Dilacurkan Orang tak Dikenal

Batam, ST: Ir (23) dan Her (28) mendatangi Pos Polisi Simpangdam Mukakuning, Selasa (26/12) pagi sekitar pukul 03.00 WIB. Mereka mengatakan telah dijual dan dijadikan pelacur, oleh orang yang tidak mereka kenal.

Dua wanita asal Medan Sumatera Utara ini mengaku bahwa mereka sebenarnya dijanjikan pekerjaan sebagai pelayan rumah makan oleh seorang wanita tetangga mereka. Tapi ternyata mereka dijadikan pelacur. Untung saja mereka berhasil lolos dan melaporkan kejadian itu ke Pos Polisi Simpangdam Mukakuning.

Menurut cerita dua wanita itu, beberapa hari lalu, Butet teman mereka di Medan mendatangi mereka. Butet menawarkan pekerjaan di Batam pada mereka. “Dia bilang kami boleh milih pekerjaan, di cafe atau di rumahmakan, dan kami memilih rumah makan,” tutur Her pada wartawan koran ini, saat ditemui di Pos Polisi Simpangdam Mukakuning.

Lalu, Sabtu (23/12) lalu, mereka diantar Butet ke Bandara. Setelah sampai bandara, ternyata mereka sudah ditunggu seorang wanita yang ternyata tidak lain adalah orang yang akan memperjual-belikan mereka, dan ia mengaku akan mengantar hingga ke Batam. “Kami cuma diantar sampai di bandara. Dan selanjutnya kami ikut pria itu,” katanya.

Mereka pun dibawa ke Batam oleh pria itu. Setelah sampai Batam, mereka diantar kesebuah tempat mirip cafe. Menurut mereka tempat itu sangat tersembunyi. “Kami tidak tahu nama tempat itu, soalnya kami bingung, baru kali ini kami ke Batam. Tapi yang jelas tempat itu tersembunyi, pokoknya tidak tampak kalau di dalam rumah itu banyak pelacurnya,” ujar Her.

Setelah sampai di rumah itu, mereka baru tahu jika mereka akan dijadikan pelacur. Senin (25/12) malam ada dua pria yang datang ke tempat itu. Mereka berniat memboking dua cewek. Dan oleh mami itu, Her dan Ir yang diserahkan pada dua pria itu. “Mereka membayar tujuh ratus ribu sama mami,” ungkap Her.

Lalu mereka dibawa ke hotel, dan menyewa dua kamar. Tapi saat mereka disuruh melayani dua pria itu, mereka menagis. Karena ketakutan, dua pria itu menanyakan apa yang sedang terjadi. Akhirnya mereka menceritakan kejadian sesungguhnya. Karena dua pria itu merasa iba, akhirnya mereka memberikan uang Rp100 ribu, dan pergi meninggalkan hotel itu. “Dia bilang cuma bisa nolong saya sampai situ saja, mereka nggak sanggup kalau harus mulangin mereka,” tutur wanita berkulit sawo matang ini.

Akhirnya dua janda beranak satu itu, keluar dari hotel dan berjalan ke sebuah pangkalan ojek. Mereka ingin pergi ke bandara dan berniat pulang ke Medan. Tapi mereka tidak mempunyai cukup uang untuk beli tiket pesawat. Lalu, Her mengaku berasal dari aceh dan menanyakan tempat di mana ada orang aceh di Batam. “Dia bilang, ada dan mereka mau mengantar kami dengan bayaran Rp20 ribu satu orang,” tutur wanita berambut sepinggang ini.

Akhirnya mereka pun diantar ke Kampung Aceh Simpangdam Mukakuning. Tanpa sengaja, saat mereka sampai di Kampung Aceh, mereka melihat pos polisi, dan akhirnya mereka memutuskan untuk melaporkan kejadian itu ke kantor polisi.

Kapolsekta Tanjunguncang AKP Budhi Rayadi Spd saat dikonfirmasi wartawan koran ini membenarkan adanya dua wanita yang melapor kejadian itu. “Tapi kami masih menyelidikinya, dan kami juga mengalami kesulitan, karena dua wanita itu belum mengenal daerah Batam,” tutur Budhi. Hingga berita ini ditulis dua wanita itu masih berada di pos polisi Simpangdam Mukakuning.(hnr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: