Empat Tahun Cuma jadi Budak Nafsu Majikan

PINANG, SK: MR (22), mengadu ke Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak Korban Tindakan Kekerasan (P3AKTK), Rumah Singgah Engku Putri, Batu 10. Katanya, dia disekap majikannya selama empat tahun. Selama itu juga, wanita asal NTT itu terpaksa melayani hasrat birahi majikannya.

“Saya selama ini ingin mengadu ke polisi. Tapi saya tak bisa. Saya tak ahu jalan,” kata MR, Minggu (29/4) kemarin. Empat tahun lalu, Maret 2003, MR dijanjikan pekerjaan oleh AF, menjadi asistennya mengurus PT yang melayani jasa penyalur pembantu rumah tangga lokal. Terpengaruh gaji Rp1,8 juta yang dijanjikan, MR rela meninggalkan pekerjaannya di klinik pengobatan di Jakarta dan berangkat ke Tanjungpinang.

“Terus terang, sejak dari Jakarta, kami sudah kumpul kebo. Tadinya saya tak mau. Karena dipaksa dan diancam, saya terpaksa melayani,” papar MR, blak-blakan.

Sesampainya di Tanjungpinang, memang pekerjaan yang dijanjikan AF diberikan. Tapi, MR mengaku tak mendapat gaji. Bahkan, selanjutnya dia mengaku kemudian disekap di salah satu rumah berfungsi sebagai penampungan calon pembantu rumah tangga di Jalan Ir Sutami. Di sana, selama 4 tahun dia tak bisa keluar rumah.

Selain harus melayani hasrat seksual, MR juga mengaku kerap mendapat perlakuan tak wajar. Kalau menanyakan uang gaji, meminta dipulangkan, atau menolak melayani AF tidur, MR sering dihajar.

“Ya dipukul, ditendang, macam-macamlah,” selorohnya. Akibat berhubungan badan, MR mengaku pernah dua kali hamil. Pertama, Februari 2006, dia hamil dua bulan dan keguguran. Terakhir, Maret bulan lalu, dia terpaksa dioperasi untuk mengangkat janin lantaran jabang bayi yang ada dalam rahimnya keluar.

Mendapat perlakukan itu, MR tak tahan. Dia lalu menghubungi rekannya di Jakarta. Dari kawannya itu, melalui salah seorang anggota dewan Kota Batam (namanya tak diingat MR), dia mendapat nomor pengurus di Rumah Singgah Engku Putri. Jumat (27/4) lalu, MR pun kemudian melaporkannya.

“Dia (AF, Red) mengatakan saya bohong. Tapi jujur semua itu saya alami,” ujar MR.

Lelyta, pengurus Rumah Singgah Engku Putri mengatakan, kasus tersebut telah pihaknya laporkan ke Mapolresta Tanjungpinang. Kini kasus tersebut tengah dalam penyelidikan.(ame)

One Response to Empat Tahun Cuma jadi Budak Nafsu Majikan

  1. Terlalu ringan, donk. Nggak sebanding dengan trauma fisik dan mental dari wanita tersebut, yang ditanggung seumur hidup. Berita ini menyedihkan.
    Salam kenal, lhoh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: