Nolak Oral, Istri Dianiaya

BATAM, ST: Ingat kasus yang menimpa Nrd (46), istri yang dianiaya Js, lantaran menolak menghisap kemaluan suami? Akhirnya Jz, suaminya mendekam di sel tahanan sementara Polsekta Nongsa. Pria itu diserahkan sendiri oleh Nrd, istrinya dan Siti (disamarkan), anaknya, Kamis (12/6) siang.

Sudah tigabelas hari Js tak muncul lagi di rumahnya di kawasan Punggur. Pria berbadan sedang itu menghilang sejak peristiwa pemukulan kepada Nrd, istrinya, Jumat (30/5). Polisi yang terus mengintai rumah Js, tak pernah mendapat pria sawo matang itu berada di rumah.

Ibarat ke manapun burung terbang akhirnya kembali ke sangkar juga. Js, pun pulang ke rumah dan menemui istri serta anaknya Siti. Setelah berembug, Nrd dan Siti sepakat menyerahkan Jz ke Polsekta Nongsa. Dimana, laporan penganiayaan yang dilakukan Jz itu dibuat.

Js juga setuju. Bersama anaknya yang masih duduk di skolah menengah atas (SMA) di Pekanbaru, mereka mendatangi Mapolsek di bawah pimpinnan AKP Indra Pramana, H, SiK, itu. Js pun langsung diamankan. Tapi sebelum dimasukkan ke sel tahanan sementara, keluarga itu diberikan kesempatan berbincang. Baru beberapa menit kemudian, polisi menggelandang Js ke sel tahanan.

Nah, jeritan histeris mendadak keluar dari mulut siti. Teriakan siswi SMA memecah suasana yang semula hening. Siti mencegat Js, ayahnya yang hendak dimasukkan ke sel tahanan oleh polisi. Beberapa kali ABG berjilbab putih itu berusaha mencegah ayahnya yang terus digelandang polisi.

Nrd, yang melihat anak tirinya menangis histeris juga tak kuat menahan air matanya. Suasana berubah sedih. Beberapa polisi sempat tertegun sejenak menyaksikan tangisan istri dan anak perempuan Js, itu. Tapi, polisi tak bergeming. Pria yang sudah dinyatakan buron oleh polisi itu tetap digelandang masuk ke sel tahanan sementara.

Isak tangis Siti semakin menjadi. Sejenak, suara sesenggukan wanita kuning langsat itu mulai terdengar lirih. Siti mendadak terjatuh pingsan. Tak beradapa lama dibaringkan, Siti kembali tersadar. Tapi, Siti kembali menangis. “Saya mau ayah sama Mama. Keluarkan Ayah (dari sel),” suara Siti sesenggukan.

Usai diberi penjelasan oleh beberapa polisi, Siti akhirnya tenang. Tapi, wanita langsing itu mengancam polisi. “Kalau besok Ayah tak dikeluarkan, saya bunuh diri. Pak Polisi harus bertanggungjawab ya,” ancam Siti yang kemudian berkenan diajak pulang Nrd dan saudaranya.(for)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: