Tak Dijatah Istri, Anak Ditiduri

BINTAN,ST: Kelakuan Supeno ini jangan ditiru. Hanya gara-gara tidak dapat jatah berhubungan suami-istri, lelaki 36 tahun itu tega meregut perawan anaknya, sebut saja Juwita.

Peristiwa bejat ini, terjadi Sabtu (31/5) silam di kelurahan Tembeling, Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Tapi baru diketahui ibunya, Maemunah, Sabtu (7/6) lalu. Ceritanya, selama sepekan kemarin, saat ia mencuci melihat ada yang lain pada celana dalam anaknya. Di celana dalam tersebut terdapat bercak-bercak kuning seperti darah.

Sampai hari ke lima, Maemunah tak merasa curiga. Tapi ketika esok harinya baru ia kepikiran, karena masih ada bercak kuning tadi. Maemunah pun lalu menanyai Juwita. Setelah diceritai, ibunya terperangah dengan kelakukan suaminya.

Maemunah pun langsung marah. Ia mendatangi Supeno. Pria asal Purbalingga itu langsung terus terang. Kata Supeno, malam kejadian itu, setelah istrinya pergi menjenguk saudara di rumah sakit Tanjungpinang, ia hanya tinggal berdua dengan murid kelas 2 SD itu.

Sekitar pukul 20.00 WIB keduanya pun sudah terlelap di kamar. Nah saat badan berbalik, tubuhnya terdekap badan anak. Supeno pun terbangun. Nafsu birahinya mendadak naik. Buruh bangunan itu lalu menggerayangi kemaluan anak tirinya. Sampai puncaknya, ia melucuti celana dalam Juwita yang sedang tertidur.

Astaga, akhirnya Supeno pun tega memasuk kemaluannya ke anu anak tersebut. ”Pertama saya raba anunya, terus saya khilaf ke situ,” ujar Supeno kepada Posmetro, di balik sel Polsek teluk Bintan, kemarin.
”Sperma lalu saya buang di pinggir,” tambahnya.

Mendengar penjelasan itu, Maemunah makin berang. Ia langsung melapor ke Polsek Teluk Bintan. Sekitar pukul 12.00 WIB pekan lalu, polisi bersama warga menangkap Supeno.

Kapolsek Teluk Bintan, AKP R Sembiring didampingi Kanit Reskrim Aiptu Hilman menghibau,”Bila punya anak kecil jangan mudah percaya kepada orang lain, walaupun itu bapak tiri.”

Menurutnya, tersangka dan barang buktinya berupa celana dalam sudah disita. ”Sedangkan tersangkanya dijerat dengan undang-undang Perlindungan Anak yang ancaman maksimalnya 15 tahun penjara,” jelas Sembiring. (kau/esa)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: