Kekerasan Perempuan dan Anak Kurang Mendapat Pehatian

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Propinsi Jawa Timur, Sunyono SH MSi saat membuka soisalisasi penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Hotel Cendana, Kamis (1/9).

Sunyono mengatakan, setiap tahun kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin meningkat. Berdasarkan data Pusat Pelayanan Terpadu ( PPT) Propinsi Jawa Timur pada 2004 kasus KDRT terdapat 44 korban (93% istri, 7% pembantu rumah tangga), perkosaan 236 korban (68,64 % korban anak), kekerasan dalam pacaran sebanyak 23 kasus/korban. Sedangkan data Polda Jatim mulai Januari sampai dengan akhir Agustus 2005 tercatat kasus KDRT 71, perkosaan 31 kasus, penganiayaan 79 kasus, pencabulan termasuk sodomi 19 kasus dan lain-lain (penemuan bayi, perzinahan, kekerasan terhadap anak, prediting) ada 18 kasus.

Kasus ini kurang diinformasikan, karena ada rasa enggan, malu dan perempuan dianggap kurang mandiri, serta sebagian besar masyarakat belum memahami bahwa kekerasan sebagai bentuk pelanggaran hak Asasi Manusia. Padahal KDRT adalah bentuk pelanggaran. Di samping itu dengan maraknya masalah kekerasan terhadap perempuan dan anak, menunjukkan masalah ini bukan kejahatan yang bersifat individual tetapi merupakan masalah sosial yang juga merupakan fenomena di dunia internasional.

Lebih lanjut Sunyono mengatakan, pemerintah juga mencanangkan gerakan anti kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diikuti dengan penandatanganan surat keputusan bersama tentang perlunya dibentuk Pusat Pelayanan Terpadu (PPT). Berdirinya Pusat-Pusat Pelayanan Terpadu Woman Crisis Centre atau bentuk layanan lainnya bagi perempuan dan anak korban kekerasan di Jawa Timur merupakan bukti makin meningkatanya perhatian pemerintah daerah dan masyarakat untuk menolong dan melindungi korban. Di kota Malang sendiri sudah ada Women Crisis Center yang bernama WCC TITIAN HATI, yang beralamat di Gedung Kartini Jl. Kawi No. 24D Malang Telp. 0341-325446.

Dengan adanya surat keputusan Gubernur nomor 188/145/KPPS/013/ 2003 tentang Komisi Perlindungan Anak Propinsi Jawa Timur sebenarnya bukti adanya perhatian terhadap penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur, namun secara operasional hal tersebut belum cukup untuk mewujudkan kelangsungan hidup bagi upaya penolongan perempuan dan anak.

Sumber: www.jatim.go.id

One Response to Kekerasan Perempuan dan Anak Kurang Mendapat Pehatian

  1. polda jatim says:

    If some one needs expert view concerning running a blog afterward i suggest
    him/her to visit this web site, Keep up the pleasant work.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: