Dilecehkan, Bapak Dilaporkan

BATAM: Arifin Rabu, bapak empat orang anak itu kini mendekam di balik jeruji pengap ruang tahanan Mapolsekta Batuampar. Lelaki kelahiran Ende (Flores) 21 Maret 1957 tersebut tengah tersandung perkara pencabulan, ia dilaporkan oleh putrinya sendiri yang mengaku sebagai korban keberingasan sang ayah beberapa waktu silam.
Sebagaimana dibeberkan oleh Kuntum (nama sengaja disamarkan), anak ketiga pasangan Arifin Rabu dan Tonda Arifin (40) ketika melaporkan kasus tersebut ke polisi belum lama ini. Pelaku yang juga masih ayahnya suatu kali pernah mencium bibir dan memukulinya sebanyak tiga kali di bagian wajah.  Mengetahui gelagat mencurigai sang bapak, Kuntum lekas bergeser dan memilih tiduran di lantai. Namun, lagi-lagi si bapak tanpa disadarinya rupanya terus mengejar.

Sewaktu Kuntum tertidur pulas di lantai, diam-diam sang bapak kembali merayap. Tubuh Kuntum kembali diciuminya, lalu pelan-pelan kain sarung yang dikenakan Kuntum dibukanya. Celana dalam Kuntum pun ditarik sampai sudah turun dari pinggang, beruntung Kuntum yang kaget bergegas terbangun, ia lalu berontak dan melepaskan diri dari cengkeraman sang bapak.

Sejak peristiwa kelabu yang terjadi di Tahun 2006 lalu sekitar pukul 23.30 WIB itulah, cewek kelahiran Ende 16 Desember 1992 ini mulai tak betah di rumah. Ia kemudian selalu mencari sela untuk menghindari bapaknya, kadang Kuntum pun terpaksa jarang pulang dan memilih bermain sampai menginap di rumah kawannya.

Arifin Rabu kepada koran ini membantah bahwa dirinya telah berbuat cabul terhadap putrinya. “Sumpah Lilahi Ta’ala saya tidak meniduri dia, kalau mukul memang iya tiga kali, satu kali pakai tangan dan dua kali pakai kaki,” kilahnya saat diwawancarai di ruang pelayanan SPK Polsekta Batuampar dikawal dua orang anggota Bintara Magang (Baca pengakuan Arifin Rabu di hal 4).

Sementara itu, Kapolsek Batuampar AKP Mochammad Sholeh SIK yang dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan terkait pengusutan kasus tersebut. Pihaknya juga sempat menemui dilema dalam melakukan penyidikan, mengingat ketika pelaku ditangkap lalu diamankan di kantornya, sang istri sempat memelas hingga menangis-nangis. Namun, bagaimana pun hukum harus ditegakkan.(kau)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: