Dijambret, Dipenjara Pula

BATAM: Jambret ada dimana-mana, termasuk Malaysia. Riska (19), Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Lampung ini dijambret empat pria, 27 September lalu. Buntutnya, ia malah dipenjara. Dan, kembali dipulangkan ke Indonesia.
Empat tahun silam, Riska meninggalkan tanah kelahirannya. Malaysia jadi pilihannya. Bersama suaminya, ia mengais rezeki di negeri Jiran. “Dua anak saya ikut neneknya di kampung,” Begitu pengakuan Riska pada POSMETRO.

Penghasilan perbulan memang besar jika dirupiahkan. Tapi mimpi untuk meraup kekayaan di Malaysia, terpaksa dikubur dalam-dalam. Riska harus rela berpisah dengan suaminya lantaran ia terjaring razia. “Kini suami saya masih kerja sebagai buruh bangunan di sana (Malaysia),” ujar istri dari Saini (28) ini.

Ikhwal pemulangan Riska ke Indonesia bermula dari apes yang dialaminya. “Waktu itu di hari ketiga lebaran,” jelas Riska memulai cerita.

Layaknya nuansa lebaran, Riska dan Saini saling kunjung-kunjungan dengan handai-tolan dan sanak saudara. Awalnya, pasangan suami-istri ini mengira Malaysia negeri yang subur. Tentunya aman dari sang pencopet. Dugaanya salah. “Ternyata sama juga, malahan copetnya lebih lihai,” lirih suaranya berkomentar.

Naas itu terjadi saat Riska dan suaminya turun dari taksi. Saat itu, ada empat pria menghamprinya. Riska tak curiga. Namun, secara tiba-tiba, seorang dari empat pria tak dikenal itu merenggut paksa tas yang ada di tangan Riska. Suaminya berusaha melawan. Namun, temanan jambret itu berusaha menghalangi upaya suami korban. Alhasil, tas yang berisi paspor dan identitas diri itu berhasil dibawa kabur sang jambret. “Mereka kabur naik dua motor,” jelas Riska

Nah, saat itu, Riska pun melaporkan kejadian tersebut pada pihak keamanan setempat. Sebagai bukti, Riska dibekali surat bukti kehilangan. Sebulan berikutnya, Riska kembali diundung malang. Ia terkena razia imigrasi setempat.

Awalnya Riska merasa tak bersalah. Ia pun memperlihatkan bukti surat kehilangan itu. Tapi, pihak imigrasi setempat tak mau tahu. Riska tetap dianggap sebagai pendatang gelap. “Saya akhirnya masuk penjara,” jelas Riska sedih. Dua bulan lamanya ia terkungkung di penjara. Hingga akhirnya ia dipulangkan ke Indonesia.

Riska tak sendiri. 54 orang TKI dan 20 orang TKW lainnya plus satu bayi, bernasib sama. Rombongan TKI deporatsi ini tiba di Batam, Kamis (1/2) sore. Rencananya, mereka akan dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing, Senin (5/2) mendatang. (izo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: