Rampas Keperawanan Diganjar 9 Tahun

Batam: Hukuman sembilan tahun penjara, itulah ganjaran yang harus diterima Laode Lukman, yang nekat merampas harta dan kegadisan seorang wanita.
Saat hakim membacakan putusan, Laode Lukman (20) hanya mengangguk. Itu pertanda ia pasrah pada vonis sembilan tahun yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam. Sebelumnya, pemerkosa Juwita (21) ini dituntut oleh jaksa dengan hukuman yang sama.

Usai persidangan kemarin, pria kelahiran Buton, 2 Maret 1986 itu enggan untuk dimintai keterangan. Ia pilih menyendiri di dalam sel tahanan sementara PN Batam.

Selain pasal 285 tentang perkosaan, pengangguran ini juga dikenakan pasal 365 tentang penodongan. Untuk kasus seperti ini, maksimal hukumannya 12 tahun penjara.

Sherly Wati SH, hakim perempuan ini sependapat dengan Nurhasaniaty, Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dua hakim lainnya, Haruno Patriadi SH dan Wisnu Wicaksono SH juga beranggapan sama. Akhirnya pemerkosa gadis karyawan PT itu pun diganjar sembilan tahun.

Fakta dalam persidangan sebelumnya, sebenarnya saat itu terpidana  hanya bermaksud menodong korban. Lantaran korbannya perempuan dan suasananya sepi, Laode pun akhirnya nekat bukan hanya menjarah harta, tapi menjarah keperawanan korban.

Dan, Jumat (26/11) itu menjadi malam kelabu bagi Juwita. Ia harus kehilangan kehormatannya di malam sepi itu. Saat kejadian itu, korban baru saja pulang dari kerja.(izo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: