Nyolong, Buruh Dipecat

Batam: Ve (21) seorang karyawati sebuah perusahaan elektronik di Mukakuning, terpaksa di gelandang ke Pos Polisi Simpangdam, Selasa (13/2) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Ia tertangkap basah hendak menjual hape milik Endang (21), dan Natalia (20) dua teman sekerja, yang ia curi sebelumnya.
Ceritanya, pagi itu perusahaan tempat mereka bekerja, pulang sekitar pukul 05.00 WIB. Kebetulan Ve, tempat tinggalnya lumayan jauh dari Mukakuning, sekitar Batuaji, dan sekitar pukul 05.00 WIB jarang ada angkutan umum yang beroperasi.

Akhirnya, Endang yang merasa kasihan pada Ve, menawarkan agar gadis berkulit kuning langsat itu, istirahat di tempat tinggal Endang, di Dormitori Blok Q 14 Mukakuning, terlebih dahulu, sambil menunggu hari terang, dan angkutan umum beroperasi. “Saya kasihan sama dia, dari pada terjadi apa-apa di jalan, mendingan saya ajak ke rumah saya saja,” kata Endang.

Ve menerima tawaran Endang. Mereka pulang berjalan kaki dari tempat mereka bekerja ke dormitori. Setelah sampai, Ve pun disediakan tempat tidur yang kebetulan kosong, karena pemiliknya pulang sekitar pukul 08.00 WIB. Dan lantaran kecapaian, mereka pun terlelap tidur.

Tapi sekitar pukul 10.00 WIB, tanpa mereka sadari, Ve terbangun. Saat itu ia bangun seorang diri, dan penghuni lainnya masih tertidur pulas. Saat itu Ve melihat hape milik Endang dan Natalia, berada di meja samping tempat tidur mereka. “Waktu itu, hape kami sedang dicas,” kata Natalia.

Melihat hape itu, Ve pun tergoda. Dengan perlahan ia mengambil kedua hape itu. Lalu ia pun pergi diam-diam lewat pintu depan. “Waktu itu, saya mendengar pintu depan di buka seseorang, saya pikir penghuni dormitori, tapi ternyata Ve, yang keluar, setelah mengambil hape kami,” katanya.

Sekitar pukul 11.00 WIB. Natalia terbangun. Ia hendak melihat jam di hape itu. Tapi ia tidak menemukan hape miliknya, di meja samping tempat tidurnya. Lalu ia membangunkan Endang yang tidur tidak jauh dari tempatnya, dan menanyakan hape itu. Tapi Endang tidak tahu tentang hape itu. Dan saat Endang melihat ke tempat hapenya dicas, ia juga tidak menemukannya.

Dalam waktu singkat, gegerlah dormitori itu. Dan setelah diperiksa, ternyata semua penghuni (yang masuk malam-red) ada di dormitori itu. Beberapa saat, terjadi ketegangan di tempat itu. Lalu Endang baru sadar, bahwa tadi pagi ia mengajak Ve pulang. Saat itulah semua penghuni dormitori itu, curiga terhadap Ve.

Lalu mereka melaporkan kejadian itu pada pihak perusahaan. Pihak perusahaan pun langsung mencari Ve ke rumahnya, tapi mereka tidak menemukan gadis itu. Lalu mereka mencoba mencari Ve ke tempat penjualan hape di Pasar Aviari yang tidak jauh dari tempat tinggal Ve.

Beberapa saat kemudian, mereka melihat Ve yang berjalan seorang diri. Pihak perusahaan pun menghampirinya. Dan mereka mengajak Ve kembali ke perusahaan. Setelah dimintai keterangan pihak perusahaan,ternyata Ve terbukti mengambil dua hape itu. Akhirnya gadis berambut lurus itu pun digelandang ke Pos Polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tapi kedua korban, merasa kasihan pada Ve. Akhirnya kedua korban mencabut laporannya pada polisi. Tapi pihak perusahaan tetap melakukan pemecatan terhadap Ve. “Saya nggak tega mas, kasihan. Dia sudah dikeluarkan dari PT, masa harus dipenjara juga,” ujar Natalia pada wartawan koran ini.(hnr)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: