Kakek Cabuli Bocah 6 Tahun

Rasa hormat Rusdiana kepada orang pintar yang dianggapnya keluarga sendiri pudar sudah. Mata warga Bukit Bestari ini berkaca-kaca menceritakan apa yang dialaminya.

PINANG,PM:Pak Akan (98) yang tidak memiliki tempat tinggal tetap di Tanjungpinang dilaporkan ke Mapolsek Bukit Bestari oleh Rusdiana (40). Lelaki renta yang dianggap orang pintar itu dilaporkan telah mencabuli seorang bocah perempuan berusia enam tahun anak Rusdiana, sebut saja Mawar, sebanyak tujuh kali.
Ditemani ibunya, Sabtu (25/3), ibu anak ini memasuki Mapolsek Bukit Bestari. Kepada polisi jaga, Rusdiana (40) yang tinggal di Bukit Bestari menuturkan, antara dirinya dan Akan sudah seperti keluarga sendiri.
Kedekatan itulah yang membuat Rusdiana tak menyangka Akan tega berbuat demikian terhadap anak keduanya tersebut.”Saya sudah anggap dia orangtua saya sendiri, tapi kenapa dia berbuat begitu dengan anak saya,”ujar Rusdiana dengan mata berkaca-kaca.
Pak Akan dikenal sebagai orang pintar di daerah Pulau Pinang, selain pandai mengobati orang yang sakit dengan cara magic, juga konon dapat membantu memulangkan orang yang sudah lama minggat ke rumahnya. Soal mulang-memulangkan orang hilang itulah yang membuat Rusdiana awalnya dekat dengan Akan.
”Keluarga saya ada yang tak pulang ke rumah sudah lama, karena itulah saya jeput Pak Akan dan meminta bantuannya,”tambah Rusdiana.
Sejak bulan Oktober 2005 Pak Akan tinggal bersama dengan Rusdiana dan keluarganya. Di rumah Rusdiana Pak Akan dianggap sebagai orangtua, bahkan saudara-saudara Rusdiana pun sangat menghormati Pak Akan.
Rasa hormat itu akhirnya pudar, Rabu (22/3), saat Rusdiana tahu anaknya kedapatan telah digauli Pak Akan di ruang tamu. Semula Mayar enggan berterus terang namun setelah didesak bocah yang sebentar lagi akan masuk sekolah Taman kanak-kanak ini mengaku kalau dirinya sudah digauli Pak Akan sebanyak 7 kali. ”Kalau saya cerita orang-orang, ibu saya mau dibunuh,”tutur Mawar yang siang itu di jumpai di Mapolsek Bukit Bestari.
Tak ada pilihan lagi buat ibu tiga anak ini kecuali melaporkan pada pihak yang berwajib, apalagi Mawar mengaku takut kalau melihat Pak Akan.
Kapolresta Tanjungpinang AKBP Drs Arief Sulistiyanto Msi melalui Kapolsekta Bukit Bestari Iptu Yayan Koko S membenarkan adanya laporan dari masyarakat terkait dengan pencabulan tersebut, dengan mengedepankan asas praduga tidak bersalah pihak yang berwajib masih meminta keterangan dari Pak Akan, Rusdiana, Mawar dan beberapa orang yang mengaku sempat melihat Pak Akan mencabuli bocah kecil tersebut.

Pak Akan Membantah
“Sungguh, Agama Saya Kuat”

Wajahnya terlihat tenang saat beberapa orang anggota polisi berpakaian preman membawa Pak Akan masuk ke Kantor Polisi. Pak Akan (98) yang diduga melakukan pencabulan terhadap Mawar (6) bahkan sempat melempar senyum kepada sejumlah wartawan dan petugas saat jepretan lensa sejumlah wartawan diarahkan kepadanya.
Saat didekati dan dimintai komentarnya tentang pemanggilan dirinya ke Kantor Polisi, pria yang sudah lanjut usia namun badannya masih terlihat tegap ini mengaku tidak tahu.”Saya tadi tidur tiba-tiba pak polisi datang dan menyuruh ke kantor batu 3, katanya mereka minta tolong, tapi saya tak tahu mereka mau minta tolong apa,”ujar pria ini seakan tak tahu kasus yang saat ini dilaporkan oleh Rusdiana (40).
Pak Akan seketika marah saat dirinya dituduh telah mencabuli Mawar, bahkan dalam penuturannya Pak Akan mengaku jangankan meniduri atau memperkosa Mawar menggendong dan menyentuh Mawar saja Pak Akan mengaku tidak pernah melakukanya.”Sungguh agama saya kuat, saya sudah tua dan selalu sembahyang, Kalau Tuhan ada di sini tanya dia apa benar saya melakukan perbuatan itu pada bocah kecil itu,”kata Pak Akan dengan emosinya.
Pak Akan juga menyayangkan Rusdiana yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri , karena dengan teganya telah melaporkanya ke polisi. Menurut Pak Akan sejak di tinggal istrinya meninggal 20 tahun silam pria ini mengaku tidak pernah berbuat yang tidak senonoh.”Saya pernah di Kalimantan 4 tahun, di sana ada wanita panggilan, tapi saya tak pandai main gituan, karena agama melarangnya,”Dalih pria yang sudah berusia senja ini.
Walau sudah ada saksi yang sempat melihat perbuatannya terhadap Mawar dan Mawar sendiri juga mengaku pada polisi sudah tujuh kali sempat dipaksa oleh Pak Akan untuk melakukan perbuatan layaknya suami istri, namun pria ini tetap bersisi kukuh kalau dirinya adalah korban fitnah.”Saya baru tinggal di rumah itu dua hari mana mungkin saya bisa melakukanya tujuh kali,”tutur Pak Akan mencoba membela diri atas tuduhan yang dialamatkan padanya.
Hingga berita ini diturunkan Pak Akan masih dimintai keterangan penyidik terkait dengan laporan orang tua Mawar, sementara itu Mawar terlihat bermain dengan salah seorang kerabatnya dan seakan-akan tak ada kejadian apa-apa yang di alaminya. Namun apabila melihat Pak Akan bocah ini langsung menghentikan bermainnya dan lebih memilih berlindung pada pelukan ibunya.(oni/pmbintan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: