Tapi Suami Saya Jangan Dipukuli, Pak!

BATAM, SK: Wajah Merdiana Sihombing (31), terlihat murung. Matanya tampak bengkak bekas tangisan. Di Polsekta Sekupang, perempuan yang tinggal di Komplek Wijaya Blok I nomor 10, Sekupang, itu mengaku baru saja dihajar Indra Utama, Suaminya sendiri, Rabu (11/4) siang.

Di hadapan penyidik, Merdiana masih tampak dikendalikan emosi. Suaranya keras. Ia kesal. Tapi, sesekali ia terlihat sedih. Bahkan beberapa kali, Merdiana tampak mengusap air dari matanya. “Dia (Indra) sering memukul saya pak. Anak-anak juga sering dipukulinya,” ungkap Merdiana geram.

Wanita pedagang sayur dan daging, itu mengaku tak terima atas perlakuan kasar suaminya, Indra Utama. Merdiana baru saja dihajar ayah dari anak-anaknya sendiri. Gara-garanya hanya sepele. Merdiana menyuruh suaminya menjemput anak-anaknya di sekolah.

Nah, ceritanya, sekitar pukul 11.45 siang, Merdiana meminta Indra menjemput anaknya di sekolah. Tapi, Indra tak memperdulikan permintaan istrinya. Alsannya, saat itu Indra hendak menjemput langganan ojeknya. “Kan bisa beralasan terlambat sebentar karena menjemput anak. Eh, dia (Indra), malah mementingkan perempuan langganan ojeknya itu,” cetus Merdiana, di hadapan penyidik di Polsekta Sekupang.

Merdiana yang merasa dicuekin, langsung mengambil kunci motor. Ia menyimpan kontak motor itu. Indra yang hendak menjemput langganan ojeknya, meminta kunci itu. Merdiana tak memberikannya. “Saya mau jemput sendiri anak-anak saya,” kata wanita berambut ppanjang itu.

Nah, gara-gara itulah Indra seperti kerasukan setan. Bogem mentah langsung dilayangkan ke wajah istrinya. Beberapa kali tendangan Indra, juga nyasar ke pinggul Merdiana. “Saya sakit semua ini. Pokoknya saya tak terima. Tolong kasi pelajaran dia (Indra) pak. Biar dia jera,” suara Merdiana kesal.

Tapi, sejenak Merdiana tampak tercengang. Perempuan berbadan gemuk itu mendadak berfikir ketika polisi menegaskan kedatangannya ke kantor polisi. Meski melaporkan suaminya, Merdiana hanya berharap suaminya diberi pelajaran oleh polisi. “Pokoknya dipenjara saja. Ya sebulan-sebulanlah. Jangan lama-lama pak. Jangan terlalu dipresslah (dipukuli),” suara wanita berkulit sawo matang itu memelas. “Pokoknya yang penting jera saja dia (Indra) pak. Soalnya dia itu malas sekali bekerja,” tukasnya. (for)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: