Perspektif Jender dalam Islam (1)

October 6, 2008

Oleh Kuni Khairunnisa

Diskursus gender dalam agenda feminisme kontemporer banyak memfokuskan pada persamaan hak, partisipasi perempuan dalam kerja, pendidikan, kebebasan seksual maupun hak reproduksi. Sejak abad 17 hingga 21 perjuangan feminis telah mencapai pasang surut dan mengalami perluasan wilayah tuntutan dan agenda perjuangan yang jauh lebih rumit bahkan menuntut satu studi khusus terhadap wacana ini.

Dari kubu pro dan kontra feminisme, dari kritikan dan kecaman yang terlontar, Islam diantaranya yang paling mendapat banyak sorotan dalam kaitannya terhadap status dan aturan yang diberikan agama ini terhadap kaum perempuan. Hegemoni Islam terhadap perempuan muslim di negara-negara Islam terlihat jelas dalam dalam praktek keseharian di panggung kehidupan, dimana kaum perempuan mendapat kesulitan dalam bergaul, mengekpresikan kebebasan individunya, terkungkung oleh aturan yang sangat membatasi ruang kerja dan gerak dinamisnya, bahkan suaranyapun tidak berarti layaknya seorang warga negara atau anggota masyarakat atau hak seorang inddividu.

Fenomena ini terlihat jelas di negara-negara ketiga (baca: berkembang) yang notabenenya adalah negara Islam. Namun benarkah demikian? atau justru Islam yang menginspirasikan munculnya gerakan feminisme masa lalu dan menyuarakan persamaan hak antar laki-laki dan perempuan yang hidup dalam kondisi kronis pada masa itu? Read the rest of this entry »

Advertisements

Menyibak Dunia Perempuan

October 6, 2008
“Jikalau anda ingin melihat kesewenang-wenangan, ketidakadilan, diskriminasi, penghinaan, penyiksaan, kekejaman, kelaliman, kekerasan, dan lain semacamnya, tengok sajalah dunia perempuan”. (Fatima Mernisi dalam wawancara dengan Ahdas Al Maghribiah, 17 september 2002)

Mernisi tidak sedang menyuarakan pro blema bangsa sendiri. Pernyataannya diatas merupakan fenomena global dunia perempuan tingkat internasional. Perempuan bagaimanapun belum “dimanusiakan” oleh lawan jenisnya; perempuan makhluk kedua setelah laki-laki; dan atas nama perempuan, semua hak, kebebasan dan kemerdekaannya bisa saja dikebiri, dibatasi, atau bahkan dihapuskan sama sekali, mulai dari ruang lingkup terkecil keluarga, sampai pada urusan pelayanan umum.

Sejak PBB menetapkan UU persamaan hak laki-laki dan perempuan (1955), dan konvensi Wina menyepakati perlindungan terhadap sukarelawan yang bergerak di bidang ini, praktis isyu perempuan menyeruak sebagai isyu senter kedua setelah HAM. Lebih jauh, isyu tersebut menjadi momok demokratisasi yang menusuk ‘jantung’ tradisi kehidupan keluarga Arab dan Islam, yang umumnya hidup dalam corak masyarakat patrimonial. Read the rest of this entry »

Duda Jablai Zinahi ABG

July 28, 2008

BATAM,ST: Kesepian berpisah dengan istri, Riswanda Priadi (28) nafsu menzinahi Anak Baru Gede (ABG). Kendati mengaku tak memaksa, namun Riswanda tak bisa mengelak dari jerat hukum lantaran menyetubhi anak di bawah umur. Kini ia harus memperatunggung jawabkan perbuatannya itu di meja hijau.

Peristiwanya berawal enam bulan silam. Kamis (13/12) sekira pukul 13.00 WIB, Riswanda secara kebetulan berkenalan dengan Cinta (15)-sebut saja begitu. Suasana akrab pun terjalin seketika lantaran Riswanda berusaha tebar pesona. Read the rest of this entry »


Hari Perempuan Sedunia : Refleksi Kaum Perempuan Aceh

June 15, 2007

Reporter : Oleh: Nova Rahayu Yusuf *

AcehKita – 8 MARET merupakan bulan bersejarah bagi kaum perempuan di berbagai penjuru dunia. Seluruh kelompok perempuan yang berasal dari kaum buruh, petani, profesional memperingati hari tersebut dengan penuh makna dan harapan akan penempatan posisi kehidupan perempuan ke arah yang lebih bermartabat. Betapa tidak, Maret telah menggores sejarah kebangkitan perlawanan perempuan atas tindakan semena-mena dan diskriminasi yang dialami perempuan di seluruh negeri. Read the rest of this entry »


Kekerasan Perempuan dan Anak Kurang Mendapat Pehatian

June 15, 2007

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) Propinsi Jawa Timur, Sunyono SH MSi saat membuka soisalisasi penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Hotel Cendana, Kamis (1/9). Read the rest of this entry »


UU KDRT tak Hanya Lindungi Perempuan

June 15, 2007

Kekerasan dalam rumah tangga sudah menjadi fenomena sosial yang sering terjadi di semua lapisan masyarakat, baik kelas ekonomi tinggi maupun bawah. Secara umum kekerasan dalam rumah tangga bisa dialami oleh siapa saja baik itu perempuan maupun laki-laki. Tidak bisa dipungkiri bahwa korban kekerasan terbesar menimpa pada perempuan. Read the rest of this entry »


Pesantren dan Perempuan

June 15, 2007

Oleh: Najlah Naqiyah

Setiap bulan April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Sosok Kartini, dulu, berkiprah sendirian di antara belenggu kolonial. Kartini memimpikan hidup penuh dengan nilai persamaan dan kesetaraan. Semangat itu kini masih relevan. Kita perlu Kartini baru yang mampu membangun jaringan dan aliansi gerakan senada. Read the rest of this entry »