Nelayan Cabuli Bocah 10 Tahun

Batam, ST: Pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi lagi. Anak perempuan yang masih berumur sepuluh tahun, jadi korban tangan jahil lelaki yang masih tetangganya. Setelah seminggu peristiwa itu berlalu,  barulah keluarga korban melaporkan ke polisi. Empat hari sebelumnya pun terjadi hal yang sama, di Batuampar. Seorang kakek mencabul bocah berumur empat tahun.
Ulah cabul yang laporannya diterima,  kemarin malam di Mapoltabes Barelang itu, terjadi awal bulan ini. Sebut saja korban, Imel (10). Saat itu, matahari baru saja beranjak sore. Jam masih pukul 13.00 WIB. Di sebuah pemukiman Ruli di kawasan Kabil, yang dikenal dengan Ruli Rindu Malam.
Imel baru saja keluar dari rumahnya. Ia berjalan menuju rumah pamannya. Jaraknya tak begitu jauh dari rumah Imel. Ia cuma berjalan kaki seorang diri. Setiba di rumah yang kebetulan kosong, Imel di panggil oleh seorang pria yang juga tinggal tak jauh dari rumah paman. Karena kenal dan jgua masih tetangga di sana, ia penuhi panggilan itu. Imel dibawa masuk ke dalam rumahnya.
Pikirnya, ada sesuatu yang bakal ditunjukkan. Tapi, Imel merasa aneh, terhadap gelagat Yongki (23). Ia ditarik masuk ke dalam kamar dengan genggaman erat. Si bocah pun tak punya pikiran macam-macam. Ia keget. Begitu saja, Yongki memaksanya untuk membuka pakaian bagian bawah. Imel tak mau. Ia tetap memaksanya. Imel tak kuasa menahan desakan itu. “Kalau kamu tidak mau nanti saya bunuh,” begitu ancam Yongki.
Alhasil, tangan cabul Yongki pun tak dapat dihindari geraknya. Tangannya dimasukkan ke dalam kemaluan bocah yagn masih tetangganya itu. “Jangan kasih tahu ibudan bapakmu, nanti saya bunuh,” tak lupa Yongki memberi ancaman kedua.
Singkatnya, Imel pulang dengan perasaan kesal dan sedih. Kasus ini terungkap, saat si Imel merasa sakit pada kemaluannya. Desakan kedua orang tuanya pun membuatnya harus menceritakan semuannya.
Tak terima dengan ulah cabul si nelayan itu, kedua orang tua Imel,  Fa (25) dan Mu (29) langsung mendatangi kantor polisi dan memberikan pengaduan.  Mulanya kelaurga korban enggan melapor. Kejadian itu diadukan korban setelah empat hari berlalu. “Mungkin orang tuanya merasa takut,” ujar Iptu Endi, Kanit I Sat Reskrim.  Semua cerita dari Imel tentang ulah si Yongki, mereka ceritakan ulang pada petugas.
Jumat (8/12) menjelang tengah malah, kedua orang tua korban mendatangi Mapoltabes Barelang untuk membuat laporan tertulis pada pihak berwajib. Kasus ini masih dalam proses oleh pihak Satreskrim Poltabes Barelang.
Seminggu kemudian polisi pun berhasil menangkap terasngka. Tapi hingga kemarin, tersangka masih bersih keras tidak mengakui perbuatannya. “Ya kita tidak mengejar pengakuan tersangka, tapi kita mencari bukti dan alibi yang bisa membuktikan perbuatannya itu,” terang Kanit I sat Reskrim Poltabes Iptu Endi Endarto.
Yongki ditangkap ditempatnya bekerja di salah satu proyek di Duta Mas. Sejak kejadian itu, menurut warga setempat dia tak lagi terlihat mencari ikan di kawsan tersebut. “Dia memang tak tinggal di sana, tapi di Blok R Mukakuning, di sana cuma pondokannya saja kalau pas mau cari ikan,” lanjut Endi.
Keterangan dari beberapa saksi dan warga itulah yang menggigiring polisi mendapatkan keberadaan Yongki.
Atas perbuatannya, Yongki dikenakan pasal 290 KUHP tentang pencabulan,  dan pasal 82 undang-undang  nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. (sya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: