TKW “Digilir” 4 Polisi Malaysia

Batam, ST: Derita kembali mendera para tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, di Malaysia. Sebanyak 13 orang wanita kabur dari majikannya. Alasannyapun klasik. Tak digaji dan diperlakukan tak manusiawi. Namun dua orang TKW, mengalami nasib tragis. Satu orang diperkosa empat pria. Satu orang lagi loncat dari lantai dua hingga patah kaki.

Selasa (3/10) sore, kedua belas orang wanita bernasib malang itu tiba di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam. Konsular Jenderal (Konjend) Indonesia di Malaysia yang mengantarkan mereka. Satu wanita lagi terlantar di salah satu masjid di Sekupang dan diantar ke Dinsos.

Afifah (28) dan Dian Ervina (25), terbilang mengalami derita paling parah diantara ketiga belas TKW itu. Afifah diperkosa secara bergiliran oleh empat orang polisi perairan (PolisMarina) Malaysia. Sedang Dian, harus duduk di kursi roda karena kedua kakinya patah. Gara-garanya, Dian nekad lompat dari lantai dua setelah disekap oleh agennya.

Rabu (4/10), di ruang penampungan sementara Dinsos, Afifah terlihat mondar-mandir. Ia memikirkan langkah selanjutnya usai keluar dari Dinsos. Meski terlihat biasa, wanita asal Jambi, itu tetap tak bisa menutupi kesedihannya. Trauma dengan prilaku bejat empat orang Polis Marine Malaysia, terhadap dirinya.

Kepada koran ini, wanita bertubuh tinggi itu cerita. Di Malaysia, ia mengaku bekerja sebagai penjahit. Namun, informasi yang di lapangan, wanita berkulit sawo matang itu juga memiliki pekerjaan sampingan sebagai pekerja seks komersil (PSK).

Peristiwa biadab menimpa wanita berambut panjang berombak itu, pada malam hari. Hari dan tanggal tepatnya, Afifah lupa. Tapi, peristiwa jahannam belum sampai sebulan berlalu. Afifah masih teringat betul.

Malam itu, wanita berbadan sintal itu sedang berbelanja. Karena jarak pasar dekat, Ia memilih jalan kaki. Afifah terpaksa melewati kawasan sepi dan remang-remang. Di tempat itu, mendadak ia disekap empat orang. Mereka diketahui Afifah sebagai Polis Marine Malaysia. “Saya langsung saja disekap dari belakang. Saya berontak. Lalu saya dipaksa oleh empat orang itu,” kenang Afofah lirih.

Badan kekar empat pria itu, membuat Afifah pasrah. Ia tak berdaya melawan paksaan empat pria yang sudah dirasuki nafsu setan itu. Dalam kepasrahan itu, Afifah digelandang ke lokasi perkuburan. Di tempat itulah, menjadi kenangan pahit seumur hidup wanita berhidung mancung itu. Ia diperkosa secara bergiliran oleh empat pria itu. “Saya diperkosa mereka. Saya menangis. Kalau saya teriak saya mau dibunuh,” ucapnya dengan tatapan mata kosong.

Usai melampiaskan nafsu setannya, keempat pria itu ngacir. Suara rintihan Afifah terdengar ngalun dalamkesunyian itu. Pelan-pelan ia kembali berjalan pulang. Beberapa hari kemudian, Afifah melaporkan kejadian itu kepada Konjend. Empat pria bejat itu, akhirnya berhasil diamankan Polisi Diraja Malaysia. Namun, untuk mengantisipasi agar Afifah tak dicari-cari kesalahannya sebagai PSK, ia langsung dipulangkan ke Indonesia. “(Kelanjutan) Kasusnya (Afifah) tetap berjalan di sana (Malaysia). Tapi, Konjend kuatir kalau nanti dicari-cari kesalahan Afifah yang sebagai PSK itu. Makanya dipulangkan,” ungkap Rino, Staf Bidang Pelayanana dan Bantuan Sosial, Dinsos, manirukan pesan Konjend.

Meski tak sama, Dian Ervina, juga mengalami penderitaan pahit di Malaysia. Di ruang penampungan Dinsos, ia terlihat duduk di kursi roda. Di atas kursi beroda itu, Dian terdiam. Tatapan matanya kosiong. Kenangan pahit di Malaysia, masih terngiang di pikirannya.

Baru dua minggu ia bekerja di Malaysia. Pembantu rumah tangga (PRT) adalag statusnya. Namun, ia mendadak sakit. Oleh majikan, cewek berkulit kuning langsat itu dilarikan ke rumah sakit. Beberapa hari dirawat, Dian diserahkan ke agennya oleh pihak rumah sakit.

Dua hari ia disekap oleh pihak agen. Ia disekap di sebuah rumah berlantai dua bersama Utami, temannya. Sialnya, selama dua hari itu, Dian dan Utami tak diberi makan. Merasa tersiksa dan diperlakukan tak manusiawi, mereka memilih kabur.

Sore hari ketika pihak agen tak ada, mereka keluar lewat jendela. Dari lantai dua itu, mereka lalu loncat ke bawah. Buk!! Utami selamat. Tapi, Dian masih terkapar. Wanita berbdan seadng itu, merasakan sakit ketika hendak berdiri. Dua kaki Dian patah.

Ingin selamat dari tangkapan pihak agen, Dian dibantu Utami. Ia digendong lari menjauh dari rumah tempatnya disekap itu. Sekitar dua jam kemudian, mereka bertemu seseorang. Hingga mereka diantar ke Konjend.

Ketika berita ini diturunkan, Rabu (4/10) siang, para TKW itu sudah dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing. (for)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: