Penanam Jati Perkosa Wanita yang Ditolongnya

Batam, ST:Bunga (28) terpaksa kehilangan kehormatannya ditangan Hendrikus (30). Ia diperkosa Hendrikus di tempat tinggalnya di Ruli Kampung Bintang, Kamis (12/10) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. Dengan ditemani Abbas, tetua kampung itu, gadis berambut sepunggung ini ke Polsekta Tanjunguncang, pagi itu juga.

Akibat perbuatan Hendri, Bunga harus kehilangan keperawanannya. Tidak hanya itu, ia juga mengalami pendarahan di kemaluannya, sehingga ia harus dilarikan ke RS Otorita Batam, dan dirawat inap.

Malam jahanam itu tidak akan terjadi seandainya, dua minggu lalu Bunga tidak bertemu Hendri di pasar Aviari. Menurut cerita Hendri pada wartawan koran ini, saat ditemui di Polsekta Tanjunguncang, dua minggu lalu, ia melihat Bunga seperti orang yang sedang kebingungan di Pasar Aviari. Lantaran kasian ia mengajak Bunga ke rumahnya, dan memberinya makanan dan pakaian. “Saya memang berniat menolongnya, karena dia tidak punya siapa-siapa di Batam ini,” tutur pria berambut cepak ini.

Sejak itulah, Bunga tinggal di sebuah kamar, di ruli sebelah rumah Hendri. Hendri yang bekerja sebagai penanam pohon jati di hutan Duriangkang Legenda Batam Center, tidak bisa menunggui Bunga. Ia meninggalkan Bunga untuk bekerja, dan hanya setiap hari sabtu dan Minggu saja ia pulang ke rumahnya. Minggu (8/10) lalu, pohon jati yang ditanam pria asal Nusa Tenggara Timur ini sudah habis, sehingga ia tidak lagi bekerja, dan ia pulang ke rumahnya di Tanjunguncang. Sementara itu, Bunga yang ditinggal kerja oleh Hendri, memenuhi kebutuhan hidupnya dengan bekerja di sebuah warung Padang, di sekitar Polsekta Tanjunguncang.

Sejak Hendri tidak bekerja lagi, ia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Otomatis ia sering bertemu dengan Bunga. Sejak itulah ia mulai tertarik dengan gadis asal Brebes Jawa Tengah ini. Dengan rayuan-rayuannya, ia mencoba mendekati Bunga. “Saya bilang padanya, saya akan menikahinya,” ujar pria bertubuh subur ini.

Padahal sebenarnya, di kampung halamannya ia sudah mempunyai seorang istri dan dua orang anak. Tapi menurut pengakuan Hendri pada wartawan koran ini, ia sudah enam tahun meninggalkan istrinya. “Saya sudah tidak cocok lagi dengan istri saya, dan saya sudah pisah ranjang dengannya,” katanya. Ia juga mengaku selama enam tahun itu, ia tidak pernah berhubungan lagi dengan wanita, walaupun dengan pelacur sekalipun.

Entah setan dari mana yang membujuk Hendri, malam itu Rabu (11/10) sekitar pukul 21.00 WIB, nafsu birahinya tidak bisa dikendalikan lagi. Ia sangat ingin berhubungan intim dengan Bunga. Ia terlihat gelisah. Ia keluar masuk rumahnya. Beberapa tetangga yang melihatnya seperti itu merasa heran, tidak biasanya Hendri bersikap aneh seperti itu.

Akhirnya, Kamis (12/10) dini hari, ia sudah tidak bisa menahan napsu birahinya. Dan ia mencoba mengetuk pintu kamar Bunga, kebetulan warga sekitar tempat tinggalnya sudah pada tidur, dan tidak ada seorang pun yang berada di luar rumah. Bunga yang mendengar ketukan dan panggilan Hendri hanya diam saja. Ia tidak berani membuka pintu.

Pria berkulit sawo matang ini, tidak kehabisan akal. Pintu kamar Bunga yang hanya dikunci dengan menggunakan kayu pendek ia congkel. Dan akhirnya ia bisa masuk ke dalam kamar itu. Bunga yang melihat kejadian itu, hanya diam saja ia tidak berani berteriak. “Saya takut, karena di kampung itu, banyak temannya, lagi pula saya baru beberapa hari tinggal di tempat itu,” ujar gadis berkulit sawo matang itu, saat dimintai keterangan wartawan koran ini.

Menurut pengakuan Bunga, saat itu Hendri langsung menyergapnya, dan menarik paksa rok panjang yang ia kenakan. Ia juga melepaskan celana dalam Bunga secara paksa. Bunga yang tenaganya tidak sekuat Hendri tidak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa meronta, tapi tidak bisa melepaskan dekapan pria bertubuh subur itu. “Gimana saya mau melawan, tenaga saja kalah kuat, mau teriak saya takut,” ungkapnya. Akhirnya, dini hari itu, Bunga yang masih perawan, harus merelakan keperawanannya dinikmati oleh pria yang tidak ia cintai.

Tapi menurut pengakuan Hendri, ia merasa tidak memperkosa Bunga. Ia mengaku ketika itu, Bunga membukakan pintu kamarnya, kemudian mereka ngobrol sambil bercanda. Beberapa saat kemudian, Hendri mencoba merayu Bunga, dan Bunga pun termakan rayuannya. “Ya saya bilang akan menikah dengannya, terus ketika saya ajak hubungan intim dia mau, asal saya bertanggungjawab,” tutur Hendri membela diri.

Setelah puas melampisakan napsu birahinya, Hendri meninggalkan Bunga yang tergolek lemah. Darah keperawanannya mengalir dari kemaluannya membasahi kaos yang ia pakai. Merasa kehormatannya direnggut, dan merasa kesakitan, ia mendatangi rumah tetua kampung itu, lalu menceritakan kejadian itu. Tapi Abas, tetua kampung itu merasa tidak sanggup menolong Bunga. “Dia bilang, nanti malah kita dibunuhnya,” kata Abas, seperti ditirukan Bunga. Akhirnya mereka mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian itu pada polisi.

Akhirnya mereka mendatangi Polsekta Tanjunguncang dan melaporkan kejadian itu. Menerima laporan itu, anggota SPK dipimpin langsung oleh Ka SPK, Aipda Sumarno, dibantu oleh anggota penyidik, langsung mengadakan pengejaran terhadap Hendri. Hendri tidak bisa berbuat banyak, ia disergap polisi saat tertidur pulas di dalam ruamhnya. Akhirnya ia digelandang ke Polsekta Tanjungucang, dan harus menginap di balik terali besi polsek itu.

Kanit Reskrim Polsekta Tanjungucang Ipda Suryono, saat dikonfirmasi wartawan koran ini melalui telepon, membenarkan adanya kejadian itu, dan penangkapan terhadap pelaku. “Dia akan dijerat dengan pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara,” tutur Suryono.

Ia juga menambahkan bahwa keadaan korban sekarang ini cukup memprihatinkan. Karena dari kemaluan Bunga, darah segar mengalir tiada hentinya, bahkan pagi itu, lantai ruang reskrim Polsekta Tanjunguncang banyak berceceran darah. “Korban saat ini sudah dirawat di RSOB, karena mengalami pendarahan yang cukup parah di kemaluannya akibat pemerkosaan itu,” imbuhnya.(hnr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: