Suami Memaki, Laporkan Polisi!

Batam, ST:Dalam setahun, rupanya Ruang Pelayanan Khusus (RPK), Sat Resksrim Poltabes Barelang sudah menangani banyak kasus. 7 kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), 42 kasus trafficking juga 76 kasus para TKW dan orang-orang terlantar.
“Di sini kita menangani kasus-kasus yang dimungkinkan untuk damai baik korban maupun pelakunya,” papar Kanit RPK Bripka Puji. Dicontohkannya, kasus KDRT yang istrinya cuma hendak memberikan pelajaran saja pada sang suami yang suka main kasar.
Biasanya, menurut Puji, kasus KDRT ini, bersumber pada Poligami, lalu perselingkuhan, dan istri yang tak pernah diberi nafkah oleh suaminya.
Nah, jika ada seorang istri yang melapor telah dipukul suaminya, polisi siap menjadi penengah. Memang kebanyakan para istri terkadang takut untuk melaporkan itu. Biasnya jika sudah berulang kali terjadi pemukulan mereka baru beranikan diri untuk mengadu. Puji mencoba meyakinkan, “Sekarang bukan jamannya lagi suami main kasar dan memukuli istri, laporkan saja,” sarannya.
Terus bagaimana dengan ketakutan masyarakat dengan adanya biaya untuk membuat laporan atau hal lainnya? Kembali ditegaskan Puji, membuat laporan dan mencabut lagi laporan itu tak ada biayanya. “Paling kita bebankan pada tersangkanya untuk membeli matrai tiga atau dua lembar,” tegasnya. Jadi, jangan takut kalau memang punya masalah dengan suami yang kasar untuk segera melapor ke polisi.
Ini juga diingatkan Puji, bahkan korban KDRT ini bukan cuma karena dipukul saja, atau wanita saja yang jadi korban. Laki-laki pun bisa jadi korban, dan mungkin banyak yang jadi korbnnya. Tapi selama ini belum pernah ada laki-laki yang melapor karena merasa jadi korban KDRT oleh suaminya. “Biasanya mereka malu,” kata Puji
Contoh kasus yang pernah dialami Puji, pernah ada istri yang melaporkan suaminya selingkuh. Ternyata setelah kasusnya diperoses lebih lanjut, sumbernya juga pada sang istri yang berulah tak semestinya. Suaminya masak dan mencuci di rumah, sang istri malah main judi. Walhasil, si suami melepas kekesalnnya dengan berselingkuh. “Tapi keburu ceweknya lapor duluan,” jelasnya.
Dan satu lagi, buka cuma istri dan atau suami yang masuk dalam kasus KDRT. Tapi, semua yang berada dalam satu keluarga itu, sudah masuk dalam hitungan. “Semua yang ada dalam satu keluarga, terus ada yang merasa dirugikan, oleh keluarganya itu masuk juga dalam kasus KDRT, bahkan pembantu juga masuk,” papar Puji.
Dijelasknya lagi, bukan cuma pukulan yang bisa dilaporkan untuk kasus ini, ucapan kasar pun masuk dalam KDRT. “misalnya, suaminya bilang kau lonte, itu juga masuk KDRT,” tegasnya.
Untuk kasus Trafficking, seperti yang terjadi baru-baru ini misalnya, dua PSK kabur dari kafe, RPK sudah menangani banyak kasus. Biasanya mereka akan ditampung dulu di Renata, dan kemudian dipulangkan ke kampung halamannya lagi. “Waktunya bisanya seminggu sampai 12 hari, tergantung kapan akan dipulangkan, karena kami juga kerja sama dengan LSM,” tutur Polwan ini. Ada LSM Yayasan Mitra Kesejahteraan dan Kemanusiaan (YMKK) dan LSM Setara Kita. Dan dalam setahun ini sudah menagani 42 kasus tersebut.
Untuk kasus TKW selama setahun ini RPK sudah mengembalikan para TKW yang terlantar sebanyak 76. Selebihnya dari itu, RPK juga menangani kasus orang terlantar. Tapi untuk yang satu ini, polisi lansung menyerahkan ke Dinas Sosial untuk penangannya, setelah dilakukan pemeriksaan di Poltabes. “Biasnya TKW kita periksa dulu, kalau benar-benar dia itu korban TKW kita pulangkan ke tempat asalnya, tapi jika diperiksa ternyata mereka bukan TKW kita serahkan ke Dinsos,” tutur Puji.(sya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: