Dibawa Polisi Karena Imut-Imut

BATAM, SK: Delapan belas wanita digiring polisi ke Mapoltabes Barelang dari Bandara Hangnadim. Mereka diduga Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang amsih dibawa umur. Senin (14/5) siang itu, polisi sengaja menggelar razia di bandara untuk memburu paraktik trafficking dan penggunaan dokuman palsu.

Sejak pagi kemarin, jajaran dari Poltabes Barelang suda bersiaga di Bandara Hang Nadim. Semua bergerak setelah menerima surat perintah dari Kapoltabes AKBP Slamet Riyanto. “Ini serpti diperintahkan oleh pimpinan, kit amenggelar raziwa, untuk target perdagngan manusia, dan bentuk pelanggaran lainnya,” tutur Kabagbinamitra Poltabes Barelang Kompol Nunung Sayifuddin SIK.

Hasilnya itu tadi, polis berhasil menggringing 18 wanit yang diduga masih dibawa umur untuk dipekerjakan ke luar negri. Di poltabes mereka diminta keterngan dan dicocokkan dengan dokumen yang merka punya.
“Rata-rata ngaku umur 23 tahun. Tapi bisa dilihat msalak merek asudah umur segiti,” rasa penasaran itulah yang mmebuat Nunung untuk mengambil langkah awal mendata pra calon TKW itu. “Nanti kalu emamng ada unsur pidananya kita limpahkan ke reskrim. Selanjutnya akita akan panggil PJTKI yang membawa mereka,” sambugnya.

Hasil pemeriksaan sementara, kedelapan belas TKW ini berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Lampung. Mereka akan dipekerjakan ke Singapura dan Malaysia. Pekerjanya pun macam-maca, ada yang menjadi pembantu rumah tangga, ada yang mengaku dijajikan kerja di sebuah perusahan di Negri Jiran itu.

SElain itu, dugaan polisi terhadapa usia dibawa umur pun ada titik teranganya. Satu orang sudha mengakui, umurnya yang sesungguhnya tak sesuai dengan dokumenm yang mereka punya. Gadis ini bernama Sri Hartanti asal dari Sragen, Jawa Tengah. Usianya baru 16 tahun, tapi di paspor dan KTPnya ditulis 18 tahun. “Satu lagi yang mengaku ijazahnya yang palu,” ujar Nunung. Nah, dengan palsunya dokumen ijazah dan KTP itu akhirnyaberimbas pada paspor yang merek amiliki untuk ke luar negri. “Jadi keterangan dipaspor pun jadi tak benar,” sambung Nunung.

Contohnay Sri Hartanti tadi. Ia mengaku, memang kerja di Malaysia sudah menjadi impiannya. Ya, untuk menghidupi keluarganya di kampung. Begitu juga dengan pemalsuan KTP itu. Merubah umurnya menajdi 18 tahu itu pun kemauannya. “Kalau tak delapan belas tak boleh daftar,” katanya. Sementara itu, ia harus mengeluarkan uang Rp5,5 juta untuk bisa ikut bekerja sebagai buruh pabrik di Malaysia. Itu pun hasil dari penjualan tanah milik orang tuannya. “Ya bapaka mengizinkan kok,” ujar gadis sulung dari tiga bersaudara itu.

Ismarini, TKW yang satunya dari awal sudah mengaku berusia 23 tahun. Tapi sekilas melihat wajahnya masih sangat muda sekali. “Saya memagn 23 kok,” katanya. Ia mengaku akan bekerja jadi pembantu rumah tangga di Singapura. Keinginan itutimbul, karena ia dengan di sana gajinya besar.
Nah, soal dibawa polisi ke Poltabes, ia mengaku tak punya kesalahan. “katanya dibawa kesini karena wajahnya imut-imut,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, polisi menemukan enam nama PJTK yang menyalurkan mereka ke luarnegri. Keenam perusahan itu; PT Armina, PT vico tama, PT SMU Mandiri, PT L Karim, PT Orientasi Mahkota dan PT arofah Bintang Perkasa. “Nanti perusahan perusahan ini akan kita panggil, untuk proses selanjutnya,” lanjut Nunung.(sya)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: