een, kenapa ini sampai terjadi. Een mengaku selama ini ia tidak pernah meninggalkan Kuntum sendirian di rumah. Kemanapun Een pergi selama orangtuanya sedang menemani saudaranya yang dirawat di RSUD Karimun Kuntum selalu dibawa.
”Tapi saat itu kondisi badan Kuntum panas, dan saat itu saya ingin pergi ke RSUD melihat kondisi dan larangan di RSUD yang menyatakan anak dibawah umur 12 tahun dilarang masuk, untuk itu Kuntum saya tinggalkan di rumah pas saat itu ada orang jadi kemungkinan Kuntum bakal aman,” harapnya saat sebelum kejadian.
Namun justru kepedihan yang dirasakannya, dari situlah ia tak sanggup untuk menerima kejadian itu, rasa nyesal yang ada dibenaknya namun apa daya semua sudah terjadi.
”Untuk kami minta kepada polisi untuk merestui harapan kami, agar dapat menghukum Mr dengan hukuman mati atas perbuatannya tersebut,” tegasnya.(ria/pmkarimun)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: