Anak Tiri Diperkosa 5 Kali

Kijang,ST: Merasa aman melakukan pemerkosaan pertama, seorang bapak tiri bernama Edy (42) nekad memperkosa anak tirinya sampai 5 kali. Tiga pasal pun dikenakan kepada tersangka dan kini harus menginap di ‘hotel predeo’ Polsek Kijang.
Mawar sebut saja begitu namanya (15) tidak menyangka kalau bapak tirinya Edy akan berbuat seperti itu kepadanya. Awal musibah itu menimba Mawar yang masih duduk dibangku sekolah dasar (SD) itu ketika ibunya berada di pasar bulan Februari tahun 2006 lalu. Edy yang sudah dua kali menikah itu, diam-diam menghampiri Mawar yang masih duduk di bangku kelas VI. Saat itu, Mawar sedang tidur, dalam kondisi tidak berdaya Edy melakukan perbuatan yang tidak senonoh itu di rumahnya di KM 22.
Dibawah ancaman, Mawar tidak bisa berbuat banyak bahkan tidak berani melapor kepada ibunya Rina (nama disamarkan). Setelah melakukan tindakan pemerkosaan itu, Edy bukannya berhenti. Apalagi, cewek ABG itu tidak mau bercerita kepada ibunya, pemerkosaan untuk kedua kalinya pun terjadi. Edy yang bekerja berdagang ikan keliling itu, masih ketagihan maka pemerkosaan ketiga sampai ke lima semuanya berjalan mulus.
Namun pemerkosaan yang ke enam, tidak kesampaian karena saat hendak melakukan pemerkosaan sudah ketahuan. Ia pun tidak bisa mengelak lagi, tersangka dibekuk anggota Polsek Kijang. Lelaki berbadan tegap itu, meringkuk di sel Polsek Kijang sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Kijang Iptu H Butar-butar yang dikonfirmasi POSMETRO membenarkan kalau ada tersangka yang diduga melakukan pemerkosaan sudah diamankan. Tersangka dikenakan pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman kurungan maksimal 12 tahun. Pasal berikutnya yang dikenakan tentang yakni pasal 294 tentang perbuatan cabul dibawah umur dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. Dan terakhir tersangka juga dikenakan tentang UU perlindungan anak. ”Kita mengenakan tiga pasal kepada tersangka,”tegasnya.(ron/pmbintan)

Takut Memberitahu Ibu
Mawar yang mengenakan celana jeans warna biru duduk di ruang Kanit Reskrim Polsek Kijang didampingi ibunya Rina, Rabu (5/4). Wajahnya tampak sedih, namun Mawar masih tegar untuk menceritakan kisah yang dialaminya dan sangat memberatkan baginya. Apalagi Mawar sudah sebulan ini tidak mau sekolah lagi.
Awal kejadian naas itu menimpanya, di saat rumahnya sedang sepi. Ibu kandungnya tidak berada di rumah, seperti biasa ia tidur di kamarnya. Namun, karena bapak tirinya Edy membuatnya ketakutan dan tidak mempunyai bersemangat untuk belajar dibuktikan sudah sebulan ini tidak pernah sekolah lagi.
Setiap ditanya ibunya Rina, penyebab Mawar bersedih tidak pernah dijawab dengan berterus terang. Beberapa kali didesak tetap juga tidak mau memberitahu tentang kejadian yang dialami. Hanya perubahan dan tingkahnya juga tidak mau sekolah membuat sang ibu selalu mencari cara supaya anaknya mau berterus terang. Cewek tersebut sangat ketakutan untuk memberitahu perbuatan ayah tirinya kepada ibunya karena teringat ancaman bapak tirinya. ”Saya takut memberitahu kepada ibu saya, karena diancam,” beber Mawar.
Sementara itu, Rina tidak berputus asa, dan akhirnya berhasil membongkar penyebab anaknya selalu murung. Dari keterangan adik Mawar diketahui, kalau Edy telah melakukan yang tidak senonoh dengan Mawar. ”Anak saya mengatakan, kalau suami saya bertindak senonoh,” kata Rina.
Setelah hal itu dipertanyakan, Mawar anak kedua dari lima bersaudara itu berani berterus terang. Rina tidak langsung melaporkan suaminya, namun terlebih dahulu pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan anaknya. Dari hasil pemeriksaan ternyata pada diri Mawar ada kelainan. ”Saya membawa anak saya dulu ke rumah sakit untuk diperiksa, setelah itu baru saya melapor ke polisi,” terangnya.
Laporan pun disampaikan ke Polsek Kijang, beberapa anggota segera bergerak dan berhasil membekuk tersangka. Edy pun mendekam dalam tahan atas perbuatan yang dilakukannya.(ron)

Sangat Menyesal
Menyesal selalu datang terlambat. Mungkin pepatah itu yang tepat bagi Edy tersangka pemerkosa anak tirinya. Lelaki asal Sumatera Utara itu mengaku kalau ia menyesali perbuatannya terhadap Mawar.
Ditemui di Polsek Kijang, Edy semula enggan untuk menceritakan perbuatan yang dialaminya. Namun ia pun mau menceritakan, awal pertemuannya dengan Rina, ibu Mawar.
Setelah menikah di Medan beberapa tahun lalu, Edy bercerai dengan istri pertamanya. Ia pun datang ke Kijang dan bekerja di kapal selama beberapa tahun. Lelaki ini mengaku di-PHK dari perusahaan tersebut tanpa pasangon.
Ia pun menganggur dan saat itulah bertemu dengan Rina. Akhirnya mereka menikah dan tinggal di Batu 22. Sedangkan mantan suami Rina sudah 4 tahun berada di Malaysia. ”Saya memang sudah bercerai dengan suami yang pertama, dan menikah sudah 2 tahun ini,” kata Rina.
Edy yang selama ini bekerja menjual ikan dengan berkeliling tidak mengelak, kalau perbuatan itu terjadi saat istrinya Rina tidak berada di rumah, saat itu Rina berjualan ikan. ”Kejadian itu berlangsung saat istri saya berada di pasar,” terangnya.
Menurut pengakuan Edy, yang mengajak untuk melakukan perbuatan itu adalah Mawar dan ia tidak menyetubuhi hanya memegang dengan tangannya saja. ”Saya hanya memegang dengan tangan saya, lebih dari itu tidak,”akunya.
Namun pengakuan Edy diragukan karena, saat mengatakan dengan sedikit ketakutan. Edy juga mengatakan kalau dirinya menyesali perbuatannya. ”Saya sangat menyesal dengan apa yang sudah terjadi,” tandasnya.(ron)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: