Supir Cabul Divonis 4,5 Tahun

BATAM, ST: William terlihat lesu. Bahkan untuk berkata pun ia tak kuasa. Kamis (5/6) supir taksi ini divonis empat tahun enam bulan oleh Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Ayah dua anak ini dinyatakan bersalah mencabuli Gladies (18)-sebut saja begitu. Hukuman yang dijatuhkan hakim tunggal Rudi Rafli ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Nurhasaniaty SH. Sebelumnya, ia diancam enam tahun penjara terjerat pasal 290 ke (2e) KUHP.

Perkenalan antara William dan Gladis terjadi Rabu (14/11) silam. Saat itu sekira pukul 19.00 WIB, Gladis hendak pulang ke rumahnya di bilangan Ruli Kampungair. Dari depan BCS Mall, Gladis pulang dengan taksi yang disupiri William. Sepanjang perjalanan, William terus berakrab ria dengan Gladis.

Ajakan perkenalan pria yang hanya tamatan Sekolah Dasar itu pun disambut hangat oleh Gladis. Obrolan terus berlanjut, korban akhirnya memilih ikut ajakan William untuk minum-minum.

Jam sudah menujuk ke angka sebelas malam. Kala itu, Gladis hanya minta jus. “Itu tak enak, enakan yang ini,” kata William saat itu seraya menyodorkan minuman warna merah. Hanya saja, usai menenggak minuman yang disodorkan itu, korban tak lagi sadarkan diri.

Sejurus kemudian, warga Ruli Taman sari Batuaji itu memboyong cewek yang tak berdaya itu ke Hotel 99 Kamar 429 Nagoya. Dalam situasi tak sadarkan diri itu, William dengan leluasa melahap tubuh korban. Genjotan berakhir hingga pagi.

Saat tersadar, korban mendapati dirinya sudah telanjang bulat. Tak hanya itu, korban merasakan sakit teramat sangat di bagian kelaminnya. Korban yakin sudah diperkosa semalaman suntuk. Namun hal ini berusaha ia tutupi.

Keseokan harinya, korban kembali bertemu dengan William. Korban pun diajak lagi jalan-jalan dengan taksi. Puas keliling kota Batam, sekira pukul 23.00 WIB, William terlebih dahulu mengajak korban makan-makan. Selanjutnya, acara pun mereka lanjutkan ke hotel Ros di kamar 463.

Di tengah malam itu, William kembali ingin meneguk kenikmatan dari tubuh Gladis. Melihat korban tertidur, William menanggalkan sendiri pakaiannya. Dengan penuh nafsu, William mencumbu tubuh korban. Dicumbu dengan penuh desahan, korban terbangun. Namun korban tak bisa mengelak. Dengan rayuan yang dilontarkan William, korban pun pasrah ditindih hingga klimaks.

Perbuatan ini berlanjut selama seminggu, selama itu pula, korban mengaku sudah lima kali diooh. Nah, setelah puas menggauli berkali-kali, William pun meminta korban untuk melayani Herman (buron).

Aksi persetubuhan itu tak gratis. Usai melampiaskan syahwatnya, Herman pun meninggalkan uang Rp250 ribu. Namun uang ini terlebih dahulu “disunat” William dengan alasan untuk memperbaiki mobil. Walhasil, korban hanya mengantongi Rp50 ribu. Peristiwa in akhirnya terungkap seminggu kemudian lantaran desakan orang tua korban.(izo)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: