Dijanjikan Pengasuh, Dilacurkan

KARIMUN: Dua gadis yaitu Melati (14) dan Kemangi (19)–keduanya nama samaran– akhirnya berhasil meloloskan diri dari lokalisasi batu tujuh nomor 54 di Tanjungbatu pada selasa (30/1) kemarin sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian kedua gadis ini melapor ke Polsek Kuba untuk mendapatkan perlindungan. Didapati dua gadis yang berasal dari Cikampek, Jawa Barat ini berada di batu tujuh sudah satu bulan lamannya.
Ceritanya, pada Selasa sore kemarin tersebut, mereka mendapat bokingan di salah satu hotel di Tanjungbatu lantaran sudah satu bulan di sana, kedua bocah ini pun diperbolehkan pergi sendiri, hingga di tengah jalan mereka bukan menuju hotel seperti yang dipesankan maminya. Namun keduanya malah kabur ke Polsek Kuba.

Demikian dikatakan Melati kepada Posmetro, gadis yang mengenakan kaos merah ini mengatakan kalau kebetulan sore itu, dia dan Kemangi bersamaan akan diboking seseorang di salah satu hotel, namun lantaran sudah tidak tahan dipekerjakan sebagai Pekerja Sek Komersil (PSK) sejak awalnya akhirnya mereka memilih kabur ketika mendapatkan kesempatan.

”Kita sih sudah lama mau kabur, tapi susah penjagaannya ketat mas, tapi saat itu nasib kita mujur tak ada yang ngawal, akhirnya kami bukan ke hotel itu, tapi naik angkot ke Polsek Kuba untuk meminta perlindungan,” jelas Melati kepada Posmetro.

Sementara saat ditanyai siapa yang membawa mereka dari kampungnya Cikampek hingga ke Tanjungbatu,  Melati dan Kemangi tidak mengetahuinya dengan jelas.
”Kami tak kenal namanya, hanya kenal wajahnya saja, berangkat dari kampung ke Tanjungbatu sekitar 1 bulan lalu, kata orang yang bawak kami mau dikerjakan untuk mengasuh anak orang, bukan jadi PSK. Tapi sampai Tanjungbatu kami langsung di letakan di lokalisasi batu tujuh nomor 54 dan dipaksa ngelayani lelaki mas,” terang Melati lagi.

Bahkan Melati dan Kemangi mengaku dalam sebulan ini mereka sudah 4 kali melayani lelaki hidung belang. Dimana Melati menceritakannya pertama kali dibayar Rp800 ribu, keduanya Rp700 ribu, ketiga Rp500 ribu dan keempat Rp350 ribu. Namun semua uang bokingan yang mereka dapati diambil oleh mucikarinya.

”Kita dibilang banyak hutang di sana, agar bisa pulang harus melunasi hutang dulu, untuk itu uang bokingan kami semuanya diambil mami,” ujar Melati lagi sementara Kemangi terus terdiam selalu menutupi wajahnya.

Saat ini Melati dan Kemangi tak ada niat lain hanya ingin pulang ke kampung halamannya saja.

Sementara Kapolres Karimun, AKBP Drs Leonidas Braksan MM melalui Kasat Reskrim AKP Agus Y, S.sos SIK yang dikonfirmasi Posmetro, Kamis (1/2) di ruang kerjanya membenarkan terjadinya perdagangan wanita dibawah umur.

”Kasus ini dari Polsek Kuba dilimpahkan ke Polres Karimun, untuk korban sudah kita amankan, sementara untuk tersangka mucikarinya dan yang mebawa korban akan kita jemput dalam waktu dekat ini,” terang Agus.(ria)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: