Suami Meluk Wanita Lain, Masih Dipolisikan

BATAM: Siapa yang tak panas melihat suami merangkul cewek lain. Apalagi si cewek itu terlihat asik-asik saja. Pantas saja, hati Iyang (35) jadi panas. Itulah yang dilihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Sayang, buntutnya juga membawa petaka. Dia harus berhadapan dengan pak polisi.
Awalnya Sabtu (3/2) malam lalu. Gani(39), suaminya terliaht memeluk anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah. Sebut saja, si ABG itu Jelita (18). Dia pelajar di salah satu SMA di Bengkong. Aksi memanaskan itu dilihat Iyang di kawasan Bengkong Sadai. “Siapa coba yang tak panas,” ketusnya.

Saat itu, ia masih mencoba untuk tenang. Tapi pemandangan itu toh tak bisa hilang diingatnnya. Kalau sudah terbayang, kembali ia kesal. Hari kedua ia pun masih bisa bersabar. Tapi, saat si ABG melintas di depan rumahnya, di Bengkong Laut, kembali rasa kesal jengkel. Apalagi Jelita lewat sambil melirik-lirik ke arah rumahnya.

Hari ketiga, ya rasa kesalnya masih belum pecah. Ini dia di hari keempat. Saat itu, Jelita sedang melintas di depan rumahnya. Kesal, cemburu sudah tak bisa lagi disimpan. Iyang langsung melabrak si gadis. “Kamu ya sudah merusak keluarga orang,” semprotnya. Sapu di tangan jadi senjata untuk melampiaskan rasa cemburunya. Kebetulan saat itu, Iyang memang lagi menyapu rumah. “Mungnin merasa salah, dia diam saja saya pukul,” cerocos Iyang.

Tapi, diamnya Jelita bukan berarti tak kesal. Buktinya ia mendatangi Polsekta Batuampar untuk melaporkan ulah si Iyang. Dan, Rabu (7/2) ibu tiga anak itu dijemput pak polisi ke rumahnya.

Iyang sudah tahu itu. Demi membela keutuhan keluarga ia mengaku siap ditahan. “Ya tangan yang mukul, pundaklah yang mikul,” katanya.

Soal sedih, dia mengaku sedih. sebab dengan dipenjara seperti itu, ketiga anaknya dan suaminya tak ada yang merawat. Memang sebelumnya, Iyang mengaku, sang suami sempat menasehatinya. Tak perlu main pukul, sama si Jelita. Tapi rasa kesal itu tak bisa ditahannya. Akhirnya masalah itu pun harus sampai ke kantor polisi. “Iya, coba pikir, siapa yang tak kesal nengok suami meluk-meluk perempuan lain. terus perempuannya bisa-biasa saja, ketawa-ketawa lagi,” lagi-lagi Iyang mengingat peristiwa yang membuat ia kesal itu.

Diakuinya perbuatannya itu tak ada hasutan dari pihak manapun. Dari tentangga atau dari orang lain. Rasa tkesal it timbul karena memang ia sudah melihat sendiri.(sya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: